Loading...

TEKNOLOGI BUDIDAYA TANAMAN NILAM YANG BAIK

TEKNOLOGI BUDIDAYA TANAMAN NILAM YANG BAIK
Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang dikenal sebagai minyak nilam. Produk yang dihasilkan dari usaha tani nilam berupa terna (daun dan ranting). Untuk meningkatkan produksi dan produktivitas terna dan minyak nilam perlu dilakukan teknologi budidaya panen yang baik dan benar untuk perlu mengenal hal-hal yang terkait dengan Syarat tumbuh tanaman, bahan tanam, pembibitan, persiapan lahan, penanaman, pemupukan dan pemeliharaan tanaman. Syarat tumbuhNilam tumbuh dan dapat berproduksi dengan baik di daerah ketinggian 0-1.200 m diatas permukaan laut (dpl), namun akan tumbuh dan berproduksi optimal pada daerah dengan ketinggian 10-400 m dpl. Dengan curah hujan 3.000 mm/tahun, suhu udara antara 24-28�C dengan kelembaban diatas 75%, intensitas penyinaran untukproduksi minyak nilam optimal berkisar 75-100%. Tanaman nilam membutuhkan tanah yang su bur dan gembur, serta perlu banyak air (namun tidak tahan genangan), tekstur tanah lempung sampai liat berpasir dengan pH 5,5-7. Bahan tanamanNilam yang ditanam di Indonesia, sebagian besar adalah nilam Aceh karena mempunyai kualitas minyak lebih baik dari jenis nilam Jawa dan kadar minyak sekitar 2,5-5%. Secara kasat mata ada perbedaan antara nilam Aceh dengan nilam Jawa yaitu nilam Aceh mempunyai permukaan halus, tepi daun yang bergerigi tumpul dan ujung daunnya runcing, sedang nilam Jawa permukaan daunnya kasar, tepi daun bergerigi runcing dan ujung daun meruncing. Ada tiga varietas nilam Aceh yang sudah dilepas yaitu varietas Tapak Tuan, Lhokseumawe dan varietas Sidikalang. Keunggulan ketiga varietas dapat disampaikan sebagai berikut: a) Varietas tapak tuan mempunyai produksi terna kering sebesar 13,278 ton/ha, kadaar minyak 2,83%, produksi minyak 375,76 kg/ha dan kadar patcholi alcohol (minyak nilam) sebesar 33,31%; b) Varietas Lhokseumawe mempunyai produksi terna kering sebesar 11,087 ton/ha, kadar minyak 3,21%, produksi minyak 355,89 kg/ha dan kadar patcholi alcohol (minyak nilam) sebesar 32,63%; dan c) Varietas Sidikalang mempunyai produksi terna kering sebesar 10,902 ton/ha, kadaar minyak 2,89%, produksi minyak 315,06 kg/ha dan kadar patcholi alcohol (minyak nilam) sebesar 32,95%. Untuk perbanyakan tanaman, sebaiknya menggunakan bahan tanaman yang berasal dari varietas unggul, sehat serta bebas dari organisme pengganggu tanaman (OPT). Bahan tanaman diambil dari batang atau cabang stek yang berdiameter 0,8-1,0 cm, dengan panjang setek 10-20 cm dan paling sedikit mempunyai 3-4 mata tunas. Setek diambil dari cabang yang sudah cukup umur dan berasal dari tengah-tengah cabang. Kebutuhan tanaman � 20.000 ton/ha tanaman, belum termasuk bagian tanaman untuk penyulaman.Persiapan lahanSebelum bibit ditanam, lahan dibersihkan dari segala jenis gulma dan semak belukar, kemudian diolah dan dicangkul hingga gembur. Pengolahan dilakukan secara intensif. Kemudian buat lubang tanam dengan ukuran panjang 30 cm, lebar 30cm dan dalam 30 cm, selanjutnya buat parit pembuangan air dengan ukuran lebar 30-40 cm dan dalam 50 cm. PembibitanBahan tanaman berupa setek batang atau setek cabang sebaiknya ditanam di pesemaian terlebih dahulu supaya bahan tanaman/bibit dapat tumbuh dengan baik dan merata. Tempat pesemaian dipilih tanah yang gembur, dekat dekat sumber air dan bebas darigulma. Media pesemaian merupakan campuran dari tanah, pupuk (pupuk kandang) dan pasir dengan perbandingan 2:1:1. Sebelum disemai, setek direndam dalam air, daun pada buku yang akan dibenamkan dalam tanah dibuang kemudian tanah disekeliling dipadatkan, kemudian beri pupuk daun seminggu sekali pada umur1,5 bulan bibit siap ditanam di lapang. PenanamanPenanaman nilam dilakukan dengan jarak 90-100 cm antar barisan dan 40-50 cm dalam barisan (jarak tanam yang digunakan sesuai kondisi lahan). Pada lahan yang datar dan terbuka, gunakan jarak tanam yang lebih lebar (100x50 cm) sehingga tidak saling menutupi dan sinar matahari dapat langsung mencapai permukaan tanah. Pada lahan yang miring (15%) jarak antar barisan lebih lebar, dan jarak dalam barisan lebih rapat (40 cm) dan arah barisan menurut kontur. Pada tanah dengan kesuburanyang tinggi jarak tanam sebaiknya 100x100cm. Penanaman dapat dilakukandengan menanam setek langsung dinlapang atau menggunakan bibit. Bila menanam dengan setek langsung dinlapang, agar menggunakan 2-3 stek per lubang dan bila menggunakan bibit dari pesemaian bibit ditanam satu bibit per lubang. Tanaman nilam dapat dibudidayakansecara monokultur, tumpang sari, tumpang giliratau budidaya lorong dengan tanaman perkebunan, buah-buahan, sayuran atau tanaman lainnya. PemupukanTanaman nilam membutuhkan tambahan unsur hara berupa pupuk organik seperti pupuk kandang, kompos dan pupuk hijau dan pupuk an organic seperti Urea, SP-36 dan KCl. Pupuk organik diberikan pada saat tanam sebanyak 1-2 kg per lubang dan pemberian pupuk an organik satu bulan setelah tanam atau setelah panen. Pupuk an organik diberikan dengan dengan dosis 180 kg/ha Urea, 90 kg/ha SP36 dan 90 kg/haKCl. Pemupukan pertama dilakukan pada tanaman umur 1 bulan, pemupukan kedua dilakukan pada saat tanaman berumur 3 bulan. Pemeliharaan TanamanUntukmempertahankan air pada musim kemarau, sebaiknya menggunakan mulsa dari alang-alang atau sisa tanaman nilam yang baru dipanen untuk merangsang pertumbuhan tunas baru. Bila perkembangan kanopi cukup lebar, agar dilakukan pemangkasan sehingga tanaman tidak saling menutup.Selain menggunakan mulsa, tanaman nilam perlu dilakukan penyiangan yaitu pada saat tanaman berumur satu bulan atau saat gulma mulai tumbuh. Penyiangan perlu dilakukan untuk mengurangi persaingan tanaman dengan gulma dalam pengambilan unsur hara tanah. Pada saat tanaman berumur tiga bulan, dilakukan pembubunan agar tanah tetap gembur dan pertumbuhan akar pada cabang dekatpermukaan tanah terpacu. Panen dan pasca panenPanen pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 4-6 bulan, panen berikutnya dilakukan dalam selang waktu 2-6 bulan sekali sampai tanaman berumur tiga tahun. Panen dilakukan dengan cara memangkas tanaman setinggi15-30 cmdiatas tanah dan tinggalkan satu cabang tanaman untuk merangsang pertumbuhantanaman selanjutnya. Panen dilakukan pada pagi hari dan atau sore hari menjelang malam, karena bila dilakukan pada siang hari daun sedang berfotosintesa sehingga laju pembentukan minyak berkurang, daun kurang elastisdan mudah robek. Panen nilam dilakukan sebelum daun nilam menjadi coklat kemerahan karena daun yang berwarna coklat rendemen minyaknya sudah berkurang. Potong hasil pangkasan sepanjang 3-5 cm kemudian dijemur dibawah terik matahari selama 5-6 jam. Selanjutnya daun dilayukan dengan cara mongering anginkanselama 2-3 hari, sampai kadar air mencapai 15%, tebal lapisan penjemuran sekitar 50 cm dan dibalik sebanyak 2-3 kali sehari, selanjutnya terna nilam siap disuling.. oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber : 1) Pedoman Budidaya Tanaman Nilam, Direktorat Budidaya Tanaman Semusim, Ditjen Perkebunan, Departemen Pertanian, 2006; 2) Teknologi Budidaya Nilam, Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Badan Litbang Pertanian, 2008; 3) Dihimpun dari berbagai sumber.