Loading...

TEKNIK MENINGKATKAN KUALITAS DAN KUANTITAS HASIL PADA TANAMAN DURIAN

TEKNIK MENINGKATKAN  KUALITAS DAN KUANTITAS HASIL PADA TANAMAN DURIAN
Durian merupakan salah satu buah populer yang sangat digemari oleh banyak kalangan. Seiring dengan permintaa buah yang semakin tinggi sementara penghasil buah masih sangat sedikit, sehingga membuat harga buah-buahan melambung tinggi. Hal ini menyebabkan banyak petani yang mulai melirik untuk membudidayakan tanaman buah. Khususnya buah yang satu ini (durian) buah durian merupakan buah mempunyai pasar pasar yang menjanjikan. Tanaman durian yang ditanam dan sudah berproduksi semakin hari terlihat atau dirasakan pertumbuhan, kemampuan produksi maupun kulitas buah yang dihasilkan akan semakin menurun. Hal ini disebabkan karena tanaman semakin hari semakin terlihat kerapuhan batang, cabang ranting dan pertunasan yang kurang memadai, selain itu juga disebabkan dari berbagai masaalah cuaca yang exstrim, dipacu pembuahan di luar musim, terserang hama dan penyakit dan lainnya. Selanjutnya untuk meningkatkan kualitas tanaman durian dapat dilakukan dengan cara memadukan antara batang yang sudah dewasa dengan batang yang memang varietasnya sudah unggul tanpa harus menebang atau mematikan pohon. Nah, cara ini disebut dengan teknologi Top Working. Apa itu teknologi top working? Top working adalah salah satu cara yang digunakan dalam usaha untuk mengganti varietas yang ada dengan varietas baru tanpa harus mematikan tanaman. Teknik ini dapat diterapkan pada hampir semua jenis tanaman buah-buahan (Khususnya Tanaman Durian). Teknik top working ini ditemukan berdasarkan dari pengalaman dan berbagai percobaan yang dilakukan oleh petani dan petugas penyuluh di seluruh Indonesia. Cara Budidaya yang perlu dilakukan diantaranya perbaikan cara pemupukan dan pemeliharaan tanaman dari serangan hama dan penyakit. Pengembangan bibit. Menanam varietas yang unggul yang termasuk varietas unggul untuk tanaman Durian antara lain varietas Montong, Chani atau Durian Petruk. Selanjutnya memperbaiki tanaman yang sudah ada cara yang dilakukan petani biasa disebut "TOP WORKING" Metode ini muncul berdasarkan pengalaman serta percobaan yang dilakukan oleh petani dan petugas penyuluh petanian di wilayah tersebut. PengertianTop Working merupakan usaha perbaikan mutu dengan memperbaiki tanaman yang sudah ada. Keuntungan top working: • Dapat dilakukan pada semua umur tanaman • Tanaman berbuah lebih cepat • Nilai ekonomis meningkat • Perakaran lebih kuat • Jenis buah sesuai keinginan • Satu pohon dapat berbuah lebih dari satu jenis Kerugian top working :• Pertumbuhan tanaman terhambat • Bagi tanaman yang sudah berbuah dapat menghambat waktu berbuah Jenis-Jenis Top Working• Sambung pucuk (Untuk daerah bersuhu rendah)• Sambung susu (Untuk daerah bersuhu sedang/ketinggian sedangDapat dilakukan dengan :• Entris : menggunakan mata tunas• Grafting : menggunakan batang Syarat Tanaman Induk• Untuk sambung pucuk• Sehat• Terkena sinar matahari langsung• Dalam keadaan dormansi maksimal • untuk sambung susu (grafting)• Sehat • Diketahui pasti varietasnya • Sudah berbuah minimal 2x Tahapan Pelaksanaan • Tanaman induk potong miring (20º) secara manual (lebih baik pada musim hujan)• Olesi permukaan dengan meni atau ditutup plastik/pelepah pisang • Biarkan sampai tumbuh tunas (2-3 bulan)• Pilih calon batang yang akan di sambungkan (varietas yang diinginkan) minimal sebesar pensil • Letakkan calon batang sejajar dengan tunas yang akan disambung • Dengan pisau yang tajam sayat batang keduanya setebal 1/3 batang sepanjang 5 cm (sejajar), ketinggian kira-kira 20 cm dari permukaaan batang • Tempelkan kedua batang tepat pada bagian sayatan, ikat kuat dengan tali (tali rafia) Pemeliharaan • Untuk batang tunas pohon induk, potong batang 3-5 cm diatas sambungannya (setelah sambungan berumur 1 bulan)• Untuk batang sambungan (dari polybag), potong batang 3-5 cm dibawah sambungan (setelah sambungan berumur 2 bulan)• 3 bulan setelah itu potong batang seluruhnya (batang dari polybag)• Setelah 4 bulan ikatan tali rafia dilepas • Semua tunas selai sambungan utama dapat dibuang (bertahap)Ditulis ulang oleh : Dalmadi BBP2TP BogorSumber : Balitbangtang, Waryo durian Doro dan Berbagai sumber lain (Internet)Gambar : Waryo durian Doro dan Balitbangtan Balitjestro