Loading...

TEKNIK PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

TEKNIK PEMBIBITAN KELAPA SAWIT
Proses pembibitan kelapa sawitUntuk perusahaan perkebunan besar baik milik pemerintah ataupun milik perusahaan swasta biasanya untuk kebutuhan bibit kelapa sawitnya diusahakan sendiri dengan melaksanakan dan menerapkan sistim dan prosudur pembibitan yang telah ditetapkan pemerintah, hal ini untuk menekan biaya produksi yang dikeluarkan. Disarankan kepada para petani pekebun yang akan menanam lahan usahataninya dengan tanaman kelapa sawit, maka harus merencanakan dan menyiapkan bibit sawit yang dibutuhkan diambil dari penangkar resmi bibit kelapa sawit yang telah mendapat ijin dari pemerintah dalam hal ini,BBP2TP (Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan) atau melalui Dinas Perkebunan Provinsi atau Perkebunan Kabupaten / kota setempat. Sebagai gambaran dibawah ini akan dijelaskan tahapan proses pembibitan kepala sawit sebagai berikut ;a. PersiapanPertama-tama harus disiapkan adalah pemilihan lokasi pembibitan, dalam pemilihan lokasi harus benar-benar memilih lahan yang datar, jika tidak memungkinkan maka elternatip berikutnya mencari lokasi yang lahan kemiringannya maksimal 30 derajad,sehingga pembuatan bedengan prenursery akan rata. Pada bagian atas bedengan disarankan dibuat naungan berupa atap buatan atau pohon. Untuk menghin dari hewan pengganggu harus dibuat pagar prenursery sehingga pembibitan kelapa sawit aman dan dapat berkembang dengan baik, selain hal tersebut diatas maka sumber air yang dekat dari lokasi pembibitan sangan penting karena masa pemeliharaan pembibitan sangat banyak diperlukan air untuk penyiraman.Pada tahap persiapan ini pemilihan varietas calon bibit sangat penting untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan produksinya tinggi. Adapun varietas yang biasa ditanam adalah ; Dura yang memiliki cangkang tebal [ 3-5 mm ], daging buah tipis dan rendamen minyak 15-17 %, Tenera memiliki cangkang agak tipis [ 2-3 mm ], daging buah tebal dan rendamen minyak 21-23 % dan Pasifera memiliki cangkang yang sangat tipis tetapi daging buah tebal, rendamen minyak tinggi lebih dari 23 %. Tetapi tandan buah hampir selalu gugur sebelum masak, sehingga jumlah minyak yang dihasilkan sedikit.b. Tahap Pengecambahan,Pada pelaksanan pembibitan kelapa sawit selanjutnya adalah pengelolaan pengecambahan, pada tahap ini adalah untuk menumbuhkan tunas dan juga akar muda benih kelapa sawit yang nantinya disebut dengan istilah kecambah, pada pemeliharaan kecambah ini banyak sekali metoda yang dapat dilakukan. Salah satu yang dapat dilakukan adalah melepaskan tangkai kelapa sawit dari bagian spiketetnya, biasanya waktu yang dibutuhkan untuk proses pengeraman tandan buah kelapa sawit adalah selama tiga hari. Selama tiga hari tersebut tandan buah disiram air sesekali agar kelembapannya tetap terjaga dengan baik. Setelah itu buah kelapa sawit kembali dipisahkan dari tandannya untuk kemudian diperam lagi dalam jangka waktu lebih kurang tiga hari lagi. Pada proses ini pemisahan biji kelapa sawit dari dagingnya dapat dilakukan dengan menggunakan mesin khusus supaya lebih baik dan efektif. Selanjutnya biji-biji yang sudah dipisahkan dicuci bersih lalu direndam pada larutan Dithane M-45 dengan dosis 0,2 % sekitar tiga menit. Selanjutnya pembibitan kelapa sawit adalah mengeringkan biji kelapa sawit dan lakukan proses penyeleksian dalam memilih biji yang akan ditanan, pilihlah biji yang memiliki wujud yang seragam.Biji sawit yang sudah dipilih dan kualitasnya baik selanjutnya disimpan pada ruangan tertutup dengan suhu 27 derajad celcius dan kelembapan sekitar 60 – 70 persen. Selanjutnya pengecambahan dilakukan dengan memasukkan biji kedalam kaleng khusus pengecambahan, letakkan pada ruang dengan suhu 39derajad celcius, umumnya proses ini berlangsung selama 60 hari, setelah dilakukan beberapa proses maka biji akan berkecambah dan bisa segera dipakai untuk menjadi benih kelapa sawit. c. Pembibitan Cara pembibitan kelapa sawit dapat dilakukan dengan dua cara, pertama langsung dan kedua dengan dederan, dengan dederan lahan pembibitan dibersihkan lebih dahulu dan diatur perataannya. Umumnya jarak pembibitan benih tanaman kelapa sawit adalah 50 x 50 cm sampai 100 x 100 cm, tentu jaraknya tergantung dari kondisi lahan dan varietas bibit. Sebelum dimasukkan kecambah maka polybag diisi dengan tanah top soil sebanyak 1,5 – 2 kg yang sudah diayak, selanjutnya kecambah di tanam dalam polybag sedalam 2 cm dan polybag disimpan di dalam bedengan dengan diameter 120 cm.Selanjutnya pembibitan kelapa sawit dipindah kedalam polybag dengan ukuran 45 x 60 cm atau 40 x 50 cm yang didalamnya sudah berisi tanah top soil sebanyak 15 – 30 kg.Sebelum menanam terlebih dahulu tanah yang ada dalam polybag disiram sehingga bibit kelapa sawit bisa beradaptasi dengan lingkungan baru. Selanjutnya dilakukan pemeliharaan bibit kelapa sawit yaitu ; pembersihan lahan, penyiraman, pengendalian hama dan penyakit dan pemupukan. Setelah bibit kelapa sawit berumur 8 bulan sampai 12 bulan maka kondisi bibit sawit tersebut sudah baik untuk dilakukan penanaman kelapangan sesuai dengan areal yang telah dipersiapkan. Ibrahim Saragih