Indonesia mengalami penurunan produksi susu nasional. Hal ini antara lain disebabkan oleh penurunan populasi sapi perah di Indonesia. Produktivitas susu sangat tergantung dari input yang digunakan dalam budidaya ternak perah. Keterbatasan sumber hijauan dan kualitas gizi yang rendah serta pakan yang digunakan sulit dicerna berdampak buruk terhadap produksi dan reproduksi ternak serta kualitas susu yang dihasilkan Perbaikan mutu pakan dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya dengan fortifikasi, suplementasi maupun dengan pemanfaatan jenis pakan yang berpotensi meningkatkan produksi susu. Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas susu antara lain : 1. Daun Ubi Kayu (Manihot sp)Daun ubi kayu mempunyai potensi untuk dimanfaatkan sebagai komponen pengganti urea, seperti halnya daun ubi kayu yang telah dikeringkan (hay) merupakan sumber protein dan dapat dimanfaatkan sebagai pakan tambahan pada nutrisi ruminansia terutama pada sapi perah, sapi potong dan kambing. Adapun pemberiannya dapat secara langsung sebagai pakan tambahan dan sebagai sumber protein dalam konsentrat (daun ubi kayu kering/hay sebesar 24%) atau sebagai komponen bahan dalam pakan blok yang memiliki kualitas tinggi. Pakan tambahan daun ubi kayu meningkatkan komposisi nutrisi susu yang dihasilkan yaitu peningkatan kandungan lemak dan protein. Pemberian tepung daun ubi kayu sebanyak 1.5 kg/hari mampu meningkatkan prosentase produksi susu sebesar 40,62% dengan rata-rata produksi susu (7% full cream milk) 1,35 kg/ekor/hari atau 1,67 liter/ekor/hari. Selain itu, peranan tannin pada ubi kayu dapat menurunkan jumlah telur cacing dalam fases sehingga status kesehatan ternak menjadi meningkat. 2. Daun Torbangun/Bangun-Bangun (Plectranthus amboinicus (Lour) Spreng)Daun torbangun/bangun-bangun merupakan tanaman sejenis perdu berbatang tebal, berdaging lunak dan agak berkayu dengan cabang-cabang yang mencapai ketinggian satu meter, beruas-ruas pada batangnya dan bila ruas batangnya menyentuh tanah maka akan keluar akar pada bagian tersebut. Di Daerah Sumatera Utara, tanaman ini dikenal dengan nama bangun-bangun atau torbangun, di Sunda dikenal dengan ajeran atau acerang, di Jawa terkenal dengan daun kucing, di Madura di kenal dengan daun kambing dan majha nereng, di Bali dikenal dengan daun iwak dan di daerah Timor dikenal dengan kunu etu. Daun torbangun dapat meningkatkan produksi susu sapi perah dan susu kambing melalui penambahan pada pakan yang diberikan. Pemberian pakan tambahan dengan daun torbangun sebanyak 5% pada pakan blok gula merah yang diberikan pada sapi perah di Kampung Manggis, Padang Panjang menunjukan peningkatan produksi susu 2 liter/hari (meningkat sebesar 10% dari rata-rata produksi susu per hari). Daun torbangun dapat juga dikombinasikan dengan bahan lainnya seperti dengan daun katuk dan zink-vitamin E. Kombinasi daun torbangun dan daun katuk sebanyak 5% sebagai pakan kambing PE meningkatkan produksi dan kualitas susu yang dihasilkan terutama pada kadar lemak dan bahan kering susu. Kombinasi daun torbangun dengan zink-vitamin E dapat meningkatkan produksi susu sebesar 82.9% pada kambing PE. 3. Daun Katuk (Sauropus androgynous (L) Merr)Kadar provitamin A karoten, vitamin B, C, protein dan mineral daun katuk tergolong tinggi. Kandungan provitamin A (? karoten) yang tinggi adalah salah satu faktor yang berperan di dalam meningkatkan produksi susu. Selain itu daun katuk juga memiliki total kecernaan nutrisi dan kandungan protein kasar yang tinggi yaitu sebesar 70,4 dan 22,8%. Komponen aktif yang terkandung di dalam daun katuk juga akan meningkatkan metabolism glukosa untuk pembentukan laktosa yang akhirnya akan meningkatkan produksi susu. Pemberian aditif pakan daun katuk kering sebesar 150 gram akan meningkatkan produksi susu sebesar 40%. Penulis : Mugi Lestari (PP BPPSDMP Kementan) Sumber : Chandra Utami Wirawati, dkk, 2017. Tanaman Lokal sebagai Suplemen Pakan untuk Meningkatkan Produksi dan Kualitas Susu Ternak Ruminansia. Wartazoa 27 (3).