Kecamatan Rembang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Pasuruan yang menjadi daerah pengembangan tanaman buah mangga. Selain Rembang masih ada kecamatan Grati, Sukorejo dan Kecamatan Wonorejo. Hal ini tidak lepas dari adanya pusat penelitian tanaman mangga terbesar se-Indonesia Balitbu cukurgondang yang ada di kecamtan grati. Dari sanalah banyak dihasilkan varietas-varietas baru yang akhirnya menjadi komoditi mangga andalan Kabupaten Pasuruan dantaranya mangga garifta, marfta, gedung gincu, arum manis 143 dan mangga gadung klonal-21. Khusus di daerah Kecamatan Rembang tanaman mangga yang dikembangkan adalah varietas mangga gadung klonal-21 yang juga dikenal sebagai mangga alpukat. Karena kecocokan dengan topografi daerah kecamatan rembang, mangga gadung klonal-21 yang ditanam di daerah tersebut memiliki ciri yang khas dibandingkan dengan tanaman mangga dengan varietas yang sama dengan daerah lain, sehingga mangga gadung klonal-21 yang ditanam di areal perkebunan petani di rembang banyak sekali peminatnya dari konsumen bahkan produsen yang memasarkan ke pasar-pasar tradisional bahkan ke pasar modern ex. Cerefour,giant, holy buah, dll. Tanaman mangga adalah salah satu jenis tanaman buah yang banyak terdapat di Indonesia. Tanaman yang menghasilkan buah dengan nama yang sama ini merupakan tanaman yang berbuah rata-rata hanya sekali dalam setahun. Buah mangga juga merupakan komoditi hortikultura yang banyak disukai masyarakat, bukan hanya karena cita rasanya yang lezat, tetapi juga karena tanaman ini juga memberikan keindahan tersendiri disaat tumbuh dan berbuah. Karena itulah tidak heran jika tanaman mangga banyak dijumpai dipekarangan rumah warga di Kecamatan Rembang. Di Kecamatan Rembang musim buah mangga rata-rata jatuh pada bulan Oktober sampai Desember. Karena sifatnya yang berbuah musiman ini menyebabkan harga jual buah mangga tidak stabil. Harga buah mangga bisa melonjak tinggi ketika musim berbuah berakhir, sedangkan pada saat musim buah harganya sangat murah. Hal ini selalu menjadi permasalahan serius yang dialami petani mangga setiap tahun. Ketika musim panen raya buah mangga tiba harganya anjlok bahkan tidak laku sama sekali. Situasi seperti ini selalu dialami petani mangga setiap tahunnya, karena setiap kali panen harga jual buah mangga sangat murah sehingga petani merugi. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan pengaturan pembuahan mangga supaya tanaman mangga dapat berbuah di luar musim. Dengan pengaturan pembuahan di luar musim ini petani lebih diuntungkan karena harga jual buah mangga bisa lebih mahal dibandingkan harga jual saat musim raya. Selain petani, konsumen juga diuntungkan karena buah selalu tersedia sepanjang waktu dengan harga yang tetap stabil.. Pada saat musim buah raya (on-season), harga buah mangga menjadi sangat murah, misalnya gadung klonal-21 yang biasanya Rp. 25.000/kg turun menjadi Rp. 13.000/kg. Untuk mengatasi permasalan tersebut,perlu pengaturan pembuahan mangga agar tanaman dapat panen di luar musim (off-season). Keuntungan dari pengaturan pembuahan mangga di luar musim antara lain harga buah mangga di luar musim lebih tinggi dibanding pada musim raya sehingga akan menguntungkan petani (keuntungan ekonomi). Selain itu buah akan tersedia dalam waktu yang panjang, sehingga membantu pemenuhan gizi masyarakat dan pengurangan impor buah. Teknik pembuahan mangga off-season yang dulu dilakukan petani adalah secara konvensional yaitu dengan mengerat pembuluh floem (kulit pohon), pelukaan (mencacah kulit kayu, memaku, mengiris kulit kayu dan pengikatan (mengikat pohon dengan kawat). Cara tersebut sudah tidak direkomendasikan lagi karena dapat merusak tanaman. Saat ini teknik yang diterapkan oleh petani untuk merangsang pembuahan mangga off season adalah dengan menggunakan ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) misalnya NAA, KNO3, Paklobutrazol dan Auxin. Teknologi pembuahan mangga off season yang banyak dilakukan petani rembang khususnya daerah Oro Ombo Kulon dan Oro Ombo Wetan adalah menggunakan penggunaan zat pengatur tumbuh.Zat pengatur tumbuh yang digunakan untuk merangsang pembungaan tanaman mangga adalah: paklobutrazol. Tujuan dari pemberian zpt ini ialah untuk menghentikan pertumbuhan vegetatif tanaman. Tanaman mangga yang akan diberi ZPT harus dalam kondisi sehat, tidak sedang tumbuh tunas (flush) dan sudah berproduksi (tanaman produktif). Teknik pemberian ZPT Paklobutrazol ada dua cara, yaitu dikocorkan mengelilingi batang (drenching) dan diinjeksikan ke batang. Dengan menyiramkan larutan (drenching) Diterapkan apabila mudah mendapatkan air Takar paklobutrazol sebanyal 10-15 cc dan masukkan ke dalam 1 liter air. Buat parit sedalam 10 cm secara melingkar mengeliingi pohon dengan jarak 1-1,5 m dari pohon. Tuangkan larutan secara merata ke dalam parit. Bila kondisi sangat kering, sebelum parit ditutup perlu disiram lagi dengan air sebanyak 3-4 L/pohon. Tutup parit dengan tanah bekas galian, hingga seluruh parit tertutup. Aplikasi selesai. Dengan cara injeksi (bor) Diterapkan untuk lokasi yang sulit mendapatkan air Batang dibor miring 45° sedalam 10 cm pada ketinggian 75-100 cm dari permukaan tanah. Dengan menggunakan spet, paklobutrazol disedot sebanyak 10-15 cc kemudian disuntikkan ke dalam lobang bor. Lobang disumbat/disumpal dengan dedaunan kering atau kertas koran yang dibulatkan kemudian ditutup dengan parafin yang dipanaskan hingga lobang tertutup rapat. Aplikasi selesai