Loading...

TEKNIK PEMBUNGAAN KELENGKENG

TEKNIK PEMBUNGAAN KELENGKENG
Kelengkeng (Dimorcapus longan) salah satu jenis buah-buahan yang disukai sebagian besar orang, karena rasanya yang manis. Buah yang satu ini diminati oleh petani karena harganya yang cukup tinggi. Pohon lengkeng dapat mencapai tinggi 40 m dan diameter batangnya hingga sekitar 1 m. Berdaun majemuk, dengan 2-4(-6) pasang anak daun, sebagian besar berbulu rapat pada bagian aksialnya. Sumber gambar: www.google Tangkai daun 1–20 cm, tangkai anak daun 0,5-3,5 cm. Anak daun bulat memanjang, panjang lk. 1-5 kali lebarnya, bervariasi 3-45 × 1,5–20 cm, mengertas sampai menjangat, dengan bulu-bulu kempa terutama di sebalah bawah di dekat pertulangan daun. Perbungaan umumnya di ujung (flos terminalis), 4–80 cm panjangnya, lebat dengan bulu-bulu kempa, bentuk payung menggarpu. Mahkota bunga lima helai, panjang hingga 6 mm. Buah bulat, coklat kekuningan, hampir gundul; licin, berbutir-butir, berbintil kasar atau beronak, bergantung pada jenisnya. Daging buah (arilus) tipis berwarna putih dan agak bening. Pembungkus biji berwarna coklat kehitaman, mengkilat. Terkadang berbau agak keras. Perlu diketahui bahwa cara menanam kelengkeng biar cepat berbuah tidaklah sulit. Pohon kelengkeng (mempunyai tiga kelompok bunga, yaitu, bunga berkelamin tunggal, berbunga jantar dan betina). Tanaman klengkeng yang berumah satu (bunga jantan dan bunga betina terjadi pada satu pohon) kadang kala berbunga hanya sedikit sehingga mengeluarkan buahnya juga sedikit. tak terkecuali di saat musimnya pada bulan September. Hal inilah menjadikan tingkat produktivitas klengkeng sangat rendah. Dari beberapa perlakuan, cara perundukan dahan dinilai paling efektif untuk perangsangan pembungaan pada tanaman kelengkeng yang berumur produktif (8-15 tahun). Perundukan dilakukan dengan cara menarik percabangan ke bawah dengan kawat atau tali agar menjadi horisontal. Antara kawat dan dahan atau cabang yang dirundukan diberi sabut kelapa agar kulit dahan tidak mengalami luka. Tunas-tunas akan tumbuh di percabangan yang dirundukkan untuk selanjutnya dipangkas. Setelah tumbuh bunga, perundukan dilepas kembali. Seluruh pertanaman diperlakukan dan dirawat sesuai cara perawatan petani, terutama dalam hal pemberian pupuk kompos dan kimia diseragamkan. Pupuk dasar yang diberikan adalah SP-36 0,8 kg, KCl 0,55 kg, dan NPK 0,7 kg per pohon. Pupuk tersebut diberikan dengan cara dibenamkan dan ditutup tanah di dalam parit yang dibuat melingkar di bahwa tajuk tanaman. Ukuran parit sedalam 20 cm dan lebar 15 cm. Dengan perlakuan perundukkan dahan, dihasilkan bunga-bunga yang tidak hanya tumbuh di ujung rantingnya saja, tetapi tumbuh pula bunga-bunga dan buah-buah pada dahan yang dirundukan. Dahan atau cabang yang dirundukan dalam posisi horisontal menjadi mudah berbunga dan berbuah. Bila cabang-cabang dibiarkan tumbuh ke atas, akan terjadi apikal dominan. Saat itu daun cenderung keluar terus menerus. Susi Deliana Siregar Daftar Pustaka : Joko Susilo, Sukses Bertanam Kelengkeng Varietas Unggul, 2009. Pustaka Baru Press