Loading...

Teknologi Perbanyakan Tanaman Hias Gerbera

Teknologi  Perbanyakan Tanaman Hias Gerbera
Gerbera (Gerbera jamesonii) adalah tanaman hias berupa herba tidak berbatang. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman hias pendatang dari luar negri (introduksi) dan diduga berasal dari Afrika Selatan, Afrika Utara dan Rusia. Penemu tanaman bunga gerbera adalah Traug Gerber, seorang naturalis berkebangsaan Jerman yang melakukan ekspedisi ke Afrika Selatan. Selanjutnya diketemukan gerbera hibrida oleh Jamenson. Berawal dari kedua penemu tersebut, tanaman gerbera dikukuhkan dengan nama Gerbera jamessonii Bolus. Tanaman hias ini masuk ke Indonesia sekitar abad XIX bersamaan dengan lintas perdagangan komoditi pertanian. Sebagai bunga hias pendatang baru, gerbera menjadi komoditas bunga potong yang sangat penting di beberapa negara, seperti Belanda dan Thailand. Selain sebagai bunga potong yang dapat tahan sampai 3 minggu, tanaman gerbera merupakan salah satu penghasil minyak atsiri untuk bahan baku industri minyak wangi/parfum, sabun dan kosmetik. Sentra penanaman bunga potong tanaman hias gerbera di Indonesia yaitu di daerah Kabanjahe, Barus Jahe, dan Simpang Empat (Sumatra Utara), Cipanas, Lembang dan Sukabumi (Jawa Barat), Bandungan (Jawa Tengah), Batu dan Pujon (Malang, Jawa Timur). Sentra produksi tanaman gerbera di dunia adalah negara Belanda dan Thailand. Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) menemukan teknologi baru dalam perbanyakan gerbera yaitu dengan cara kuncup bunga sebagai sumber eksplan atau jaringan tanaman yang paling cocok untuk perbanyakan melalui kultur jaringan. Kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif, dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun, mata tunas, serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap. Teknologi perbanyakan tanaman dengan kuncup bunga lebih unggul. Memanen bunga yang masih kuncup hingga sedikit membuka, sehat dan tidak ada tanda serangan hama penyakit sebagai sumber eksplan.Ketika pengambilan eksplan batang bunga lebih kokoh dan kuat sehingga tidak mengganggu tanaman induk. Tanaman hasil perbanyakan kuncup bunga siap panen perdana pada umur tiga bulan, artinya menghemat waktu 9 bulan (dibandingkan perbanyakan gerbera dengan tunas pucuk dan daun muda minimal 12 bulan panen perdana). Tanaman gerbera tanaman genjah karena eksplan diambil dari bunga yang masih kuncup dan belum berpengaruh pada lingkungan. Akibatnya sistem perbanyakan dapat dipercepat prosesnya dengan tahap-tahap yang sudah dilakukan para peneliti di Balithi. Interval panen setiap 2 (dua) minggu, selama 3 (tiga) tahun. Interval panen varietas tanaman hias lain mencapai sebulan. Perbanyakan dengan eksplan bunga mencapai 7.500-390.000 planlet (sekelompok sel yang belum terdiferensiasi/terorganisir berkembang menjadi tunas, menghasilkan akar dan selanjutnya tumbuh menjadi individu baru) dalam satu periode tanam jika reduksi kehilangan pengakaran tunas sekitar 5%. Produksi ini meningkat hingga 20% dibanding dengan tanaman varietas yang sama hasil perbanyakan anakan atau tunas daun. Artinya petani yang membudidayakan gerbera hasil perbanyakan kuncup bunga mendapat untung ganda, cepat panen sekaligus produksi tinggi. Teknologi ini juga merupakan jalan cepat untuk menghasilkan bibit. Dengan pemisahan anakan, petani hanya memanen maksimal 2 anakan per tanaman. Jika populasi mencapai 10.000 tanaman per hektar, maka petani hanya menghasilkan 20.000 bibit dalam waktu 10-12 bulan. Namun dengan teknologi perbanyakan eksplan bunga kuncup, maka petani mampu menghasilkan 70.000-100.000 tanaman dari 10.000 kuncup dengan waktu yang singkat, hanya 5-6 bulan. Menurut peneliti gerbera di Balithi, Suryawati, S.TP, tanaman hias gerbera menempati urutan ke 5 bunga potong yang popular menurut lima bunga terpopuler rekomendasi Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian. Di Indonesia, permintaan tanaman hias khususnya bunga potong semakin berkembang sejalan dengan meningkatnya kesadaran akan lingkungan hidup yang indah dan nyaman. Pengadaan bibit yang cepat dan masa produksi singkat merupakan jawaban untuk merespon pasar. Susi Deliana Siregar Daftar Pusataka:Rahmat Rukmana, Ir,. 1995. Gerbera. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.F.Rahardi, Sri Wahyuni, Eko M. Nurcahyo, Agribisnis Tanaman Hias, 1993. Penerbar Swadaya