Loading...

Tataniaga Buah Alpukat

Tataniaga Buah Alpukat
Tataniaga merupakan mata rantai dalam pemasaran. Sebelum buah alpukat dipasarkan perlu diketahui rencana pemasarannya. Buah alpukat yang akan dipasarkan pun harus memiliki kualitas yang baik agar konsumen tidak kecewa dengan produk yang kita pasarkan. Pemasaran merupakan proses sosial yang terstruktur dimana manusia mendapatkan apa yang mereka inginkan (produk) dengan menukarkan nilai (uang) dengan orang lain. Proses ini terencana dalam rangka memperoleh keuntungan dan kerjasama jangka panjang. Untuk kalangan pengusaha, pemasaran adalah bagaimana memuaskan konsumen dan membangun hubungan jangka panjang. Hubungan tersebut harus memberikan keuntungan kepada kedua belah pihak. Berkaitan dengan alpukat, meningkatnya kebutuhan masyarakat di beberapa daerah menyebabkan semakin besar pula peluang pasar buah alpukat. Banyak wilayah yang merupakan sentra produksi belum tergali. Karena itu, kesulitan mendapatkan buah alpukat masih tetap disarankan oleh para pedagang. Peningkatan kesadaran masyarkat mengenai pentingnya mengkonsumsi makanan bergizi tinggi memberi dampak positif bagi para petani pedagang buah. Alpukat merupakan salah satu jenis buah bergizi tinggi yang semakin banyak diminati. Pemasaran menentukan tinggi rendahnya keuntungan yang diperoleh. Agar lebih menguntungkan maka produsen buah alpukat harus tahu sasaran pasarnya. Sasaran pasar tergantung dari besar-kecilnya produksi dan kualitas buah alpukat. Buah alpukat sangat mudah dijual dan pasarnya cukup luas. Mata rantai pemasaran buah alpukat melibatkan petani (produsen), pedagang pengumpul, pedagang besar, pengecer dan konsumen.Mata rantai tataniaga buah alpukat, sebagai berikut :1. Petani pengumpulSebagian pasar pedagang pengumpul mengetahui tempat atau sentra produksi buah alpukat. Biasanya pengumpul mendatangi kebun petani kemudian melakukan transaksi sesuai harga saat itu. Ada juga pedagang hanya menunggu di pasar atau tempat transaksi dan petani membawa hasil panennya ke tempat tersebut. Petani dapat langsung menjual hasil panennya ke konsumen. Selain sebagai produsen, ia sebagai pedagang. Dengan cara seperti ini, petani lebih menguntungkan karena selain dapat langsung dijual, nilai jual buah akan lebih tinggi. Hal ini karena nilai jual ditentukan oleh petani secara langsung tanpa ada perantara. Petani bermodal besar dapat membuka kios buah dengan tempat dan daerah yang berbeda sehingga hasil panennya siap dipasarkan setiap saat. 2. Jenis pasar Untuk pemasaran alpukat tidak sulit, ada beberapa pasar yang menampungnya. Jenis pasar tersebut sebagai berikut :a. Pasar umum. Pasar umum biasanya menjual aneka macam keperluan, termasuk buah-buahan. Pasar umum biasanya cukup besar dan aktif setiap hari. Pasar umum tersebar dibeberapa kota, kecamatan, kabupaten dan provinsi.b. Pasar induk. Pasar induk adalah pasar besar yang biasanya didominasi salah satu produk hortikultura. Pasar induk berada di kota kabupaten/kota, provinsi maupun ibu kota. Para pengumpul membawa dagangannya ke pasar induk. Di pasar induk inilah pedagang pengecer membeli lalu memasarkannya ke seluruh kota. Harga jual buah disesuaikan dengan mutu buah.c. Pasar swalayan. Pasar swalayan mampu membeli buah alpukat dengan harga lebih tinggi dibandingkan dengan pasar umum dan pasar induk. Umumnya pasar swalayan menghendaki kualitas buah yang baik atau grada A. Pengelola swalayan menghendaki kontinuitas hasil produksi.d. Pasar khusus. Pasar khusus adalah pasar yang menerima hasil produksi berdasarkan pesanan. Contoh pasar khusus, yaitu rumah sakit, hotel, restoran, dan industri pengolahan hasil dari buah alpukat. Harga jual dan jumlah buah yang terjual tergantung volume produksi industri atau pesanan yang telah disepakati.e. Pasar wisata. Pasar wisata berhubungan erat dengan tempat wisata. Umumnya di tempat wisata terdapat kios buah atau pengecer, baik di luar maupun dalam lingkungan pengelola wisata. Pada pasar wisata ada juga diterapkan wisata petik buah langsung bagi konsumen atau pengunjung wisata. Pengunjung wisata merasakan kepuasan tersendiri dan dapat menikmati buah segar langsung dari pohonnya. Sumardi Sumber : Seri Agribisnis