Loading...

teknik konservasi musuh alami hama helopeltis pada kakao

teknik konservasi musuh alami hama helopeltis pada kakao
salah satu penyebab rendahnya produktivitas kakao di indonesia adalah serangan organisme pengganggu tanaman. banyak jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman kakao. salah satu hama utama tanaman kakao di indonesia adalah kepik pengisap buah (helopeltis spp) yang menyebabkan buah kakao matang sebelum waktunya, biji berukuran kecil dengan warna kehitaman dan menempel satu sama lainnya sehingga dapat mengakibatkan kerugian sebesar 36-75%. untuk mengendalikan hama tersebut, pada umumnya petani menggunakan insektisida kimiawi yang terkadang berlebihan, sehingga mengakibatkan hama pengganggu tanaman menjadi semakin kebal bahkan bermutasi menjadi hama baru dan mengakibatkan pencemaran lingkungan. bahkan disisi lain produk yang dihasilkan mengakibatkan penyakit pada manusia serta musnahnya musuh alami. salah satu upaya mengurangi dampak negatif dalam pengendalian hama tersebut yaitu dengan memanfaatkan musuh alami. salah satu musuh alami yang bisa dimanfaatkan untuk pengendalian hama kepik pengisap buah (helopeltis spp.) pada tanaman kakao adalah semut hitam (dolichoderus thoracicus). semut hitam sudah dikembangkan secara komersial di kebun-kebun kakao melalui optimalisasi yang dilakukan dengan tindakan konservasi, yaitu memberikan lingkungan yang mendukung bagi semut hitam untuk dapat berperan sebagai agen pengendali secara hayati, sehingga usaha penyemprotan insektisida dapat diminimalkan. teknik konservasi yang dapat dilakukan antara lain dengan membuat media sarang melalui “metode karasiak” untuk menjamin keberadaan populasi semut hitam dalam jumlah yang banyak dan teknik budidaya tumpangsari kakao dengan tanaman kelapa sebagai penaung yang diberi mulsa. teknik konservasi melalui budidaya tumpangsari kakao dengan tanaman kelapa sebagai penaung yang diberi mulsa selain dapat meningkatkan kesuburan tanah, juga dapat meningkatkan aktivitas semut hitam. sedangkan teknik konservasi dengan membuat media sarang melalui “metode karasiak” dapat dibuat dengan memanfaatkan daun-daun kering yang ada di sekitar kebun dan menetesi daun-daun kering tersebut dengan larutan gula kelapa untuk merangsang datangnya semut hitam. ada beberapa cara pembuatan media sarang melalui “metode karasiak” yang dapat dilakukan antara lain : sarang dapat dibuat dari 75 lembar daun kakao kering dan pada bagian atas ditutup dengan dua lembar daun kakao kering, kemudian diikat dengan tali plastik; sarang dapat dibuat dengan memasukan 75 lembar daun kakao kering kedalam kantong poliester berukuran 35 cm x 40 cm x 0,02 mm dan diberi lubang ventilasi sebanyak 30 – 40, kemudian diikat dengan tali plastik; sarang dapat dibuat dengan memasukkan 75 lembar daun kakao kering kedalam plastik putih yang transparan berukuran 36 cm x 50 cm x 0,02 mm yang diberi lubang ventilasi sebanyak 40 – 50, kemudian diikat dengan tali plastik; sarang dapat dibuat dengan memasukkan 75 lembar daun kakao kering kedalam plastik hitam yang biasa digunakan untuk pembibitan kelapa sawit berukuran 20 cm x 50 cm x 0,2 mm yang diberi lubang ventilasi sebanyak 50, kemudian diikat dengan tali plastik. media sarang tersebut kemudian ditempatkan pada pohon kakao yang ada semut hitamnya dengan cara diikat pada cabang/ranting pohon. pada media sarang ini, semut hitam tidak hanya bersarang saja tetapi juga akan bertelur, menetas dan berkembangbiak. untuk itu apabila media sarang tersebut rusak atau lapuk maka perlu dibuatkan kembali sarang yang baru. dengan pemanfaatan semut hitam sebagai musuh alami pada hama kepik pengisap buah (helopeltis spp) maka kerusakan buah kakao menurun dan dapat meningkatkan produktivitas kakao sebesar 32,5 – 40,4%. disamping itu pemanfaatan semut hitam juga dapat mengendalikan serangan penyakit busuk dan gugur buah yang disebabkan oleh p. palmivora, menurunkan serangan hama tikus, tupai dan musang serta yang tidak kalah penting adalah nilai jual produk organik yang lebih mahal. penulis : mugi lestari (pp bppsdmp kementan) sumber : michellia darwis dan mahrita wilis, 2009. cara pembuatan sarang semut untuk pengendalian hama kakao helopeltis. warta penelitian dan pengembangan tanaman industri 15 (3), 2009. ahmad saleh, 2012. studi berbagai jenis sarang permanen untuk mengembangbiakan semut hitam, dolichoderus thoracicus (smith) (hymenoptera : formicidae). jurnal entimologi indonesia 9 (3), 2012.