TEKNOLOGI PENGOLAHAN PAKAN Beberapa Teknologi pengolahan bahanpakan yang termasuk dalam proses pengawetan dapat diuraikan sebagai berikut : 1. HAY Ø Hay adalah hijauan yang sengaja dipotong dan dikeringkan agar bisadiberikan pada ternak sebagai pakan, terutama pada waktu kekurangan hijauan(musim kemarau).Ø Pembuatan Hay bertujuan untuk menyeragamkan waktu panen agar tidakmengganggu pertumbuhan pada periode berikutnya, sebab tanaman yang seragam akanmemilik daya cerna yang lebih tinggi.Ø Tujuan khusus pembuatan Hay adalah agar tanaman hijauan (pada waktu panenyang berlebihan) dapat disimpan untuk jangka waktu tertentu sehingga dapatmengatasi kesulitan dalam mendapatkan pakan hijauan pada musim kemarau.Ø Syarat tanaman yang dibuat Hay adalah bertekstur halus, dipanen pada awalmusim berbunga serta dipanen dari area yang subur. 1.1. Metode Pembuatan Hay : Ø Metode HamparanMetode Hamparan yang merupakan metodesederhana, dilakukan dengan cara meghamparkan hijauan yang sudah dipotong dilapangan terbuka di bawah sinar matahari. Setiap hari hamparan di balik-balikhingga kering. Hay yang dibuat dengan cara ini biasanya memiliki kadar air: 20- 30% (tanda: warna kecoklat-coklatan).Ø Metode PodMetode Pod dilakukan dengan menggunakansemacam rak sebagai tempat menyimpan hijauan yang telah dijemur selama 1 - 3hari (kadar air ±50%). Hijauan yang akan diolah harus dipanen saatmenjelangberbunga berkadar protein tinggi, serat kasar dan kandungan air optimal),sehingga hay yang diperoleh tidak berjamur (tidak berwarna “gosongâ€) yang akanmenyebabkan turunnya palatabilitas dan kualitas. 1.2. Pengawet yang digunakan Ø Garam dapur 1-2 % berfungsi untuk:- Mencegah timbulnya panas karena kandungan uap air- Mengontrol aktivitas mikroba- Menekan pertumbuhan jamurØ Amonia cair berfungsi untuk:- Mencegah timbulnya panas- Meningkatkan kecernaan hijauan- Memberikan tambahan Nitrogen 1.3. Proses atau cara pembuatan hay Ø Hijauan dipotong (copper) kemudian langsung dibawa ke tempat penjemuran.Ø Hijauan tersebut disebar tipis dan setiap saat dibolak balik selama 1-2jam.Ø Usahakan pada penjemuran berlangsung singkat sehingga kadar air menjadi15-20%.Ø Setelah kering dikumpulkan dan dipres, diikat tali untuk memudahkan tempatpenyimpanan. 1.4. Kriteria Hay yang baik Ø Berwarna tetap hijau meskipun ada yang kekuning-kuninganØ Daun yang rusak tidak banyakØ Bentuk hijauan masih tetap utuh & jelasØ Tidak terlalu kering sebab akan mudah patah 2. STANDINGHAY Standing hay adalah istilah asing yangdiberikan untuk rumput atau hijauan pakan ternak (HPT) lain yang dibiarkan keringdi lapangan. Petani di Indonesia khususnya di pulau Jawa sebenarnya sudahmengenal standing hay dalam bentuk pohon (batang) dan daun jagung yang dibiarkan kering dilapangan, setelah jagungnya dipetik. Kelebihan standing hay dibanding hay adalah biasanya lebih kering dan tidak membusuk, walaupun dilapangan tidak terus-menerus mendapat cahaya matahari 3. SILASE Ø Silase adalah pakan yang telah diawetkan dari bahan pakan berupa tanamanhijauan, limbah industri pertanian, serta bahan pakan alami lainya, denganjumlah kadar / kandungan air pada tingkat tertentu. Pakan tersebut dimasukandalam sebuah tempat yang tertutup rapat kedap udara, biasa disebut dengan silo,selama sekitar tiga minggu.Ø Di dalam silo tersebut tersebut akan terjadi beberapa tahap proses an-aerob(proses tanpa udara/oksigen), dimana bakteri asam laktat akan mengkonsumsi zatgula yang terdapat pada bahan baku, sehingga terjadilah proses fermentasi.Ø Silase yang terbentuk karena proses fermentasi ini dapat di simpan untukjangka waktu yang lama tanpa banyak mengurangi kandungan nutrisi dari bahanbakunya.Ø Tujuan utama pembuatan silase adalah untuk memaksimumkan pengawetankandungan nutrisi yang terdapat pada hijauan atau bahan pakan ternak lainnya,agar bisa di disimpan dalam kurun waktu yang lama, untuk kemudian di berikansebagai pakan bagi ternak khususnya untuk mengatasi kesulitan dalam mendapatkanpakan hijauan pada musim kemarau.Ø Proses fermentasi yang tidak terkontrol akan mengakibatkan kandungannutrisi pada bahan yang di awetkan menjadi berkurang jumlahnya. Diperlukanjenis zat tambahan agar kandungan nutrisi dalam silase tidak berkurang secaradrastis, bahkan bisa memenuhi kebutuhan nutrisi ternak yang memakannya.Ø Syarat hijauan (tanaman) yang dibuat silase adalah segala jenis tumbuhanatau hijauan serta bijian yang di sukai oleh ternak, terutama yang mengandungbanyak karbohidrat nya. seperti : rumput, sorghum, jagung, biji-bijian kecil,tanaman tebu, tongkol gandum, tongkol jagung, pucuk tebu, batang nanas danjerami padi.Ø Sementara bahan tambahan dimaksudkan untuk meningkatkan dan mempertahankankadar nutrisi yang terkandung pada bahan pakan silase. Penambahan bahan additive ini bisa dilakukan secara langsungmaupun tidak langsung. Pemberian bahan tambahan secara langsung denganmenggunakan, Natrium bisulfat, Sulfur oxida, Asam chlorida, Asam sulfat, Asampropionat.Ø Pemberian bahan tambahan secara tidak langsung ialah dengan memberikantambahan bahan-bahan yang mengandung karbohidrat yang siap diabsorpsi olehmikroba, antara lain :- Molase (melas) : 2,5 kg /100 kghijauan.- Onggok (tepung) : 2,5 kg/100 kghijauan.- Tepung jagung : 3,5 kg/100 kg hijauan.- Dedak halus : 5,0 kg/100 kg hijauan.- Ampas sagu : 7,0 kg/100 kg hijauan. 3.1. Metode Pembuatan Silase Ø Metode Pemotongan:- Hijauan dipotong-potong dahulu, ukuran 3-5 cm- Dimasukkan kedalam lubang galian (silo) beralas plastic- Tumpukan hijauan dipadatkan (diinjak-injak)- Tutup dengan plastik dan tanah Ø Metode PencampuranHijauan dicampur bahan lain dahulusebelum dipadatkan (bertujuan untuk mempercepat fermentasi, mencegah tumbuhjamur dan bakteri pembusuk, meningkatkan tekanan osmosis selsel hijauan. Bahan campuran dapat berupa: asam-asamorganik (asam formiat, asam sulfat, asam klorida, asam propionat),molases/tetes, garam, dedak padi, menir /onggok dengan dosis per ton hijauansebagai berikut :- asam organik : 4- 6 kg- molases/tetes : 40kg- garam : 30kg- dedak padi : 40kg- menir : 35kg- onggok : 30kg Pemberian bahan tambahan tersebut harusdilakukan secara merata ke seluruh hijauan yang akan diproses. Apabilamenggunakan molases/tetes lakukan secara bertahap dengan perbandingan 2 bagianpada tumpukan hijauan di lapisan bawah, 3 bagian pada lapisan tengah dan 5 bagianpada lapisan atas agar terjadi pencampuran yang merata. Ø Metode PelayuanHijauan dilayukan dahulu selama 2 hari(kandungan bahan kering 40% - 50%. Lakukan seperti metode pemotongan.Tahap/phase yang terjadi pada proses fermentasi silase adalah sebagai berikut 1. Phase/Tahap-1:Saat pertama kali hijauan di panen, padaseluruh permukaan hijauan tersebut terdapat organisme aerobic, atau sering disebut sebagai bakteri aerobic, yaitu bakteri yangmembutuhkan udara / oksigen. Sehingga pada saat pertamakali hijauan sebagaibahan pembuatan silase di masukan ke dalam silo, bakteri tersebut akanmengkonsumsi udara/oksigen yang terperangkap di dalam rang silo tersebut.Kejadian ini merupakan sesuatu yang tidak diinginkan untuk terjadi saatensiling, karena pada saat yang sama bakteri aerobik tersebut juga akan mengkonsumsikarbohidrat yang sebetulnya di perlukan bagi bakteri lactic acid.Walaupun kejadian ini nampakmenguntungkan dalam mengurangi jumlah oksigen di dalam silo , sehinggamenciptakan lingkungan anaerob seperti yang kita kehendaki dalam ensiling,namun kejadian tersebut juga menghasilkan air dan peningkatansuhu/panas. Peningkatan panas yangberlebihan akan mengurangi digestibility kandungan nutrisi, seperti misalnya protein. Proses perubahan kimiawi yangterjadi pada phase awal ini adalah terurainya protein tumbuhan, yang akanterurai m