Loading...

TEKNIK PENYIMPANAN BIJI KEDELAI

TEKNIK PENYIMPANAN BIJI KEDELAI
Penyimpanan merupakan kegiatan yang penting terutama dalam upaya mengawetkan dan menjaga mutu hasil. Dalam penyimpanan biji kedelai beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah tempat penyimpanan, suhu dan kelembaban tempat penyimpanan, keadaan biji (kadar air dan kebersihan biji), serta tata cara penyusunan kemasan di dalam ruangan penyimpanan. Benih kedelai yang dimasukan kedalam kantong plastik kemudian dibungkus dengan karung goni, pada kadar air awal 7-8% bb tidak berubah selama 5 bulan penyimpanan dibandingkan dengan yang dimasukkan kedalam karung goni. Benih kedelai yang disimpan pada kadar air benih 9 – 12 % bb mengalami laju kerusakan lebih kecil dibandingkan dengan yang disimpan pada kadar air awal 16% bb. Syarat dan Prosedur Penyimpanan Biji Kedelai Penyimpan dilakukan dalam ruangan yang berlantai semen. Biji kedelai yang sudah dikemas disimpan di ruangan tersebut dengan beralaskan kayu. Hindarkan kemasan biji bersentuhan langsung dengan lantai atau dinding agar tidak mempengaruhi kelembaban biji.Suhu ruangan yang baik untuk penyimpanan biji kedelai adalah suhu 18-200C dan kelembaban sekitar 55%. Kondisi suhu dan kelembaban ini dapat mempertahankan daya simpan biji kedelai dapat mencapai satu tahun lebih dengan daya kecambah di atas 85%.Biji kedelai yang disimpan harus berkadar air di bawah 10%. Dengan kadar air seperti ini biji dapat terhindar dari cendawan dan hama gudang. Akan tetapi, kadar air benih tidak boleh kurang dari 7% karena benih menjadi keriput sehingga daya tumbuhnya berkurang. Teknik Fumigasi Fumigasi merupakan salah satu cara dari beberapa teknik pengendalian hama yang sering digunakan oleh para profesional manajemen pengendalian hama. Pengendalian hama gudang yang sering dilakukan dengan menggunakan pertisida. Ada dua cara atau teknik pengendalian hama gudang yang sering dilaksanakan yaitu:• Pengendalian hama bersifat preventif dengan cara spraying pada lantai, atap, dinding bagian dalam dan luar. Pestisida yang digunakan adalah racun kontak atau racun perut dan umumnya bersifat residual.• Pengendalian hama bersifat kuratif dengan cara fumigasi. Pestisida yang digunakan adalah pestisida racun pernapasan. Sehingga tidak mempunyai residual effect sehingga setelah fumigasi selesai, komoditas akan mudah terserang kembali oleh hama. Prinsip fumigasi adalah mematikan hama yang ada pada waktu tersebut.• Bahan kimia yang digunakan untuk proses fumigasi disebut "fumigan", jenis fumigan yang digunakan antara lain metil bromida (Ch3Br), hidrogen phosfin (Ph3) dan sulfuril fluorida (SO2F2). Aspek Kritis dalam Prosedur Penyimpanan Hasil Panen terhadap Serangan Organisme Penggangu Tanaman (OPT) Gudang• Hindarkan dari serangan tikus untuk mencegah terjadinya kemasan rusak. Karung-karung disimpan dalam tempat/gudang yang kering/tidak lembab dan diberi alas kayu agar tidak langsung bersentuhan dengan lantai. Tempat penyimpanan/gudang harus bersih, bebas dari hama atau penyakit, apabila disimpan dalam waktu yang lama, setiap 2-3 bulan dijemur ulang dengan kadar air 9-14 %. • Biji kedelai yang disimpan dalam waktu lama kadar airnya dapat meningkat melebihi kadar air awal. Peningkatan kadar air benih yang mencapai 14% menyebabkan biji mudah terserang hama bubuk kedelai (Bluchus sp). Hama tersebut berupa kumbang kecil berwarna hitam yang memakan biji kedelai. Oleh karena itu, untuk menjaga kadar air dilakukan penjemuran secara periodik tiga bulan sekali, sedangkan untuk mengendalikan hama gudang dapat digunakan fungisida, pembersihan gudang, dan pembuangan biji-biji yang rusak.• Kemampuan Untuk Mengatur Suhu dan Kelembaban Ruangan• Tempat penyimpanan harus teduh, kering dan bebas hama dan penyakit, biji kedelai yang akan disimpan sebaiknya mempunyai kadar air 9-14 %. Khusus untuk biji yang akan dijadikan benih, kadar airnya harus • Simpan benih pada ruang penyimpanan ber AC dengan suhu sekitar 100 , kelembaban relatif sekitar 4 %. Tempatkan pada rak-rak atau pada lantai yang diberi alas kayu.• Pisahkan ruang simpan benih dengan ruang simpan sarana produksi lain. Kelompokkan benih berdasar varietas untuk memudahkan pengecekan benih dan dokumentasikan data benih yang disimpan. Ditulis kembali oleh : Ir.Kukuh Wahyu WidjajantoBalai Besar Pengakajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP)Jl. Tentara Pelajar No.10 Bogor,14116E-mail : widjajantokukuh@yahoo.comSumber : Balai Penelitian Kacang kacangan dan Umbi Umbian (Balitkabi) Malang (2015)