Terong (Solamun Melangenal) adalah tanaman sayuran selain mengandung banyak vitamin juga sangat dikenal dan digemari oleh masyarakat Indonesia, karena dapat di Budidayakan baik di pekarangan maupun dilahan sawah. Pesemaian Terong diperbanyak dengan biji, biji disemaikan pada tempat yang telah di siapakan sebelumnya yaitu dengan membuat bedengan yang tanahnya dicampur dengan pupuk kandang yang telah jadi, diseterilkan diberi atap menghadap ke timur dan miring ke barat setinggi 1 m, agar matahari dapat masuk sebanyak mungkin sedangkan sinar matahari sore sedikit. Atap penting dibuat agar dapat menjaga kelembaban dan suhu tempat pesemaian .Kemudian biji ditaburkan diatas tanah pesemaian dengan hati-hati dan tipis-tipis berbaris dengan jarak antara barisan 5 cm, sebaiknya diletakkan satu persatu. Pengolahan Tanah dan Pupuk Dasar Pengolahan tanah, tanah dicangkul/diluku sedalam 30 cm dengan posisi dibalik dengan tujuan supaya gulma dan rumput tertimbun dan keasaman tanah dapat berkurang, apabila tanah tandus perlu diberikan pupuk kandang/kompos jika tanah subur tidak perlu pemberian pupuk kandang/kompos. Dibuat bedengan-bedengan yang lebarnya 120 -140 cm. Pada bedengan dibuat parit pembuangan/saluran drainase selebar 30 cm. Pada tiap lubang diberi pupuk kompos/kandang yang sudah jadi sebanyak 0,5 kg. Penanaman Penanaman dilakukan setelah bibit berumur 1,5 bulan sejak menyebar ( daun 4 helai) bibit dipindah kelobang tanam pada bedengan.Tiap lubang ditanami 1tanaman yang sehat, kuat dan subur tumbuhnya untuk mendapatkan bibit yang sehat, kuat dan tumbuhnya diperlukan 150 – 500 gram tiap hektar. Pemupukan Pemupukan diberikan setelah tanaman berumur 2 minggu dapat dipupuk dengan pupuk buatan tunggal dengan perbandingan N : P : K ( Urea 1 : SP 36 1,5 : Mov 1 ) dengan dosis 100 Kg Urea: 150 Kg Sp 36 dan 100 Mov. Pupuk diberikan disekeliling tanaman dengan jarak 5 cm perbatang, pemberian pupuk diberikan sebaiknya sewaktu mendangir. Pemeliharaan Peliharaan tanaman terong yang penting adalah menyiang rumput/gulma dan menyiram pada waktu kekeringan dan membuang air pada waktu kelebihan. Pengendalian Hama dan Penyakit Pengendlian Hama Kutu dan Tungau dapat diberantas dengan pesticida yang dianjurakan. Penyakit busuk buah oleh cendawan phomopsis vexaus dan penyakit gugur daun disebabkan cendawan Verticillum alboartrum, keduanya sulit diberantas tapi dapat dicegah sebelum terlambat dengan Dithane M 45 (Fungisida). Panen Panen buah Terong dapat dilakukan panen berumur 4 bulan dan pemungutan selanjutnya diusahakan jangan sampai terlambat karena buah terong akan menjadi liar dan kurang enak. Rata-rata dapat menghasilkan buah sebanyak 100 - 300 kg /ha. Buah terong dapat digunakan sayur lodeh, di opor, ditumis, sambal, dan untuk lalap terong glatik Disusun Oleh : Pujiyono, S.P (Penyuluh Pertanian) BPP Kayu Labu Kec. Pedamaran Timur Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. OKI