Loading...

Teknik Menulis Artikel

Teknik Menulis Artikel
Artikel adalah karangan faktual secara lengkap dengan panjang tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan (melalui koran, majalah, buletin, dsb) dan bertujuan menyampaikan gagasan dan fakta yang dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur.Tahap – tahap penulisan1. Tahap prapenulisanPada tahap ini penulis harus mampu mencari pokok persoalan yang ditulis, mencari referensi, menyiapkan outline. Penulis harus memiliki kebiasaan menulis apa yang dibaca, dilihat, didengar,dirasa maupun yan dialaminya. Dalam kegiatan ini penulis memiliki kebiasaan menulis pikiran pokok, paragraf pernyataan, menyalin teks, dsb.2. Tahap penulisanSetelah tahap prapenulisan dilakukan, tahap penulisan dilakukan dengan membuat draft tulisan. Hal yang harus diperhatikan gunakan bahasa Indonesia yang terkesan sederhana dan mudah dipahami. Lebih baik banyak titik daripada banyak koma. Perhatikan kelengkapan subjek-predikat, gaya bahasa, pilihan kata, penataan paragraf, tanda baca dan ejaan. 3. Tahap PascapenulisanSetelah draft tulisan selesai, dilakukan editing (penyuntingan) atau revisi berkaitan dengan keamanan tulisan, pemakaian kalimat, bentukan dan pemilihan kata, pemakaian tanda baca, ejaan dsb. Walaupun semua persoalan dapat ditulisdalam bentuk artikel, ada beberapa rambu-rambu yang harus diperhatikan, yakni :1. Persoalan aktual dan menjadi perhatian masyarakat.2. Masalah yang ditulis tidak menghasut, mengadudomba, memfitnah.3. Tulisan berupa solusi terhadap persoalan. Langkah-langkah Penulisan Artikel :1. Ada masalah yang akan ditulis. Masalah dapat diperoleh dari searching di internet membaca buku atau pengalaman.2. Lengkapi masalah dengan bahan pustaka.4. Bagi penulis pemula, diskusikan masalah dengan teman / pakar.5. Artikel harus didukung fakta dan data.6. Artikel harus ada saran dan pemecahan.7. Mencantumkan sumber kutipan, jika mengutip pendapat orang lain.8. Artikel memiliki nilai aktualitas, artikel berkaitan dengan kejadian yang ada di tengah-tengah masyarakat seperti wabah, unjuk rasa, kenaikan harga sembako.Bagi penulis pemula dapat mencoba metode Induktif – Deduktif, metode ini mengemas suatu fakta atau kejadian yang bersifat khusus menjadi gejala umum atau sebaliknya. Misalnya, ketika terjadi bencana tanah longsor (contoh kasus = hal khusus), semua pihak pasti segera mengkaitkannya dengan penggundulan hutan dan perusakan lingkungan (gejala umum). Metode berpikir induktif ini juga bisa dibalik menjadi deduktif. Pertama kita kemukakan gejala penggundulan hutan dan perusakan alam dengan bergagai data dan faktanya, dari gejala umum ini, kita tarik kesimpulan pada contoh-contoh khusus yang sangat spesifik namun cukup kuat. Misalnya perubahan iklim makro, pemanasan global dll.Selain itu metode induktif – deduktif, dapat juga mengemas artikel dengan mengunakan metode penulisan ilmiah dengan latar belakang, tujuan, kerangka pikir, permasalahan, pemecahan permasalahan, kesimpulan dan saran dsb. Namun dalam mengemukakan latar belakang misalnya, tetap harus digunakan data dan fakta aktual. Misalnya kalau kita menggunakan metode deduktif, kerusakan hutan dan lingkungan yang kita jadikan sebagai latar belakang, harus disertai dengan fakta dan data yang jelas, lengkap dan akurat. Analisis dan opini yang disampaikan pun, harus berupa data.( Nurlaily)Sumber : 1. https://id.wikipedia.org/wiki/Artikel2. 1.Drs.AS Haris Sumadiria, Jurnalistik Indonesia Menulis Berita dan Feature, Bandung, 20063. Drs Indiwan Seto Wahyu W, Dasar-Dasar Jurnalistik, LPJA Jakarta, 2006