Loading...

Teknologi Budidaya Cabai Merah

Teknologi Budidaya Cabai Merah
Cabai adalah salah satu komoditas sayuran unggulan nasional dengan daya adaptasi dan nilai ekonomi tinggi. Cabai termasuk komoditas strategis pertanian yang mendapat perhatian serius dari pemerintah dan pelaku usaha karena kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Rata-rata produktivitas cabai secara nasional selama 5 tahun terakhir sekitar 8 ton/ha (BPS, 2016). Kebutuhan cabai untuk kota-kota besar sekitar 800.000 ton/tahun atau sekitar 66.000 ton/bulan. Untuk memenuhi kebutuhan bulanan masyarakat perkotaan diperlukan luas area panen cabai sekitar 11.000 ha/bulan, sedangkan pada saat perayaan hari besar dan acara syukuran luas area panen cabai yang harus tersedia berkisar antara 12.100- 13.300 ha/bulan (Anwarudin dkk, 2015). Cabai diperkirakan masuk ke Indonesia pada awal abad 15 oleh para pelaut Portugis. Penyebaran cabai ke seluruh Nusantara dilakukan secara tidak langsung oleh para pedagang dan pelaut Eropa yang mencari rempah-rempah ke pelosok Nusantara (Agromedia, 2007). Peta sebaran areal pertanaman cabai merah di Indonesia meliputi 34 provinsi dengan sasaran produksi tertinggi terfokus di Pulau Jawa diikuti Sumatera Utara. Dalam RENSTRA Kementerian Pertanian Tahun 2015-2019 sasaran produksi cabai merah besar mengalami peningkatan 11,75% artinya permintaan cabai dari waktu ke waktu terus meningkat. Hal ini sejalan dengan program pemerintah yang tengah mengembangkan komoditas unggulan yang berpeluang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Pengembangan komoditas cabai merah lingkup nasional memiliki empat sasaran, yaitu (1) Ketersediaan cabai merah yang lebih merata sepanjang tahun; (2) Stabilisasi harga cabai merah di pasaran; (3) Pengurangan impor cabai merah; dan (4) Peningkatan ekspor cabai merah. Untuk mencapai sasaran tersebut maka salah satu upaya yang dilakukan adalah peningkatan produksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap cabai merah yang semakin meningkat. Hal ini mendorong pengusaha benih menyediakan berbagai jenis dan varietas cabai dengan keunggulannya masing-masing sehingga memudahkan petani dan pelaku usahatani dalam memilih jenis cabai maupun varietas yang akan dibudidayakan. Dalam pemilihan varietas cabai yang perlu dipertimbangkan antara lain kesesuaian permintaan pasar (rasa, warna, penampakan, ukuran, dll.), produktivitas tinggi, tahan terhadap serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan cocok ditanam pada kondisi agroekosistem setempat. Pemilihan benih juga merupakan hal penting bagi petani dan pelaku usahatani, karena benih yang baik dan sehat merupakan dasar bagi pertumbuhan tanaman agar dapat tumbuh dan berkembang serta berproduksi secara optimum. Pemilihan benih harus memperhatikan sertifikat/label benih, kadar air benih, kemurnian benih, daya kecambah benih dan kesehatan benih. Penulis : Adika Putra, SP Sumber : http://riau.litbang.pertanian.go.id/ind/images/stories/PDF/cabai.pdf