Dalam upaya mendukung pencapaian sasaran produksi padi tahun 2017, sebesar 78.132.000 ton gabah kering giling (GKG) yaitu berdasarkan RKP (Rencana Kerja Pemerintah), maka melalui dana APBN telah dialokasikan di daerah (Kabupaten/Kota/Provinsi) kegiatan padi melalui Program Peningkatan Produksi dan Mutu Hasil Tanaman Pangan salah satunya adalah kegiatan Mina Padi seluas 4.000 hektar. Teknologi Budidaya Mina Padi merupakan budidaya terpadu antara ikan dan padi dalam satu hamparan sawah yang dapat meningkatkan produktivitas lahan sawah, yaitu selain tidak mengurangi hasil padi juga dapat menghasilkan ikan. Kelebihan dan Keuntungan Budidaya Mina PadiBeberapa kelebihan dan keuntungan budidaya minapadi yaitu : 1) meningkatkan kesuburan lahan sawah, karena kotoran ikan banyak mengandung unsur hara yang baik untuk tanaman padi; 2) dapat menekan penggunaan pupuk; 3) ikan dapat juga membatasi tumbuhnya tanaman lain yang bersifat kompetitor dengan padi dalam pemanfaatan unsur hara; 4) mengurangi biaya penyiangan tanaman liar; 5) meningkat produktivitas padi sebesar 10% dan dapat meningkatkan pendapatan sebesar 20%. Kriteria spesifik Calon Lokasi Kegiatan Budidaya Mina Padi melalui Program Peningkatan Produksi dan Mutu Hasil Tanaman Pangan harus memiliki kriteria spesifik calon lokasi yaitu : 1) lokasi kegiatan diprioritaskan pada sawah yang bisa diatur pengairannya; 2) lokasi kegiatan diutamakan pada daerah irigasi teknis yang dapat menyediakan air untuk pemeliharaan bibit ikan dan 3) lokasi kegiatan diutamakan pada daerah yang telah menggunakan varietas unggul baru tahan genangan dan benih ikan sehat. Beberapa langkah Budidaya Mina PadiUntuk mensukseskan program Budidya Mina Padi seluas 4.000 hektar berikut disampaikan beberapa langkah Budidaya Mina Padi sebagai berikut : Persiapan lahanPersiapan lahan dilakukan dengan : 1) mengolah tanah hingga sempurna sampai kedalaman 15-20 cm sehingga diperoleh perbandingan lumpur dan air 1 : 1; 2) Pematang dibuat padat dan kokoh agar tidak mudah bocor dan longsor dengan ukuran lebar dasar pematang 40 - 50 cm, lebar atas 30 - 40 cm dan tinggi 30 - 40 cm; 3) Pematang dibersihkan dari gulma agar tidak menjadi sarang hama padi maupun ikan; 4) Lapisi pematang dengan lumpur secara berkala agar bersih dan rapi. Setelah kering, lumpur pelapis pematang akan mengeras sehingga gulma tidak mudah tumbuh; 5) Caren dibuat sebelum pengolahan tanah, diukur secara baik sehingga kedalamannnya sesuai yang dikehendaki karena fungsi caren sebagai media hidup ikan, tempat memberi makan ikan, memudahkan ikan bergerak ke seluruh petakan serta memudahkan panen ikan; 6) Air yang digunakan harus memenuhi persyaratan baku mutu budidaya dan sanitasi, tidak tercemar oleh cemaran fisik, kimia dan biologis dari alam, industri, permukiman dan pertanian serta memiliki sistim pengaturan air yang baik, sehingga air mudah untuk dikendalikan; 7) Untuk saluran pemasukan air dan pengeluaran air diberi saringan yang dibuat dari kawat kasa, bambu atau bahan lainnya untuk menghalangi ikan keluar dari lahan sawah. Karakteristik PadiPadi yang cocok untuk budidaya minapadi adalah yang mempunyai karakteristik sebagai berikut : 1) Pengakaran dalam, agar padi yang ditanam tidak mudah roboh sehingga menghambat pergerakan ikan; 2) Cepat beranak (bertunas), untuk menghindari keterlambatan pertumbuhan tunas akibat genangan air; 3) Batang kuat dan tidak mudah reba, untuk menghindari pertumbuhan batang yang lemah akibat serapan air ketanaman yang cukup tinggi; 4) Tahan genangan pada awal pertumbuhan; 5) Daun tegak untuk memperbanyak sinar matahari yang dapat diterima oleh permukaan daun, sehingga proses fotosintesis lebih baik dan pertumbuhan padi akan meningkat dan 6) Tahan hama dan penyakit. Penanaman IkanJenis ikan yang dibudidayakan harus memenuhi kriteria benih bermutu dan mempunyai nilai ekonomis. Beberapa jenis komoditas yang dapat dikembangan dalam minapadi adalah ikan mas; nila maupun lele. Ikan ini di tebarkan ke lahan persawahan setelah 4 hari penanaman padi. Untuk pemeliharaan yang bagus, maka ikan yang ditebarkan memiliki ukuran yang sama. Jika ikan yang kita tebarkan berukuran antara 2 – 3 cm, maka penebarannya adalah sebanyak 2 – 3 ekor tiap meter persegi luas lahan. Tetapi untuk ikan ukuran 3 – 5 cm, penebarannya sebanyak 1 – 2 ekor tiap meter perseginya. Sementara untuk menjaga keberadaan dan pertumbuhan ikan, maka kita menambahkan makanan tambahan dari dedak, yaitu gilingan lembut kulit padi sejumlah 2 sampai 4 kg setiap hari untuk setiap hektare lahan mina padi. Biasanya dalam waktu 30 sampai 40 hari kemudian ikan yang ditebarkan dengan ukuran 2 - 3 cm sudah mencapai ukuran 3 – 5 cm, sementara yang berukuran 3 – 5 cm sudah mencapai ukuran sebesar 5 – 8 cm. Panen Ikan dan PadiPanen ikan dilakukan setelah mencapai umur pemeliharaan ikan. Untuk memudahkan panen, keluarkan air dari pelataran sawah secara berangsur-angsur hingga air tersisa pada parit/caren. Setelah ikan berkumpul di saluran keliling/caren, selanjutnya ikan ditangkap dan dimasukkan kedalam tampungan.Pemanenan padi pada sistem mina padi sama seperti permanenan pada penanaman monokultur. Permanenan padi dilakukan setelah gabah masak merata dengan menggunakan sabit bergerigi untuk mengurangi rontoknya bulir padi sawah. Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Utama, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.comSumber : 1) Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Padi Tahun 2017, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian.2) Petunjuk Teknis Sarana Budidaya Minapadi, 2016 Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Direktorat Produksi dan Usaha Budidaya3) http://benihikan.net/perikanan-budidaya/kiat-sukses-minapadi/