Loading...

PENYERBUKAN BUATAN PADA TANAMAN KELAPA SAWIT

PENYERBUKAN BUATAN PADA TANAMAN KELAPA SAWIT
Untuk mengoptimalkan jumlah tandan yang berbuah, dibantu penyerbukan buatan oleh manusia atau serangga.a. Penyerbukan oleh manusiaDilakukan saat tanaman berumur 2-7 minggu pada bunga betina yang sedang represif (bunga betina siap untuk diserbuki oleh serbuk sari jantan). Adapun tanda bunga yang sudah reprensif biasanya kepala putiknya selalu terbuka warna kepala putik cendrung kemerah- marahan serta mengandung lender.Ciri bunga represif adalah kepala putik terbuka, warna kepala putik kemerah-merahan dan berlendir, jika pada waktu itu dilakukan penyerbukan maka keberhasilan pembuahan lebih besar lagi bila dibandingkan dengan keadaan buka betina yang tidak represif atau bunga betina yang tidak siap dibuahi. b. Cara penyerbukan: Bak seludang bunga.Seludang bunga campurkan serbuk sari dengan talkmurni [ 1- 2 ], serbuk sari harus dari pohon yang berkualitas baik, diharapkan dengan menyiapkan dari pohon yang baik akan diperoleh buah kelapa sawit yang baik sesuai harapan dan biasanya sudah dipersiapkan sebelumnya dilabotarium, lalu semprotkan serbuk sari pada kepala putik menggunakan baby duster atau puffer. c. Penyerbukan oleh Serangga Penyerbuk Kelapa SawitSerangga penyerbuk Elaeidobius camerunicus tertarik pada bau bunga jantan. Serangga dilepas saat bunga betina sedang represif. Keunggulan cara ini adalah tandan buah lebih besar, bentuk buah lebih sempurna, produksi minyak lebih besar 15% dan produksi inti (minyak inti) meningkat sampai 30%. d. Pelaksanaan Penyerbukan Buatan Dalam penyerbukan secara buatan, pohon ibu yang digunakan adalah tipe Dura atau Delidura terpilih seperti terdapat di Marihat research Station, sedangkan sebagai pohon bapak digunakan tipe Pisifera yang juga tersedia di Marihat Research Station.Penyerbukan buatan diawali dengan penyediaan serbuk sari. Beberapa saat sebelum bunga matang, bunga jantan dari pohon bapak terpilih dibungkus dengan kantung plastik transparan. Setelah bunga jantan tersebut matang, lalu dipotong dan dibawa ke laboratorium untuk dipisahkan dari tandannya, kemudian diangin-anginkan. Serbuk sari ini dimasukkan ke dalam tube dengan mencampurkan 0,25 gram serbuk sari dengan 1 gram talk. Tube yang telah berisi serbuk sari dimasukkan ke dalam sebuah botol kemudian divakumkan. Sambil menunggu saat penggunaannya botol serbuk sari harus disimpan di dalam almari pendingin (freezer).Pada pohon ibu terpilih, tandan bunga betina ditutup dengan kantung plastik transparan dan diberi label. Amati bunga sampai mencapai tingkat matang reseptif (36-48 jam). Ciri-ciri bunga betina yang telah matang adalah : warna kepala putik menjadi kemerah-merahan dan telah terbuka dan berlendir.Setelah bunga betina reseptif, serbukilah dengan serbuk sari yang telah disiapkan. Satu tube campuran serbuk sari (0,25 gram serbuk sari + 1 gram talk) cukup untuk menyerbuki satu tandan bunga betina.Bunga betina yang telah diserbuki diberi label dan ditutup dengan plastik transparan. Empat hari kemudian penutup dibuka dan tandan bunga betina dibiarkan untuk pertumbuhannya lebih lanjut. Setelah 6 bulan, tandan buah umumnya telah masak. Panen buah dan benih dilakukan bila pada satu tandan telah terdapat paling sedikit satu buah telah lepas dari tandannya.alah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui kebutuhan unsur hara bagi tanaman kelapa sawit adalah dengan mengidentifikasi ketersediaan unsur hara pada daun (leaf sampling unit-LSU). Ketepatan dalam identifikasi unsur hara dalam daun sangat dipengaruhi oleh keterampilan dalam pengambilan sampel (contoh daun) di lapangan. Penyimpangan pengambilan LSU harus diusahakan seminimal mungkin untuk memperoleh contoh daun yang dapat mewakili keadaan tanaman di lapangan. Ibrahim Saragih/Penyuluh Pertanian Pusat Sumber : http://ilmupengetahuanpks.blogspot.com",NULL,NULL,191,1,2018-08-02 08:54:36,NULL,penyerbukan buatan pada tanaman kelapa sawit,NULL,0,NULL,NULL 5382,2,5,23,NULL,1591,1,2018-08-02,TEKNIK PEMANGKASAN DAUN PADA TANAMAN KELAPA SAWIT,TEKNIK PEMANGKASAN DAUN PADA TANAMAN KELAPA SAWIT,"Pemangkasan pelepah kelapa sawit (pruning) adalah pekerjaan kultur teknis yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Pekerjaan ini harus dilakukan secara hati-hati mengingat jumlah pelepah sangat mempengaruhi banyaknya TBS (Tandan Buah Segar) yang mampu dihasilkan oleh pohon sawit. Beberapa penelitian telah membuktikan semakin banyak pelepah yang dimiliki tanaman, maka semakin tinggi pula daya produksinya karena proses fotosintesisnya semakin besar.Namun di sisi lain, pelepah yang terlalu banyak juga akan menimbulkan kesulitan tersendiri pada saat proses pemanenan, termasuk banyak berondolan yang tersangkut di pelepah. Sedangkan apabila jumlah pelepahnya terlalu sedikit, maka jumlah bunga jantan yang dimiliki oleh pohon sawit tersebut malah akan semakin meningkat. Idealnya, jumlah pelepah yang dimiliki oleh pohon sawit muda yaitu 48-56 pelepah serta 40-48 pelepah pada pohon sawit tua. Perlu diketahui, kelapa sawit menghasilkan 18-30 pelepah per tahun, di mana yang menghasilkan TBS hanya sekitar 8-22 pelepah dan sisanya sama sekali tidak.Di bawah ini merupakan ragam dari pemangkasan pelepah kelapa sawit yang patut Anda ketahui.Pemangkasan SanitasiPemangkasan sanitasi dilaksanakan untuk membersihkan tanaman kelapa sawit dari pelepah-pelepah yang mengganggu dan menjaga tingkat keseimbangannya. Waktu pengerjaan pemangkasan ini bertepatan dengan saat melakukan kastrasi yakni ketika tanaman sudah berusia sekitar 17-19 bulan. metode pelaksaannya ialah membuang pelepah-pelepah sawit yang tampak mengering.Pemangkasan PertamaPada umumnya, pemangkasan pertama dilakukan sebelum proses pemanenan yang pertama kali dilaksanakan. Caranya adalah membuang seluruh pelepah yang terletak di bawah TBS yang posisinya paling rendah sehingga pertumbuhan TBS akan lebih optimal. Setelah pelakasanaan pemangkasan pertama, maka tidak perlu dilakukan lagi pemangkasan lanjutan hingga usia pohon mencapai 4 tahun atau letak TBS yang terendah minimal berada 1 meter di atas permukaan tanah.Pemangkasan 4 TahunSetelah 4 tahun berlalu sejak dilakukannya pemangkasan pertama, tanaman kelapa sawit harus dipangkas lagi. Biasanya pada umur di kisaran ini pohon sawit sudah mempunyai pelepah dalam jumlah yang cukup banyak. Jika dilaksanakan pemangkasan secara besar-besaran berisiko mengakibatkan pohon kelapa sawit mengalami stres. Oleh karena itu, metode pemangkasannya wajib dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama yaitu membuang 4 lingkaran pelepah apabila tanaman memiliki 8 lingkaran pelepah. Selanjutnya pada 2-3 bulan kemudian, 4 lingkaran pelepah sisanya tadi dibuang asalkan hanya sampai pada 2 pelepah di bawah TBS yang matang.Pemangkasan 5-7 TahunKelapa sawit yang telah berusia 5-7 tahun perlu dipangkas secara berkala setiap setahun sekali. Metode pelakasanaannya yakni membuang semua pelepah yang berada sampai 2 pelepah di bawah TBS yang masak. Demi menjaga tingkat keseimbangan struktur pohon kelapa sawit, usahakan pohon tersebut masih mempunyai 48-64 pelepah.Pemangkasan 8-14 TahunPada dasarnya, proses pengerjaan pelakasanaan pemangkasan tumbuhan sawit yang berumur 8-14 tahun mirip seperti pemangkasan pada usia 5-7 tahun di atas. Yakni seluruh pelepah yang tumbuh sampai 2 pelepah di bawah TBS yang masak perlu dibuang. Tetapi bedanya jumlah pelepah yang masih tertinggal di pohon kelapa sawit berkisar antara 40-48 pelepah atau 5-6 lingkaran pelepah.Pemangkasan 15 TahunPelaksanaan pruning tanaman kelapa sawit yang berusia 15 tahun juga masih sama seperti pemangkasan 8-14 tahun. Namun harus dicatat, jumlah pelepah yang tetinggal setelah pengerjaan pemangkasan dan pemanenan harus 32 pelepah atau 4 lingkaran pelepah. Ingat, proses pemangkasan ini wajib dilakukan secara bertahap dan terus-menerus sesuai dengan ketentuan-ketentuan di atas agar hasilnya maksimal. Ibrahim Saragih/Penyuluh Pertanian PusatDengan memperhatikan teknik pemangkasan yang benar maka para petani perkebunan kelapa sawit dapat menghasilkan produksi yang optimal sehingga akan mendapatkan keuntungan yang besar. Sumber : http://klpswt.blogspot.com