Tanaman lada (Piper nigrum L) saat in (± 98%) masih menjadi pilihan usaha oleh petani. Produktivitas lada sangat dipengaruhi oleh harga lada di pasaran, sehingga rentan terhadap fluktuasi harga.Beberapa keuntungan menanam lada perdu diantaranya tidak memerlukan tiang panjat, pemeliharaan lebih mudah dan murah, tidak memerlukan lahan yang luas, dapat di tanam dalam pot, mudah dalam pemanenan dapat dikembangkan di antara atau dibawah tegakan tanaman tahunan, atau tumpangsari dengan tanaman semusim, sehingga penggunaan lahan lebih efisien. Meskipun produktivitas lada perdu relatif rendah (0,4 - 0,5 kg lada kering/tahun) dan baru mulai di panen pada umur 2 tahun, tetapi populasi persatuan luas cukup tinggi (± 4000-4500 tanaman/ha), sehingga produksi per hektar hampir setara dengan tanaman lada panjat. Selain itu pemeliharaan lada perdu relatif lebih mudah dan murah dibanding lada panjat, sehingga biaya produksi dapat ditekan.Beberapa aspek agronomi yang membedakan antara budidaya lada perdu dan lada panjat adalah pada penyiapan dan perbanyakan bahan tanaman, pendederan dan pembibitan, pemeliharaan, dan panen. Aspek lainnya seperti pengendalian hama penyakit dan pasca panen pada tanaman lada perdu sama dengan lada tiang panjat.Salah satu komponen budidaya lada yang relatif mahal adalah penggunaan tegakan kayu sebagai tiang panjat. Untuk meningkatkan efisiensi dan produksi, sebagai alternatif cara budidaya yang lebih murah dan tanpa menurunkan produktivitas tanaman adalah dengan budidaya lada perdu. Keuntungan dari menanam lada perdu antara lain tidak memerlukan tiang panjat, pemeliharaan lebih mudah dan murah, tidak memerlukan lahan yang luas, dapat ditanam dalam pot, mudah dalam pemanenan. Lada perdu dapat dikembangkan di antara atau di bawah tegakan tanaman tahunan atau tumpangsari dengan tanaman semusim, sehingga penggunaan lahan lebih efisien. Produktivitas lada perdu relatif rendah (0,4 - 0,5 kg lada kering/tahun), karena baru mulai di panen pada umur 2 tahun, tetapi populasi persatuan luas cukup tinggi (± 4000-4500 tanaman/ha), sehingga produksi per hektar hampir setara dengan tanaman lada panjat. Selain itu pemeliharaan lada perdu relatif lebih mudah dan murah dibanding lada panjat, sehingga biaya produksi dapat ditekan. Beberapa aspek agronomi yang membedakan antara budidaya lada perdu dan lada panjat adalah pada penyiapan dan perbanyakan bahan tanaman, pendederan dan pembibitan, pemeliharaan, dan panen. Aspek lainnya seperti pengendalian hama penyakit dan pasca panen pada tanaman lada perdu sama dengan lada tiang panjat. Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP)Alamat Email : harnati_r@yahoo.com Sumber Bacaan :1. http://balittro.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/en/publikasi/95-sirkuler-teknologi-tro/512-perbenihan-dan-budidaya-lada-perdu Puslitbangbun. Bogor2. http://www.litbang.pertanian.go.id/berita/one/2564/ Puslitbangbun. Bogor 3. Sumber gambar berasal dari puslitbangbun.