Loading...

TEKNIK UNTUK REHABILITASI (TEKNIK SAMBUNG SAMPING) DAN PEREMAJAAN TANAMAN KAKAO

TEKNIK UNTUK REHABILITASI (TEKNIK SAMBUNG SAMPING) DAN PEREMAJAAN TANAMAN KAKAO
Kakao (Theobroma cacao) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki potensi pengembangan yang cukup tinggi, karena selain mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani pekebun dan memberikan sumbangan yang cukup tinggi terhadap devisa negara juga bisa menyerap tenaga kerja yang cukup tinggi.Perbanyakan tanaman kakao dapat dilakukan menurut dua cara yaitu generatif dan vegetatif, perbanyakan vegetatif menghasilkan tanaman yang memiliki sifat sama dengan induknya, namun perlu keterampilan dan tambahan biaya sedangkan perbanyakan generatif menghasilkan keturunan yang tidak sama dengan induknya.Sambung samping merupakan salah satu teknik perbanyakan secara vegetatif, teknik ini dikembangkan untuk mengatasi permasalahan tanaman kakao yang relatif sudah tua, serangan hama dan penyakit yang cukup tinggi sehingga mengakibatkan penurunan produktivitas dan kualitas hasil kakao. Varietas hibrida adalah benih F1 hasil persilangan dua tetua atau lebih secara alami dan dianjurkan untuk batang atas, diperoleh dari beberapa produsen benih nasional yang resmi.Keuntungan sambung samping waktu pelaksanaan kegiatan relatif singkat biaya lebih murah dan tanaman kakao lebih cepat berproduksi, sedangkan batang bawah dapat berfungsi sebagai penaung sementara dan masih diharapkan menghasilkan buah coklat sebelum batang sambungan berproduksi.Tanaman kakao yang sudah cukup tua terkadang susah untuk berproduksi, oleh sebab itulah perlu direhabilitasi. Salah satu cara yaitu melalui melalui teknik sambung samping. Teknik sambung samping pada tanaman kakao merupakan salah satu teknik peremajaan tanaman kakao yang sudah berumur lanjut (± 18 tahun). Teknik ini menggunakan batang atas (entris) dari kakao klon unggul yang kemudian di sambungkan pada batang tanaman kakao dengan tujuan untuk menghasilkan tanaman baru yang lebih produktif.Bahan dan alat yang digunakan dalam metode sambung samping adalah entries, di mana syarat entries yang baik yaitu bebas dari serangan hama dan penyakit, berasal dari tanaman yang produktif muda dengan panjang entris diambil 30-50 cm dari ujung cabang yang berwarna hijau muda, plastik pengikat, tanaman Kakao dewasa, Kantong plastik bening, pisau okulasi, dan gunting okulasi.Secara teknis pelaksanaan sambung samping dilakukan sebaiknya pada pagi hari dan awal musim hujan, agar tanaman yang akan di sambung dalam keadaaan segar, dan mudah terkelupas. Uraian pelaksanaan sambung samping adalah batang kakao di kerat pada ketinggian 40-60 cm dari permukaan tanah. Setelah itu batang di sayat dengan pisau bersih selebar 1 cm dengan panjang 2-4 cm. Sayatan di buka dengan hati-hati supaya tidak merusak kambium. Kemudian entres dimasukkan dengan hati-hati kedalam lubang sayatan, sampai kedasar sayatan.Kulit batang tanaman pokok di tutup kembali sambil ditekan dengan ibu jari dan di ikat. Setelah itu plastik penutup di pasang. Selanjutnya dilakukan pengamatan tanpa membuka plastik penutup entres 2-3 minggu setelah penyambungan. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah sambungan itu jadi atau tidak. Bila kondisi entres masih segar berarti sambungan berhasil. Pembukaan plastik penutup dilakukan bila panjang tunas sudah mencapai 2 cm atau ± berumur satu bulan sejak pelaksanaan sambungan.Pemiliharaan tanaman hasil sambung samping, tidak hanya pada batang yang di sambung samping tetapi meliputi segala aspek meliputi pendangiran, pengendalian hama penyakit, pemupukan, pemangkasan, dan pengairan. Pemupukan sebaiknya dilakukan 2 kali, yaitu sebulan sebelum penyambungan, dan sebulan setelah penyambungan. Setelah 3 bulan pelaksanaan sambung samping tajuk batang bawah dipangkas. Batang bawah dapat dipotong total bila batang atas telah tumbuh kuat dan sehat. Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP)Alamat Email : harnati_r@yahoo.com Sumber Bacaan :1. Dwi Priyanto Model Usahatani Integrasi Kakao Kambing Dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Petani2. http://tabloidsinartani.com/content/read/sambung-samping-untuk-rehabilitasi-tanaman-kakao-tua/3. http://ditjenbun.pertanian.go.id/bbpptpambon/berita-262-rehabilitasi-kakao-dengan-metode-sambung-samping.html4. Sumber Gambar Berasal dari Tabloid Sinar Tani