Ayam buras biasa dikenal dengan nama ayam kampung sudah cukup lama dibudidayakan secara turun temurun secara tradisional, ayam hidup lepas bebas mencari pakan sendiri. Kondisi pemeliharaan ayam buras umumnya dibudidayakan secara diumbar dan teknologi yang sederhana berakibat hasil produksi ayam buras yang dinikmati petani dirasakan kurang menguntungkan Pemeliharaan ayam buras cara diumbar perlu digantikan dengan pemeliharaan ayam buras yang memberikan keuntungan pada petani. Beberapa penerapan teknologi yang bisa dianut petani agar usaha ayam buras menguntungkan 1) lingkungan pemeliharaan ayam buras, 2) pemilihan bibit ayam buras, 3) pemberian pakan ayam buras, 4) perkandangan ayam buras dan 5) melakukan vaksinasi secara teratur 1. Lingkungan Pemeliharaan Ayam BurasPilihan alternatif pemilihan ayam buras dapat berupa pola budidaya semi intensif dan intensif. Untuk pemeliharaan semi intensif, ayam buras dapat diumbar terbatas dilahan kandang berpagar. Halaman yang didgunakan untuk budidaya ayam buras harus masih mempunyai lingkungan yang relatif masih luas. Selain di lingkungan yang relatif masih luas dan ayam buras tidak mengganggu tanaman di halaman pekarangan rumah dan kebun. Lingkungan lokasi pemeliharaan ayam buras dengan model diumbar idealnya harus mampu menyediakan pakan buras berupa pakan biji bijian, rumput, serangga, cacing dan cangkang bekicot sepanjang hari.Lahan yang digunakan untuk budidaya ayam buras sebaiknya berupa tanah yang permukaan tanahnya tertutup tanaman, Luas lahan yang diperlukan untuk tiap ekor ayam buras dewasa sekitar 10 meter persegi. 2. Pemilihan Bibit Ayam BurasBibit ayam buras sebaiknya dipilih dari ayam buras milik tetangga yang mempunyai catatan rekording baik dalam memelihara ayam buras. Pemilihan bibit ayam buras dari lokasi lingkungan yang sama sangat menguntungkan bagi petani karena ayam buras tidak lagi membutuhkan adaptasi dengan lingkungan baru. Bila bibit ayam buras berasal dari luar lokasi pengumbaran ayam buras diperlukan perlakuan khusus sebelum bibit ayam buras dilepaskan ke lokasi pengumbaran. Diperlukannya perlakuan khusus pada bibit ayam buras agar mudah beradaptasi dengan lingkungan dan juga menjaga kekuatan tubuh ayam serta mencegah terjadinya penularan penyakit yang dibawa bibit ayam buras dilokasi pengumbaran ayam. Ayam buras yang akan digunakan untuk ayam bibit harus memenuhi persyaratan berikut yaitu ayam buras yang mempunyai catatan rekording kondisi ayam sehat, lincah, berpenampilan tegap dengan bulu halus mengkilap, mata bening dan bulat. Pilihlah ayam buras calon bibit yang tidak punya sifat mematuk pada ayam buras yang ada didekatnya dan tidak penah teserang penyakit menular.. Bibit ayam buras betina dianjurkan memilih ayam buras berumur 7- 9 bulan dan baru sekali bertelur. Untuk ayam buras jantan dipilih yang berumur 1- 2 tahun. 3. Pemberian Pakan Ayam BurasPada ayam buras yang diumbar umumnya pakan tidak menjadi prioritas pemilik ayam buras. Karena ayam buras dibiarkan lepas bebas untuk menikmati pakan yang ada di lokasi pengumbaran. Pakan ayam buras yang biasa tersedia dilahan umbaran berupa sisa-sisa bijian seperti gabah, beras, jagung, nasi bekas, serangga, cacing, kodok dan rumput. Untuk menambah gizi pakan ayam buras perlu juga diberikan pakan tambahan berupa sisa sisa limbah dapur dedak padi, menir dan jagung.. Jika memang memungkinkan tersedia dana sangat diajurkan utuk memberikan pakan tambahan da pabrik dengan jumlah pemberian pakan 100 gram/ekor/hari.Pemberian air minum umumnya tidak disediakan, dianjurkan perlu juga diberikan air sepanjang waktu utamanya di musim panas yang terik. 4. Perkandangan Ayam Buras.Ayam yang dibudidayakan diumbar umumnya tidak tersedia kandang. Ayam buras dibiarkan hidup bebas bernaung diatas pohon atau tempat tempat yang bisa untuk berteduh di musim hujan atau panasnya terik matahari. Untuk keamanan dan kenyamanan ayam buras dianjurkan ada kandang sederhana yang terbuat dari bambu dan beratap rumbia. Pada kandang ayam buras juga perlu dilengkapi sangkar bertelur berdiameter 40 cm yang dapat berfungsi sebagai tempat ayam buras bertelur dan induk ayam mengerami telurnya. Sebaikya jumlah sangkar telur sesuai jumlah ayam buras betina dewasa. Selain tersedia sangkar bertelur sebaiknya dalam kandang juga dilengkapi dengan tempat bertengger ayam buras. Pada dasar lantai kandang ayam buras harus lebih tinggi dari lingkungan sekitar kandang dan selalu dalam keadaan kering. Dianjurkan pada lantai dasar kandang diberikan tebaran lapia kapur dan sekam yang berfungsi untuk menyerap air yang keluar bersama kotoran ayam, bila lantai kandang ayam disemen.Jika kandang ayam terbuat dari tanah dibersihkan setiap harinya 5. Melakukan Vaksinasi Secara TeraturUntuk menjaga keamanan daya tahan tubuh kesehatan ayam buras perlu dilakukan vaksinasi secara teratur. Vaksinasi ND ( Newcastle Disease ) berguna untuk mencegah serangan ND.yang biasa dikenal dengan nama tetelo. Vaksinasi ND pada ayam buras dilakukan mulai anak ayam umur 3-4 hari dengan cara diteteskan pada mata ayam. Pada mingu keempat atau anak ayam berumur sebulan kembali vaksinas ND diberikan dengan cara diteteskan ulang pada mata anak ayam. Setelah ayam buras berumur 3-4 bulan vaksinasi ND kembali disuntikkan pada ayam buras. Teknologi yang dianjurkan vaksinasi ND pada ayam buras diulang kembali setiap 6 bulan sekali,Untuk mencegah terserang penyakit perlu dilakukan biosekuriti pada ayam buras dan lingkungan ayam buras dengan menerapkan vaksinasi dan pemberian vitamin. Tahapan vaksin yang diberikan pada ayam buras 1) vaksin Marek's dilakukan pada saat anak ayam baru turun dari mesin tetas, 2) vaksinasi ND dilakukan pada anak ayam berumur 3-4 hari, 3-4 minggu dan ayam buras berumur 3-4 bulan dan dilakukan pengulangan setiap 6 bulan sekali, 3 )vaksinasi Gumboro dilakukan saat ayam berumur 10 hari dan 28 hari, 4) vaksinasi Egg Drop Sindrom ( EDS ) diberikan pada saat ayam berumur 16 minggu yaitu sebulan sebelum ayam bertelur dan 5) vaksinasi AI bila diperlukan Priwanti – BPPSDMP Kementan Sumber 1. Seri Peningkatan Manfaat Sumberdaya Genetik Ternak UsahaTani Ayam Kampung. Balai Penelitian Ternak Ciawi, Bogor, 2010 2. Petunjuk Teknis Budidaya Ayam Kampung Unggul ( KUB) Badan Litbang Pertanian Propvinsi Jambi Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Badan Penelitian Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian 2014