Lahan pertanian di Indonesia banyak yang mengalami degradasi, ditunjukkan dengan semakin menurunnya kandungan unsur hara, dan bahan organik dalam tanah, serta meningkatnya pencemaran lahan pertanian karena limbah pestisida. Degradasi lahan pertanian terjadi karena pengelolaan lahan yang tidak tepat sehingga menyebabkan jumlah lahan kritis di Indonesia semakin bertambah banyak. Penggunaan pestisida dalam kurun waktu yang panjang berdampak pada kehidupan biota tanah. Pupuk kimia tertentu yang berkonsentrasi tinggi dalam waktu yang panjang menyebabkan terjadi penurunan kesuburan tanah karena kekurangan unsur hara lainnya terutama unsur hara mikro dan bahan organik tanah. Permasalahan degradasi lahan dapat dikendalikan dengan penerapan pengelolaan lahan secara berkelanjutan melalui pemanfaatan potensi bahan organik yang berasal dari lingkungan sekitar. Sumber bahan organik dapat berasal dari sisa tanaman, pupuk kandang, serta limbah organik rumah tangga. Pupuk organik mempunyai kelebihan antara lain meningkatkan kesuburan kimia, fisik, dan biologi tanah, serta mengandung zat pengatur tumbuh yang penting untuk pertumbuhan tanaman. Penggunaan pupuk cair dengan memanfaatkan jenis mikroorganisme lokal (MOL) menjadi alternatif penunjang kebutuhan unsur hara dalam tanah. Larutan MOL mengandung unsur hara makro, mikro, dan mengandung mikroorganisme yang berpotensi sebagai perombak bahan organik, perangsang pertumbuhan, dan agen pengendali hama dan penyakit tanaman sehingga baik digunakan sebagai dekomposer, pupuk hayati, dan pestisida organik.Bahan utama dalam pembuatan MOL terdiri dari tiga komponen antara lain : (1) karbohidrat berasal dari air cucian beras, nasi basi, singkong, kentang, gandum, rebung, rumput gajah, dan daun gamal; (2) glukosa dari gula merah, cairan gula pasir, dan air kelapa; (3) sumber mikroorganisme berasal dari keong mas, kulit buah-buahan, air kencing, dan terasi. Sebagai contoh Pembuatan MOL dilakukan dengan memanfaatkan daun gamal dikombinasikan, gula merah, dan air cucian beras. Membuat MOL daun gamal sebagai bahan baku karena daun gamal merupakan salah satu jenis tanaman leguminoceae dengan kandungan unsur hara yang tinggi, sangat murah dan efisien, bahan alami yang terdapat di lingkungan sekitar, serta proses pembuatannya yang sederhana. Teknik Membuat Mol Daun Gamal Dalam pembuatan Mikro Organisme Lokal sebaiknya dilakukan dengan pola menerapkan higenitas sistem produksi dan kebersihan tempat produksi serta menggunakan bahan dari tanaman sehat, dan bila sebaliknya MOL yang diproduksi dari bahan bahan yang tidak sehat seperti MOL berbahan busukan buah , sayuran daun dll yang diproduksi petani akan menimbulkan permasalahan gagal panen akibat spora cendawan pathogen dan colony bakteri pathogen dari busukan buah yang terinfeksi tersebut. MOL yang tidak sehat bila disemprotkan pada tanaman maka tanaman akan semakin sakit. Produksi MOL yang dibuat bila perlu diadakan pemeriksaan cek kwalitas dilaboratorium apakah Mikroorganisme yang diproduksi menguntungkan atau merugikan. Untuk membuat mol daun gamal yang diperlukan 2 kg daun gamal, 400 gr gula merah, dan 4 liter air bekas cucian beras. Alat yang digunakan antara lain adalah ember untuk mencampur bahan, pisau untuk memotong-motong daun gamal dan mengiris gula merah, plastik untuk menutup ember, Karet Ban pengikat penutup plastic, selang untuk aerasi, dan botol untuk tempat airasi. Cara membuatnya;Daun gamal dipotong-potong lalu ditumbuk sampai hancur, dimasukkan dalam jerigen, kemudian gula merah yang sebelumnya diiris-iris halus dimasukkan bersama air cucian beras dalam jerigen. Setelah semuanya dimasukkan, lalu dikocok-kocok supaya tercampur merata, menutup ember dengan plastic transparan kemudian ikat yang kuat, melubangi bagian atas plastic, kemudian menghubungkan dengan botol yang berisi air dengan selang, difermentasikan selama minimal 21 hari, menyaring MOL yang sudah jadi, kemudian menyimpannya dalam botol, mol siap digunakan. Cara aplikasi 1) Sebagai pupuk daun dan pestisida nabati campurkan 1 – 4 liter MOL daun gamal dalam tangki semprot 14 – 17 liter air. Kemudian semprotkan pada tanaman yang diusahakan di lahan pertanian, dalam mengaplikasikan kelapangan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari secara merata pada tanaman 2) Untuk pengomposan campurkan 1 bagian Mol buah dengan 5 bagian air dan tambahkan gula merah lalu semprotkan ke bahan organik yang akan di fermentasi. Penulis : Dalmadi BBP2TP BogorEmail. dmdl2011@yahoo.comSumber Bacaan dan foto : Balitbangtan , dan sumber lainnya