Loading...

teknologi penyimpanan buah manggis kualitas ekspor

teknologi penyimpanan buah manggis kualitas ekspor
manggis merupakan buah tropis yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan disukai oleh masyarakat dalam dan luar mancanegara. hal ini terbukti dengan ekspor yang terus meningkat setiap tahunnya. buah manggis kaya akan vitamin, mineral dan anti oksidan yang sangat bermanfaat sebagai anti kanker, anti mikroba, anti inflamasi. prospek pasarnya cukup cerah, baik sebagai buah segar maupun buah olahan. sebagian besar buah manggis dijumpai bermutu rendah, daya simpan singkat, pengerasan pada kulit buah, dan kerusakan daging buah serta adanya getah kuning. dari total produksi 79.073 ton hanya 11,76% (9.304 ton) yang diekspor dengan mutu tinggi, sedangkan, sisanya yang kualitas buahnya rendah hanya untuk pasar dalam negeri. untuk meningkatkan pasar ekpor maupun dalam negeri, perlu diperhatikan penanganan pascapanen yang tepat agar kerusakan buah dapat ditekan terutama dalam sistem penyimpanannya. pemilihan tingkat panen yang tepat, pelilinan dan pengemasan manggis menggunakan plastik dengan lubang pin-prick, pengaturan komposisi gas co (10%) dan o2 (2%), penyimpanan pada suhu rendah (15oc) dapat menekan jumlah kerusakan dan memperpanjang daya simpan buah sampai 5 minggu. sistem budidaya dan penanganan pascapanen yang kurang baik menyebabkan mutu buah yang dihasilkan rendah dan kurang memenuhi persyaratan mutu ekspor (anonymous,2002). kendala utama dari buah manggis segar adalah adanya getah kuning dan kerasnya buah. berbagai dugaan dan fenomena munculnya getah kuning pada manggis masih diperdebatkan. apabila getah kuning tersebut masuk ke dalam daging buah maka daging buah menjadi transparan dan rasanya pahit (verheij and coronel, 1992). getah kuning seringkali juga ditandai sebagai bintik kuning pada permukaan kulit buah sehingga mempengaruhi kualitas buah khususnya penampakan buah. keluarnya getah kuning pada buah sebenarnya merupakan kelainan fisiologis yang dapat disebabkan oleh hujan lebat yang terus menerus, terik matahari dan juga tungau. kerusakan buah manggis juga ditandai oleh bekas tusukan kecil atau goresan (martin, 1980). keluarnya getah kuning disebabkan karena gangguan mekanis dan serangan hama. keluarnya getah kuning juga disebabkan oleh pengairan yang berlebihan setelah kekeringan (verheij and coronel, 1992). sebagai buah segar, manggis merupakaan sumber mineral dan vitamin yang sangat dibutuhkan oleh manusia dan bermanfaat untuk kesehatan. setiap 100 g daging buah manggis mengandung 0,6 g protein, 0,6 g lemak, 15,6 g karbohidrat, 8 mg kalsium, 12 mg fosfor, 0,8 mg besi, 70 g air dan 53 kalori (nio,1992). selain kandungan mineral dan vitamin, manggis mengandung komponen kimia bersifat sebagai anti oksidan yang kuat yakni xanthone. anti oksidan pada manggis memiliki aktivitas anti kanker, anti bakteri, dan anti inflamasi (jung et al., 2006). berdasarkan hasil uji di laboratorium, ekstrak manggis merupakan bahan anti bakteri dan anti kapang. di banyak negara di asia tenggara, secara tradisional manggis sudah dimanfaatkan untuk pengobatan berbagai jenis penyakit antara lain diare, diabetes, migraine, alergi, rematik, cystitis, gonorrhea, eksem dan berbagai penyakit kulit (anonymous,2005). manggis (garcinia mangostana l) merupakan tanaman asli indonesia, terkenal akan kelezatannya, sehingga manggis mendapat julukan sebagai ratunya buah (queen of fruit). manggis adalah buah tropika yang digemari oleh masyarakat mancanegara, yang ditunjukkan dengan ekspor yang terus meningkat. pada tahun 2001 ekspor buah manggis sebesar 4.868.526 kg dengan nilai us $ 3,953,234 dan pada tahun 2003 meningkat menjadi 9.304.511 kg dengan nilai us $ 9,306,642 (anonymous, 2004). negara tujuan ekspor manggis adalah taiwan, hongkong, malaysia, uni emirat arab, singapura, belanda, cina dan jerman. potensi dan peluang pengembangan tanaman manggis cukup cerah, baik untuk memenuhi konsumsi dalam negeri maupun ekspor. peluang ekspor buah manggis masih terbuka karena buah manggis belum termasuk yang dibatasi. penanganan pasca panen buah manggis kualitas ekspor salah satu perlakuan yang perlu diperhatikan adalah pada saat penyimpanan yang dapat berpengaruh terhadap kualitas buah, buah manggis mempunyai daya simpan yang singkat. kerusakan buah seperti sepal dan tangkai buah menjadi tidak segar, buah mengeras dan jaringan daging buah yang matang bergetah sehingga sukar dibelah dan sulit untuk memisahkan daging dengan kulitnya. kerusakan tersebut sering kali dijumpai setelah pengangkutan dan penyimpanan (tongde dan suwanagul, 1989; augustin dan azudin,1986; setyadjit dan syaifullah, 1994). akan tetapi tekstur dan kesegaran buah dapat diperbaiki bila buah dicelupkan kedalam ekstrak umbi beet atau dilapisi dengan lilin. warna buah manggis merah keunguan disebabkan karena kandungan pigmen betalain yang mudah rusak (berubah warna) karena tidak stabil dan dapat larut dalam air serta peka terhadap cahaya matahari, oksigen dan air panas (arisamita et al.1997). selain itu, perubahan warna dapat juga disebabkan oleh kerusakan mekanis seperti adanya luka, lecet karena tergores atau memar. kerusakan mekanis pada kulit buah akan mempercepat terjadinya perubahan warna dan penurunan mutu buah. kerusakan mekanis dapat mempercepat laju kehilangan air serta kualitas buah. luka mekanis selain menyebabkan penampakan yang kurang baik, juga mempercepat kehilangan air, mempermudah serangan kapang dan mendorong diproduksinya co wills et al, 1998). teknologi penyimpanan buah mangis yang perlu salah satu cara agar memperkecil kerusakan penyimpanan antara lain dengan penutupan pori pori buah. penutupan sebagian pori pori buah dengan ekstrak umbi bit dapat mempertahankan kesegaran buah. pencelupan buah dalam larutan ekstrak bit dapat mempertahankan tekstur dan penampakan buah. tekstur buah manggis cenderung lebih lunak (tidak keras) dibandingkan dengan kontrol. semakin tinggi konsentrasi ekstrak beet yang digunakan penampakan buah menjadi semakin mengkilat. perlakuan terbaik untuk penelitian ini adalah pencelupan buah manggis kedalam larutan pewarna umbi beet (beet dying) selama 10 menit dengan konsentrasi 75% v/v. kualitas buah manggis yang dihasilkan setelah penyimpanan tujuh hari pada suhu 29-30 oc (suhu kamar) mempunyai kadar air kulit 39,752%, susut berat 1,277%, tekstur 1,350 kg/cm2, tpt 16,45% dan nilai penampakan organoleptik adalah 3,67 (penampakan buah mengkilap dan disukai). untuk menghindari terjadinya perubahan warna dari hijau ke coklat pada bagian sepal buah, maka selama proses pencelupan diusahakan agar sepal buah tidak terkena larutan pewarna (wijaya et al.,2004). kesegaran buah dapat dipertahankan bila dilakukan penyimpanan pada suhu dingin dengan kombinasi pengemasan atau tanpa pengemasan. penyimpanan buah pada suhu ruang diupayakan suhu tidak boleh terlalu tinggi dan terlalu rendah. suhu tinggi dapat mempercepat reaksi biokimia sehingga pematangan dan proses senesen akan berjalan lebih cepat. sedangkan suhu yang terlalu rendah dapat menyebabkan kerusakan buah akibat suhu dingin (chilling injury). penyimpanan pada suhu 12-14oc mampu memperpanjang daya simpan buah sampai 20 hari tanpa chilling injury. chiling injury akan terjadi bila suhu penyimpanan kurang dari 10 oc (choechom.1997). pelilinan buah manggis menggunakan 6% emulsi lilin britex usa pada suhu penyimpanan 15oc dapat menekan derajat kerusakan. pada penyimpanan empat minggu pada suhu 5oc diperoleh derajat kerusakan buah sebesar 33,1 %, dan pada penyimpanan suhu 15oc mencapai 35%. kerusakan kamar buah manggis dapat disimpan selama dua sampai tiga minggu, sedangkan pada suhu rendah (9-12oc) masih dalam kondisi baik sampai 33 hari penyimpanan. augustin dan azudin (1980) meneliti penyimpanan buah manggis pada suhu kamar (8 dan 4oc) selama 31 hari. namun demikian penelitian tersebut belum mengamati jumlah kerusakan yang terjadi selama penyimpanan. ciri kerusakan akibat suhu dingin (chilling injury) adalah kulit buah menjadi gelap dan mengeras. penyimpanan pada atmosfir termodifikasi dan terkontrol. buah manggis yang dibungkus kantong plastik polietilen dengan ketebalan 40 mikron (0,4 mm) serta diberi lubang jarum (pin-prick) sebanyak lima buah kemudian disimpan pada suhu 5oc dapat bertahan selama 18 hari dengan tingkat kerusakan buah di bawah lima persen. pada kondisi demikian ditemukan gejala gejala keretakan kulit buah dan pembeningan daging buah ((translucent ) disamping pengerasan kulit dan terdapatnya getah pada daging buah. kondisi tersebut dapat diklasifikasikan sebagai kerusakan (pankasemuk et al, 1996; tongdee, 1992).perlakuan penyimpanan buah manggis dengan menggunakan plastik ukuran 30x40 cm dengan diberi lubang pin-prick (lubang jarum) sebanyak 25 buah dan penyimpanan pada suhu 15 o c dapat memperpanjang daya simpan buah sampai lima minggu. penyimpanan buah manggis pada suhu 5oc menggunakan kantung plastik polietilen (0,04 mm) tertutup kemudian divakum dengan tekanan 400 mbar, mampu menekan jumlah kerusakan buah. pada penyimpanan selama empat minggu pada suhu dingin, jumlah kerusakan buah mencapai 12,9% (tabel 6). penyimpanan buah manggis dalam kantung plastik polietilen (0,04 mm ) yang diberi lubang jarum (pin- prick) sebanyak 5 buah pada suhu 5oc menyebabkan kerusakannya 15,1% dan pada penyimpanan suhu 15 oc jumlah kerusakannya lebih kecil (14,7%). perlakuan penyimpanan buah manggis dengan menggunakan plastik ukuran 30x40 cm dengan diberi lubang pin-prick (lubang jarum) sebanyak 25 buah pada suhu 15oc dapat memperpanjang daya simpan buah sampai lima minggu. hal- hal yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan pasar ekspor maupun dalam negeri,perlu diperhatikan penanganan pascapanen yang tepat agar kerusakan buah manggis dapat ditekan sekecil mungkin antara lain : 1) pemilihan tingkat ketuaan panen, pengemasan maupun penyimpanan yang tepat akan dapat memperpanjang daya simpan buah; 2) tingkat ketuaan panen buah manggis ungu kemerahan dengan sepal buah hijau segar dan lengkap, tanpa getah dan kulit tidak keras merupakan standar mutu buah manggis untuk ekspor; 3) pemilihan buah berdaging baik dapat dilakukan dengan mencelupkan buah manggis dalam air. daging buah yang rusak ditandai dengan tenggelamnya buah dalam air ( bj>1); 4) daya simpan buah dapat diperpanjang dengan penanganan pascapanen yang baik. pemilihan tingkat panen yang tepat, pelilinan dan pengemasan manggis menggunakan plastik dengan lubang pin-prick, pengaturan komposisi (lilik winarti penyuluh pertanian pusat) sumber : teknologi penanganan buah manggis, ejurnal.litbang.pertanian.go.id