Jeruk Keprok (Citrus reticulata) merupakan jeruk yang dapat tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Pohon jeruk ini merupakan leluhur dari berbagai jenis spesies dan varietas jeruk di dunia, memiliki ukuran yang relatif lebih kecil dibandingkan jeruk lainnya. Di Indonesia, sentra produksi Jeruk Keprok dapat dijumpai di Batu, Jember dan Banyuwangi Provinsi Jawa Timur, Garut Provinsi Jawa Barat, Timor Tengah Selatan Provinsi NTT dan Bali. Sumber Gambar: http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/tag/jeruk-keprok/ Jeruk atau citrus yang berkembang di Soe, Nusa Tenggara Timur lebih dikenal masyarakat setempat dengan sebutan Jeruk Keprok SoE. Pohon jeruk keprok SoE kalau dipelihara secara optimal akan menghasilkan buah yang banyak, berukuran relatif seragam, dan jika dipanen pada saat petik optimum dengan cara yang benar, penampilan buah menjadi sangat menarik, yaitu kulit buah berwarna orange-kemerahan, mengkilat, dan rasanya manis dan segar di mana kandungan gula dan asam proposional sesuai selera konsumen. Jeruk atau citrus yang berkembang di Soe, Nusa Tenggara Timur, lebih dikenal masyarakat setempat dengan sebutan jeruk keprok soeMutu buah jeruk ditentukan oleh ukuran yang seragam, penampilan yang menarik biasanya yang berwarna kuning merata dan mulus, serta bercita rasa manis segar sesuai permintaan pasar. Selain rasanya, warna dan kemulusan kulit buah jeruk sering menjadi daya tarik utama konsumen untuk membeli buah jeruk. Saat panen buah jeruk keprok SoE yang paling tepat adalah pada kondisi buah telah memasuki stadia masak fisiologis, yaitu dalam kondisi di mana kandungan komponen mutu dalam buah telah mencapai maksimal dan tidak akan berubah atau hanya sedikit berubah karena jeruk termasuk golongan buah non klimaterik. Jadi penentuan saat panen yang tepat untuk jeruk keprok SoE sangat penting kaitannya dengan upaya mendapatkan buah bermutu prima dan kemudian terus dipertahankan bahkan diperbaiki dengan perlakuan pasca panen yang benar. Sortasi dan Sanitasi BuahSortasi adalah memilah atau membuang buah hasil panen yang dinilai tidak layak untuk dipasarkan bisa merupakan bentuk buah, ukuran buah, tingkat kemasakan, buah yang memar atau tergores sewaktu panen dan transportasi, atau buah yang busuk akibat serangan penyakit pascapanen. Jadi sortasi buah dilakukan saat buah dikumpulkan setelah panen atau setelah menjalani transportasi. Sanitasi buah bertujuan untuk menghilangkan kotoran yang melekat pada kulit buah tersebut. Sanitasi buah juga dimaksudkan untuk menjaga buah dari serangan beberapa penyakit pascapanen baik penyakit dari lahan maupun selama dalam penyimpanan.Tahapan sanitasi buah yaitu: 1) Pencucian dengan menggunakan air dan sabun cair, menggunakan lap basah, dibilas kemudian dikeringkan; 2) Pencelupan ke dalam larutan sanitiser selama 5 detik kemudian ditiriskan hingga kering; 3) Bahan sanitazer buah yang bisa digunakan adalah soda ash 3% (30 g/l air), Soda Bicarbonate 2% (20 g/l); 4) Sodium Hypochlorite (120 ml/l) atau kombinasi Bicarbonate 2% (20 g/l) + 1.5% Sodium Hypochlorite (120 ml/l); 5) Pencucian buah dengan fungisida sangat tidak disarankan.DegreeningDegreening atau menghilangkan warna hijau, adalah teknologi merubah atau menghilangkan warna hijau kulit buah jeruk menjadi berwarna kuning/orange merata yang lebih disukai konsumen. Jika warna buah Jeruk Keprok SoE telah berkembang sempurna, degreening tidak perlu dilakukan, tetapi jika warna buah tidak merata karena sesuatu sebab, misalnya amplitudo suhu kurang besar, maka degreening pada Jeruk Keprok SoE perlu dipertimbangkan. Degreening dapat dilakukan dengan menggunakan gas asetilen, karbit, dan ethrel. Sebelum dilakukan degreening buah harus dicuci atau menjalani sanitasi buah dulu. Buah jeruk masak fisiologis baik secara individual maupun kelompok dicelup dalam larutan dengan dosis 1-2 ml ethrel per liter air matang, kemudian ditiriskan. Setelah itu, buah ditempatkan pada suhu ruang hingga berubah warna. Pelapisan LilinPelapisan lilin atau waxing lilin kulit buah jeruk dilakukan agar buah nampak mengkilap sehingga menjadikan konsumen lebih tertarik. Selain itu, pelapisan lilin juga terbukti dapat memperpanjang daya simpan buah jeruk. Tahap perlakuan pelilinan pada buah yaitu: 1) Sebelum melakukan pelapisan lilin buah jeruk, petugas dianjurkan memakai sarung tangan plastik. Bahan lilin diencerkan dengan air matang (50:50) di baskom atau wadah lainnya; 2) Buah dimasukkan dalam keranjang kecil atau rajutan plastik yang berongga, kemudian dicelup dalam baskom berisi larutan lilin; 3) Keranjang diangkat untuk ditiriskan dan buah selanjutnya ditempatkan pada rak hingga kering; 4) Buah jeruk keprok yang telah dililin, disimpan di ruang pendingin; 5) Penampilan buah bisa diperbaiki dengan sanitasi, degreening dan pelilinan buah jeruk yang dipanen pada stadia yang optimal tetapi rasa buah sangat dipengaruhi oleh teknik pengelolaan kebun terutama pemupukan yang berimbang. PenyimpananTujuan penyimpanan adalah memperpanjang waktu ketersediaan buah di pasaran, yaitu dengan memperlambat aktivitas fisiologi buah, menekan perkembangan patogen, menekan kehilangan air/pengeringan. Penyimpanan bisa dilakukan dengan aplikasi suhu rendah, modifikasi atmosfir, dan mengatur kelembaban. Penyimpanan dalam suhu 4-7°C dapat memperpanjang daya simpan buah Jeruk Keprok SoE hingga sekitar 8 minggu. GradingGrading atau pengkelasan buah adalah mengelompokkan buah berdasarkan diameter dan atau bobot buahnya. PengemasanTujuan utama pengemasan adalah mencegah terjadinya kerusakan fisik karena gesekan satu buah dengan yang lainnya, menekan respirasi dan transpirasi terutama selama dalam pengriman. Pengemasan dapat dilakukan dengan menggunakan box plastik, menggunakan kayu, kardus atau bahan yang lainnya.Demikian Teknologi Pascapanen Jeruk Keprok SoE, semoga dapat bermanfaat. Susi Deliana Siregar Daftar Pusataka:Pedomana Peningkatan Mutu Jeruk, 2012. Direktorat Budidaya dan Pascapanen Buah Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian