Loading...

Teknologi Penanaman Tumpangsari

Teknologi Penanaman Tumpangsari
Untuk lahan sawah pengolahan tanah dengan olah tanah minimum (OTM) dan tanpa olah tanah (TOT). OTM dilakukan setelah panen padi sawah dengan cukup membersihkan lahan dari tunggul jerami dan rumput. Selanjutnya dibuat alur bajak untuk tanam dan saluran drainase keliling lahan disiapkan. Pengolahan tanah dilahan kering dilakukan sebelum turun hujan dengan cangkul atau garpu. Pada daerah dengan kondisi tanah ringan, pengolahan tanah cukup dengan pembajakan satu kali dan diratakan dengan garpu satu kali. Berikut disampaikan teknologi penanaman Padi Gogo – Jagung; Padi Gogo – Kedelai dan Jagung – Kedelai. Padi Gogo – Jagung• Setelah kondisi lahan optimal, segera lakukan penanaman benih padi dengan tugal. Jarak tanam padi gogo adalah 20 cm (antar barisan) x 10 cm (dalam barisan), sedangkan jarak tanam jagung 40 cm (antar barisan) x 12.5 cm (dalam barisan). Jarak antara blok padi atau jagung disesuaikan dengan perhitungan populasi dan/atau disesuaikan dengan lebar combine harvester untuk memudahkan pada waktu pemanenan.• Untuk pertanaman padi gogo dilakukan lebih awal dengan selang waktu tiga minggu sebelum penanaman jagung.• Penanaman benih padi sebanyak 5-7 butir/lubang, sehingga akan digunakan benih sebanyak 50 kg/ha. Penanaman benih jagung sebanyak 1 biji/lubang sehingga akan digunakan benih sebanyak 25 kg/ha.• Populasi tanaman per hektar pada sistem tumpangsari ini menggunakan populasi rapat, kurang lebih 250.000 rumpun/ha untuk padi dan 100.000 batang/ha untuk jagung. Padi Gogo-Kedelai• Setelah kondisi lahan optimal, segera lakukan penanaman benih padi dengan tugal. Jarak tanam padi gogo adalah 20 cm (antar barisan) x 10 cm (dalam barisan), sedangkan jarak tanam kedelai 30 cm (antar barisan) x 10 cm (dalam barisan). Jarak antara blok padi atau kedelai disesuaikan dengan perhitungan populasi dan/atau disesuaikan dengan lebar combine harvester untuk memudahkan pada waktu pemanenan.• Untuk penanaman padi dapat dilakukan pada waktu yang bersamaan dengan penanaman kedelai atau akan lebih baik bilamana dapat dilakukan penanaman padi lebih awal sekitar 2 (dua) minggu sebelum penanaman kedelai.• Penanaman benih padi sebanyak 3-5 butir/lubang, sehingga akan digunakan benih sebanyak 50 kg/ha. Penanaman benih kedelai sebanyak 2-3 benih/lubang sehingga akan digunakan benih sebanyak 70 kg/ha.• Populasi tanaman per hektar pada sistem tumpangsari ini menggunakan populasi rapat, kurang lebih 250.000 rumpun/ha untuk padi dan 300.000 rumpun/ha untuk kedelai.• Untuk lahan yang belum pernah ditanami kedelai, sebelum tanam, benih kedelai dimasukkan dalam ember berisi air yang telah dicampur inokulan rhizobium untuk membasahi benih dengan larutan tersebut. Bisa juga menggunakan tanah secukupnya dari bekas pertanaman kacang-kacangan. Jagung - Kedelai• Setelah kondisi lahan optimal, segera lakukan penanaman benih jagung dengan tugal. Jarak tanam jagung adalah 40 cm (antar barisan) x 12.5 cm (dalam barisan), sedangkan jarak tanam kedelai 30 cm (antar barisan) x 10 cm (dalam barisan). Jarak antara blok jagung atau kedelai disesuaikan dengan perhitungan populasi dan/atau disesuaikan dengan lebar combine harvester untuk memudahkan pada waktu pemanenan.• Untuk penanaman kedelai dapat dilakukan lebih awal dengan selang waktu 3 (tiga) minggu sebelum penanaman jagung.• Penanaman benih kedelai sebanyak 2-3 benih/lubang sehingga akan digunakan benih sebanyak 70 kg/ha. Penanaman benih jagung sebanyak 1 benih/lubang, sehingga akan digunakan benih sebanyak 25 kg/ha.• Populasi tanaman per hektar pada sistem tumpangsari ini menggunakan populasi rapat, kurang lebih 100.000 batang/ha untuk jagung dan 300.000 rumpun/ha untuk kedelai.• Untuk lahan yang belum pernah ditanami kedelai, sebelum tanam, benih kedelai dimasukkan dalam ember berisi air yang telah dicampur inokulan rhizobium untuk membasahi benih dengan larutan tersebut. Bisa juga menggunakan tanah secukupnya dari bekas pertanaman kacang-kacangan. Kegiatan selanjutnya adalah pemeliharaan tanaman dengan pengendalian gulma, pemberian pupuk, pengendalian hama dan penyakit, panen dan pasca panen seperti pada budidaya pada umumnya. Demikian informasi yang dapat disampaikan semoga bermanfaat.Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Utama, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.comSumber : 1) Petunjuk Teknis Tumpangsari Padi, Jagung dan Kedelai, 2018 Badan Litbang, Kementan.2) https://www.google.com3) www.litbang.pertanian.go.id