Komoditas kelapa sangat prospek dalam rantai agribisnis serta mudah ditemui di hampir merata wilayah Indonesia karena dapat hidup di semua jenis kondisi alam misalnya di pantai, pegunungan, dataran rendah, daerah gersang dan kondisi alam lainnya. Dahulu orang menganggap bahwa tanaman kelapa merupakan komoditas yang ditanam hanya sebagai pelengkap tanaman lainnya atau tanaman yang sekedar tumbuh sendiri secara alami saja, namun seiring dengan manfaat ekonomis semua bagian tumbuhan kelapa yang beraneka ragam semakin menarik minat petani untuk melakukan budidaya kelapa. Tentu juga didukung faktor telah seleksi tanaman yang memiliki keunggulan sehingga memperkaya pilihan bagi petani untuk membudidayakan kelapa sebagai salah satu kegiatan agribisnis yang ditekuni. Kelapa dalam maupun genjah yang unggul memiliki produktivitas buah yang banyak, tinggi tanaman yang lebih pendek, umur berbuah cepat, memiliki daging yang lebih tebal jika dibandingkan dengan kelapa yang tidak unggul dan diseleksi. Budidaya kelapa yang bagus diawali dengan menanam bibitnya, sehingga cara sukses pembenihan dan pembibitan kelapa dalam dan genjah unggulan meski diketahui.Pembibitan adalah tempat pertumbuhan kecambah atau bibit hasil seleksi sampai siap tanam dilapangan dan tempat pembibitan dapat dilakukan pada polybag atau bedeng pembibitan.Untuk mendapatkan bibit kelapa yang baik, benar dan seragam perlu dilakukan pembibitan dengan menggunakan tahapan yang dimulai dari penyediaan bahan tanaman, persemaian dan pembibitan. Proses persemaian dilakukan untuk mengecambahkan benih kelapa sebelum dipindahkan kebedeng pembibitan atau polybag. Selanjutnya proses seleksi bibit merupakan pekerjaan yang sangat penting untuk memperoleh bibit kelapa yang seragam sebelum ditanam kelahan usahatani pekebun. Beberapa vareitas unggul kelapa antara lain ; kelapa genjah kuning bali, kelapa genjah kuning nias, kelapa genjah salak, kelapa dalam takome, kelapa dalam sawarna, kelapa dalam palu, kelapa dalam tenga, kelapa dalam bali, kelapa dalam mapanget, kelapa dalam kima atas, kelapa dalam renal, kelapa dalam lubuk pakam, kelapa dalam bnyuwangi.Tahap Pembibitan Kelapa Tahap pembibitan merupakan tempat kelanjutan dari hasil seleksi pertumbuhan benih dari bedeng perbenihan. Sebaiknya benih seleksi dari persemaian dipindahkan ke pembibitan mulai berumur bulan 1 hingga maksimal bulan ke 4. Metode pembibitan ada 2 cara meliputi pembibitan di bedengan tanah secara langsung tanpa polibag dan pembibitan menggunakan polibag.Pembibitan di Bedengan Tanah Secara Langsung Tanpa Polybag Pembibitan di bedengan tanah secara langsung tanpa polybag diawali dengan membuat bedengan dengan cara yang sama seperti membuat bedengan untuk perbenihan hanya saja perlu dilakukan pembuatan parit drainase (sebagai tempat pembuangan air agar tidak berlebihan dan jalan untuk mengontrol serta pemeliharaan benih) antar bedengan lebarnya 60 cm pada tipe tanah ringan atau lebarnya 80 cm pada tipe tanah berat. Selain itu melakukan penanaman benih hingga tunas berada kurang lebih 2 cm pada permukaan tanah dengan tunas mengarah Timur. Jarak tanam benih kelapa terseleksi yang ditanam pada bedeng pembibitan adalah jarak tanam segitiga sama sisi ukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm. Kelebihan sistem ini menurut petani adalah tidak terlalu repot dalam memindahkan benih karena bedeng pembenihan dapat digunakan sekaligus bedeng perbibitan hanya dengan mengatur jarak tanam yang lebih rapat saat persemaian perbenihan kemudian saat umur pembibitan adalah mengatur (menjarangkan) jarak tanam yang sesuai dengan ketentuan sehingga pada benih yang tidak masuk dalam kriteria seleksi tinggal mengganti dengan benih kelapa yang sesuai mutu seleksi.Polibag yang dipakai terbuat dari bahan polyethylene yang memiliki warna hitam serta sebaiknya memiliki ukuran panjang x tinggi yaitu 40 cm x 40 cm dengan ketebalan 0,18 mm-0,20 mm atau jika dihitung menggunakan timbangan 1 kg berisi 30 lembar polibag. Lubangi dibagian bawah polibag menggunakan alat drift dengan diameter 5 mm sebanyak 3 baris lubang dengan ketentuan jarak antar baris 7 cm sedangkan antar lubang di dalam baris 5 cm. Sebelum mengisi polibag dengan tanah sebaiknya bagian dalam polibag dibalik menjadi bagian luar yang bertujuan agar polibag dapat menyangga dan berdiri tegak. Gunakan tanah yang gembur yaitu pada lapisan topsoil yang sudah terpisah dari batu, sisa gulma, akar dan kotoran lain untuk media tanam dalam polibag. Aturlah jarak antar setiap polibag yaitu sistem segitiga dengan jarak 60 cm x 60 cm x 60 cm. Jika polibag yang telah berisi tanah telah siap selanjutnya lakukan pemindahan kecambah bibit kelapa terseleksi dengan mencabut menggunakan mencangkul salah satu sisi benih kelapa selanjutnya ambil benih bersama keseluruhan akar utama. Jangan lupa potong akar utama sampai tersisa sepanjang 5 cm dari kulit buah kemudian taruhlah kecambah (posisi tunas tepat pada bagian tengah dari polybag) secara tegak. Polibag yang sudah terisi benih sebaiknya isi tanah hingga benih hampir tertutup kemudian padatkan tanah dalam polibag menggunakan tangan. Perlakuan selanjutnya yaitu siramlah bibit yang sudah dalam polibag hingga tergenang terhitung maksimal 2 jam setelah dipindahkan.Diharapkan para pekebun dalam mengelola usahatani perkebunannya jika hendak menanam tanaman perkebunan dilahannya baik untuk peremajaan ataupun baru membuka kebun harus menggunakan bibit unggul tanaman perkebunan, yang bibitnya dapat dicari atau dipilih dari para penangkar bibit unggul tanaman perkebunan yang ada didaerah setempat atau melakukan pembibitan sendiri dengan berkonsultasi dengan para penyuluh pertanian setempat atau petugas dinas perkebunan yang ada di daerah itu. Dengan menggunakan bibit unggul perkebunan dilahan usahataninya dan dilakukan proses budidaya yang benar sesuai anjuran yang telah ditetapkan baik dari para penyuluh pertanian, petugas perkebunan dan petugas pertanian yang terkait didaerah setempat, maka pada waktu panen atau waktu produksi akan diperoleh hasil yang optimal. Dr.Ibrahim Saragih/Penyuluh Pertanian PusatSumber: https://www.desapertanian.com