Loading...

TEKNIK BUDIDAYA MANGGA ALPUKAT BUAH LANGKA ASLI INDONESIA

TEKNIK BUDIDAYA MANGGA ALPUKAT BUAH LANGKA ASLI INDONESIA
Mangga Alpukat adalah salah satu produk holtikultura unggulan Kabupaten Pasuruan, mangga ini jenis Gadung Klonal 21 yang mulai dikembangkan sejak tahun 1994. Buah mangga alpukat ini banyak dibudidayakan di Pasuruan, karena buah mangga ini matang di pohon dan kondisi tanah disana yang cukup kering membuat mangga alpukat pasuruan ini lebih lembut dan mudah dilepas dari bijinya. Buah ini baru dipatenkan atau diakui sebagai buah asli Kabupaten Pasuruan oleh Kementerian Pertanian pada tahun 2016 lalu. Mangga alpukat merupakan sebutan untuk buah mangga yang dikupas dan dimakan seperti halnya buah alpukat. Keistimewaan mangga ini adalah pada rasanya yang lebih manis dan tahan lama. Berbeda dari jenis mangga yang biasa dikenal oleh masyarakat, cara menyantap mangga alpukat ini pun cukup praktis, yaitu dengan cara cukup diputar tanpa harus dikupas . Tekstur mangga benar-benar halus, serat buah mangga begitu halus. sehingga tak ada serat yang akan menyangkut di gigi bila memakannya. Lalu daging buahnya dapat langsung dimakan menggunakan sendok seperti makan buah alpukat. Itulah alasan mangga ini disebut dengan mangga alpukat. Persiapan BibitMangga alpukat merupakan tanaman buah menahun yang hanya akan berbuah minimal sebanyak 1-2 kali dalam setahun. Perbanyakan bibit mangga alpukat ini dapat dilakukan melalui biji maupun melalui stek atau cangkok. Namun banyak orang lebih memilih menanam mangga alpukat melalui bibit stek atau cangkok dibanding melalui biji karena jika melalui biji untuk mencapai masa panen membutuhkan waktu yang cukup lama. Pilihlah bibit yang bersertifikat klonal 21 dan pastikan bibit yang dibeli mangga alpukat asli. Pilih bibit mangga alpukat yang telah berumur lebih dari 6 bulan hingga 1 tahun. Pastikan bibit terhindar dari hama dan penyakit. Persiapan LahanTentukan terlebih dahulu lahan tanam yang akan digunakan untuk menanam pohon mangga alpukat. Jika sudah ditentukan, buatlah lubang tanam dengan ukuran 50 cm x50 cm x 50 cm atau bisa disesuaikan dengan ukuran bibit. Selanjutnya, lakukan pemberian pupuk kompos atau humus ke lubang tanam dan biarkan selama sekitar satu minggu. PenanamanJika sudah siap, selanjutnya lakukan penanaman. Lepaskan polibag bibit dengan hati-hati, jangan sampai merusak akar dan media tanamnya. Kemudian, masukan bibit ke dalam lubang tanam lalu tutup kembali lubang tanam dengan tanah bekas galian lubang dan padatkan. Setelah itu, lakukan penyiraman secukupnya. PemeliharaanLakukan penyiraman secara rutin, penyiraman tersebut dilakukan sesuai dengan kondisi cuaca. pada fase pertumbuhan, lakukan pemberian pupuk NPK untuk merangsang pertumbuhan batang dan daun.Lakukan pula pemupukan dengan menggunakan pupuk KCl untuk merangsang proses pembungaan atau berikan tambahan hormon atonik dengan konsentrasi 5 gr/liter dengan cara disemprotkan.Selain itu, lakukan pemangkasan dahan dan cabang, untuk mengurangi penguapan dan mempercepat proses pembungaan. Lakukan pula penjarangan buah agar tanaman mangga alpukat menghasilkan buah yang besar dan berkualitas baik. Penanggulangan Hama dan PenyakitHama dan penyakit yang menyerang tanaman dapat berdampak buruk pada pertumbuhan tanaman. Dan pada tahap akhir yang mengkhawatirkan dapat menimbulkan kematian pada tanaman. Oleh karenanya dalam budidaya tanaman mangga alpukat penanggulangan hama dan penyakit harus dilakukan dengan bijaksana. Cara penanggulangan hama dan penyakit pada tanaman mangga alpukat secara terpadu.• Saat setelah pemangkasan jangan lupa berikan penyemprotan fungisida 10g/l, bekas dahan yang dipangkas sangat rentan terserang jamur.• Pada fase awal pembuahan jangan lupa menyemprotkan larutan pestisida konsentrasi 15g/l untuk menghindari serangan lalat buah.• Lakukan pembungkusan buah pada saat buah tanaman telah berukuran sebesar kepalan tangan.• Gunakan kertas bekas semen atau plastik sebagai pembungkus. PanenMangga alpukat yang berasal dari bibit cangkok dapat dipanen setelah berumur sekitar 3 tahun, sedangkan yang berasal dari biji dapat dipanen setelah berumur 4-5 tahun setelah tanam.Pada umumnya, saat umur 2 tahun tanaman mangga alpukat yang berasal dari bibit cangkok sudah bisa mulai berbuah namun belum optimal, jadi pada saat muncul buah pertama sebaiknya dilakukan penjarangan buah. Tanaman buah alpukat dapat berbuah selama 1-2 tahun sekali tergantung kondisi dan cuaca dan perawatan tanaman.Agar bisa disantap seperti buah alpukat, mangga alpukat atau gadung 21 harus dipanen ketika sudah masak di pohon, bukan masak karena diperam. Susi Deliana Siregar Daftar Pustaka: Budidaya Mangga Alpukat, 2010. Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian;NS. Budiana, 2018. Buku Bertanam Mangga Alpukat Rajin Berbuah, Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta.