Loading...

Teknologi Pakan Ternak Ruminansia

Teknologi Pakan Ternak Ruminansia
Jenis ternak ruminansia atau jenis hewan memamah biak seperti sapi, kerbau, kambing dan domba memiliki sistem pencernakan yang khas dan sempurna. Ruminansia mempunyai kemampuan yang unik yakni mampu mengkonversi pakan dengan nilai gizi rendah menjadi pangan berkualitas tinggi. Lambung ternak ruminansia mampu mencerna bahan pakan yang kandungan serat kasarnya tinggi. Kelompok ternak yang memiliki alat pencernakan seperti ini, makanan pokoknya adalah hijauan, sedang kebutuhan pakan penguat hanya sebagai bahan tambahan saja. Teknologi pakan ternak ruminansia meliputi teknologi budidaya hijauan pakan, pengolahan, pengawetan, dan teknologi penyimpanan pakan .1. Budidaya Hijauan PakanHijauan pakan ternak (HPT) merupakan sebutan untuk pakan ternak bagi ternak ruminansia. Budidaya hijauan makanan ternak merupakan unsur yang ikut menentukan keberhasilan usaha ternak. Karena ketersediaan hijauan ternak yang tidak tetap sepanjang tahun,maka diperlukan budidaya hijauan pakan. Untuk mendapatkan produksi ternak yang tinggi diperlukan budidaya hijauan pakan ternak yang dilakukan secara semi intensif atau secara intensif. Teknologi budidaya hijauan pakan meliputi penyiapan lahan, pengolahan, penyemaian, penanaman, pemupukan, perawatan, pemotongan/pemanenan dan penggantian.2. PengolahanPengolahan pakan dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pakan serta mempermudah penyimpanan ataupun pengangkutan pakan. Pengolahan dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya dengan pencacahan rumput atau limbah pertanian yang diolah menjadi Roti sapi (Wafer), jerami fermentasi, amoniasi jerami dan lain-lain. Cara lain yaitu dengan memberikan suplemen pakan untuk meningkatkan kualitas pakan. 3. PengawetanPengawetan dapat dilakukan secara basah dan secara kering. Secara kering yaitu dibuat hay, yatu pakan hijauan berupa rumput-rumputan / leguminosa yang disimpan dalam bentuk kering dengan kadar air 15% - 20%. Sedangkan secara basah yaitu dengan dibuat silase, yaitu pengawetan rumput melalui proses fermentasi pakan hijauan secara un-aerobe. Fermentasi dilakukan dengan menambahkan campuran aditif mikrobiologis seperti pada proses pembuatan silase, dan setelah 3 minggu jerami padi dapat diberikan kepada ternak atau disimpan hingga 5 bulan atau tanpa mengalami kerusakan yang berarti. Pengaweta jerami juga dapat dengan Aminiasi Jerami, yaitu proses perlakuan terhadap bahan limbah pertanian (jerami) dengan penambahan bahan kimia kaustik soda (Na OH), sodium hisroksida (KOH) atau Urea CO (NH2) 2. Proses amoniasi dapat juga dengan menggunakan sebanyak 6% sebagai bahan kimia, molasses dan air. 4. Penyimpanan Musim hujan merupakan musim yang kaya akan hijauan pakan ternak, bahkan produksinya lebih dari yang diperlukan., sedangkan musim kemarau merupakan musim paceklik atau miskin hijauan sehingga seringkali hijauan yang ada mempunyai kualitas yang rendah. Dengan demikian maka penyediaan pakan ternak yang berkualitas tidak mencukupi kebutuhan sepanjang tahun apabila tidak diatasi dengan pengawetan..serta penyimpanan hijauan dengan baik. Hijauan pakan ternak dapat disimpan dalam lumbung pakan, berupa hijauan pakan yang telah diawetkan secara kering (hay) dan secara basah (silase), atau sisa hasil pertanian lainnya. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian pada Pusat Penyuluhan Peranian. Sumber:Sistem Pakan Ternak Ruminansia. Direktorat Budidaya Ternak Ruminansia. Direktorat Jenderal Peternakan. Departemen Pertanian. 2006.