Loading...

TEKNIK MENSORTIR DALAM BUDIDAYA IKAN LELE DI KOLAM PEMBESARAN

TEKNIK MENSORTIR DALAM BUDIDAYA IKAN LELE  DI KOLAM PEMBESARAN
Budidaya lele di Kabupaten Tegal sudah tidak asing lagi. Sistem budidaya lele relatif lebih mudah jika dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya. Namun, tidak semua pembudidya lele mengerti betul dengan penerapan teknologi yang tepat guna. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang menggemari budidaya ikan lele maka semakin banyak pula teknologi yang dicobakan sehingga mendapatkan hasil yang lebih optimal. Salah satu teknologi yang didapatkan dari pengalam adalah sortir atau griding. Sortir yaitu memisahkan ikan lele yang berukuran besar dengan ikan lele yang berukuran lebih kecil dengan tujuan mendapatkan ukuran ikan lele yang seragam dalam satu kolam. Hal ini menjadi penting mengingat sifat kanibalisme pada ikan lele, ikan lele yang besar berpotensi memakan ikan lele yang berukuran lebih kecil. Jika tidak pernah disortir, jangan kaget jika awal masuk kolam jumlah benih ikan lele 1.000 ekor, saat panen sisa 500 ekor. Selain itu adanya keseragaman dalam pertumbuhan ikan lele, ikan lele kecil akan tersaingi dalam mencari makan oleh ikan lele yang lebih besar. Ada beberapa hal yang membuat ukuran ikan lele tidak seragam, antara lain: Faktor Genetik Benih yang dihasilkan dari kawin massal atau “kumpul lele” mempunyai kualitas genetik yang berbeda-beda, sehingga dalam pertumbuhannya mengalami perbedaan. Pemberian Pakan Kekurangan pakan yang diberikan juga menjadi penyebab ketidak seragaman walaupun dengan bibit yang satu induk (genetik yang sama). Di dalam satu kolam tersebut pasti dijumpai ikan lele yang dominan (kuat) dan ikan lele yang lemah dalam persaingan perebutan pakan, akhirnya bisa dipastikan yang besar tambah besar yang kecil tambah kecil. Pemberian Pakan Alternatif Ikan lele yang diberikan pakan alternatif (blekicot, keong, ikan rucah, dan lain-lain) cenderung tidak seragam bila dibandingkan ikan lele yang diberi pakan dari pabrikan. Akibat Penyakit Ikan lele yang terserang penyakit walaupun bisa disembuhkan, namun sudah bisa dipastikan bahwa pertumbuhannya akan terhambat. Pelaksanaan sortir sebenarnya sudah bisa dilakukan pada saat penebaran benih, namun ini jarang dilakukan karena benih masih kecil sehingga belum diketahui potensi pertumbuhannya. Umumnya setelah benih berumur + 1 bulan maka ikan lele sudah bisa dilakukan sortir secara berkala sampai panen. Ikan lele hasil sortir dipindahkan ke kolam pembesaran terpisah sesuai dengan ukuran ikan lele. Sortir dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu cara pertama dengan memisahkan ikan lele yang berukuran besar secara manual (tanpa menggunakan alat dan dibutuhkan pengalaman). Cara kedua dengan menggunakan alat berupa bak atau baskom sortir. Pada prinsipnya proses penyortiran untuk usaha pembesaran hampir sama dengan proses penyortiran dalam usaha pembenihan, hanya selang waktunya agak lebih lama. Selain itu, ukuran bak atau baskom yang digunakan juga berbeda, seiring pertumbuhan ikan lele. Berikut ini tahapan penyortiran dalam usaha pembesaran lele: Kondisi ikan lele yang akan disortir dalam keadaan sehat; Siapkan peralatan sortir, berupa slang, serokan, baskom sortir, dan baskom penampungan; Kurangi air kolam menggunakan slang dengan bantuan mesin sirkulasi, hingga ketinggian air mencapai 5 cm; Serok lele menggunakan serokan kain, lalu tuangkan ke dalam baskom sortir yang ditempatkan persis di atas baskom penampungan; Lele yang disortir akan tertinggal di dalam baskom sortir, sedangkan lele yang tidak lolos sortir akan berada di baskom penampungan; dan Pindahkan lele di baskom sortiran ke dalam baskom penampungan hasil sortir. Kembalikan lele di baskom penampungan ke kolam pemeliharaan semula. Sementara itu, lele hasil sortir dipindahkan ke kolam pembesaran lainnya. Dengan melakukan sortir pada budidaya ikan lele, diharapkan pembudidaya mendapatkan hasil yang lebih optimal. Dan yang paling penting dalam budidaya ikan lele perlu kesabaran dan ketelatenan. Jika ada masalah jangan mudah putus asa. Konsultasikan setiap permasalahan kepada orang yang lebih berpengalaman… Insya ALLOH. Slamet P (Penyuluh Perikanan Kab. Tegal) Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}