Loading...

TEKNIK BUDIDAYA BUAH NAGA ORGANIK

TEKNIK BUDIDAYA BUAH NAGA ORGANIK
Buah Naga Merah (Hylocerous undatus sp) merupakan buah yang berasal dari tanaman jenis Kaktus. Buah ini berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan namun sekarang juga dibudidayakan di negara-negara Asia seperti Taiwan, Vietnam, Filipina, Indonesia dan Malaysia. Buah ini juga dapat ditemui di Okinawa, Israel, Australia utara dan Tiongkok selatan. Uniknya sebelum menjadi buah, bunga buah naga mulai bersemi sejak sore hingga malam hanya untuk layu ketika terkena sinar matahari. Buah unik ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan. Daging buah Naga rendah kalori namun menawarkan banyak sekali nutrisi termasuk vitamin B dan C, fosfor, protein, kalsium, fiber, captin, dan antioksidan. Budidaya buah naga mudah dilakukan karena tanaman buah naga (Hylocerous undatus sp) sangat mudah hidup meskipun pada tanah kurang subur. Tanaman buah naga yang dibudidayakan akan diambil buahnya untuk dikonsumsi, maka perlu diupayakan dan dijaga agar buah naga aman dikonsumsi. Salah satu caranya dengan budidaya buah naga organik. Budidaya buah naga organik merupakan proses bertanam dengan menggunakan bahan alami (organik) dan menghindari penggunaan bahan kimia atau jika menggunakan bahan-bahan kimia sangat dibatasi dalam jumlah sedikit saja. Persiapan Lahan untuk Budidaya Buah naga Secara Organik di Pekarangan Lahan atau areal pekarangan yang akan digunakan untuk budidaya menanam buah naga dibersihkan. Rumput liar atau semak belukar ditebas (dibabat), lahan dibersihkan dari sampah dan kotoran lainnya. Kemudian dilakukan pengukuran jarak tanam dan diberi tanda berupa pancang kayu atau bambu dengan jarak tanam 2 meter x 2,5 meter. Selanjutnya membuat lubang tanam dengan ukuran 50 x 50 x 50 cm. Persiapan Tiang Rambatan untuk Tanaman Buah Naga Tiang rambatan tanaman buah naga berupa beton dengan ukuran 10 atau 12 cm dengan panjang 2 meter. Tiang ditanam sedalam 50 cm dan diatas permukaan 150 cm. Tiang rambatan ditanam tepat ditengah-tengah lubang yang telah dibuat sesuai dengan jarak tanam yang diinginkan. Kemudian lubang tanam diurug menggunakan campuran tanah, pasir dan pupuk kandang sebanyak 20-30 kg pupuk kandang per tiang rambatan. Pupuk kandang yang digunakan sebaiknya pupuk kandang yang sudah lama/kering atau sudah difermentasi. Area penanaman bibit buah naga disekitar tiang dibuat kenongan/gundukan setinggi 10-15 cm. Bagian ujung atas tiang rambatan berupa lingkaran yang juga dibuat dari beton atau ban bekas sebagai penopang/penahan cabang produktif buah naga. Persiapan Bibit dan Penanaman Buah Naga Organik Tanaman buah naga dapat diperbanyak dengan stek (vegetativ) maupun dengan biji (generatif). Namun umumnya bibit yang digunakan dalam bentuk stek. Bibit tanaman buah naga yang dibutuhkan berupa stek dengan panjang 25-30 cm yang disemai menggunakan polybag. Media semai untuk stek buah naga berupa campuran tanah, pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Bibit tanaman buah naga ditanam dengan jarak sekitar 20 cm dari tiang rambatan. Setiap tiang rambatan dibutuhkan 4 bibit yang ditanam pada setiap sisi tiang rambatan/peyangga. Cara Pemeliharan Tanaman Buah Naga Organik Pemeliharaan atau perawatan merupakan kunci utama dalam budidaya tanaman buah naga. Pemeliharan yang baik dan tepat akan menghasilkan tanaman yang berkualitas dan produktif. Pemeliharaan tanaman buah naga meliputi pengikatan batang, pemangkasan, penyiraman, penyiangan, pengendalian hama penyakit dan pemupukan. Pengikatan batang tanaman buah naga Pengikatan tanaman buah naga pertamakali dilakukan segera setelah penanaman. Selanjutnya setiap tumbuh ruas baru atau jika batang bertambah sekitar 40-50 cm agar batang tidak menjuntai dan patah. Hal ini biasanya terjadi setiap 3-4 minggu sekali. Penyiraman tanaman buah naga Tanaman buah naga memerlukan air yang cukup, bila tidak turun hujan tanaman perlu disiram 2 kali sehari yaitu pagi dan sore hari. Jika kelebihan air tanaman akan membusuk dan mati. Pemangkasan tanaman buah naga Ada dua tujuan dalam pemangkasan tanaman buah naga, yaitu pemangkasan pembentukan batang dan pemangkasan pemeliharaan. Pemangkasan pembentukan batang dilakukan pada setiap ruas yang bercabang untuk menjaga agar batang utama hanya terdiri atas satu batang. Setelah batang utama mencapai ketinggian lingkaran kemudian dilakukan pemangkasan untuk merangsang terbentuknya tunas produktif kearah samping. Pemangkasan pemeliharaan dilakukan untuk menjaga agar tajuk tanaman tersusun melingkar dan cabang tidak terlalu panjang. Cabang-cabang yang tidak normal dan terserang penyakit dipotong dan dimusnahkan. Penyiangan gulma pada tanaman buah naga Penyiangan yaitu membersihkan gulma rumput dan tanaman lain yang tidak dikehendaki yang tumbuh disekitar tanaman buah naga. Penyiangan dilakukan supaya tanaman buah naga memperoleh nutrisi secara maksimal tanpa ada gangguan (kompetisi) dengan tanaman lain dan gulma. Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman buah naga Hama yang sering menyerang tanaman buah naga dipekarangan antara lain kutu putih, kutu daun, semut rangrang, belalang, ulat, tungau, bekicot, burung dan ayam. Dapat dikendalikan secara teknis dan menggunakan pestisida organik. Sedangkan penyakit yang sering ditemukan pada tanaman buah naga antara lain penyakit karat merah alga, bercak orange, sulur putih, hawar daun, antraknosa, kusam putih, busuk lunak, kuning sulur, bercak buah. Penyakit pada tanaman buah naga dapat dikendalikan secara teknis dan menggunakan fungisida organik. Dosis dan Cara Pemupukan tanaman buah naga organik Pemupukan tanaman buah naga yang dibudidayakan secara organik yaitu menggunakan pupuk kandang atau pupuk organik lainnya. Pemupukan tanaman buah naga organik dilakukan sebanyak 3 kali dalam satu tahun, yaitu pada saat tanam dan diulangi setiap 4 bulan sekali. Pada tanaman yang sudah berbuah (tanaman produkstif) pemupukan dilakukan setelah musim panen dan diulangi setiap 4 bulan berikutnya. Dosis pupuk yang diberikan yaitu 5-10 kg per tiang setiap kali pemupukan. Pemupukan pertamakali setelah musim panen dan ditambah 200 gram kapur pertanian. Susi Deliana Siregar Daftar Pustaka: Budidaya Buah Naga Super Red secara Organik, 2010, Ir. Sinatra Hardjadinata, Penerbit Penerbar Swadaya Jakarta