Loading...

Teknologi Persemaian Padi Sistem Dapog

Teknologi Persemaian Padi Sistem Dapog
Membuat persemaian merupakan langkah awal budidaya tanaman padi. Persemaian benih yang baik akan menentukan produksi benih padi kedepanya, sebab benih dipersemaian akan menentukan pertumbuhan padi di sawah. Oleh karena itu persemaian harus benar benar diperhatikan agar harapan untuk mendapatkan bibit padi yang sehat dan subur dapat tercapai.Hal terpenting yang harus diperhatikan saat kita menggunakan mesin tanam bibit Padi (Rice transplanter) adalah Pembuatan Persemaian. Cara pembuatan persemaian berbeda dengan persemaian yang biasa kita lakukan saat ini (konvensional). Berikut cara Persemaian sistem Dapog :Pemilihan Benih• Benih yang dipilih adalah benih yang sehat, tidak tercampur dengan biji tanaman lain.• Benih diseleksi dengan mengguanakan campuran air dan garam dengan perbandingan 10 lt air dan 1,2 kg garam.• Masukkan benih kedalam larutan garam kemudian buang bibit yang mengapung dan gunakan bibit yang tenggelam.• Benih yang dipilih kemudian di bilas dengan air bersih sebanya 2x. Kemudian, • Benih direndam selama 24 jam, kemudian ditiriskan Media Pembibitan Padi• Tanah yang dipergunakan adalah tanah yang berasal dari pekarangan yang bebas dari sampah atau menggunakan tanah sawah.• Tanah dikeringkan hingga kering lalu diolah hingga lembut kemudian disaring dengan kawat saring ukuran 0,5 cm. Kemudian.• Tanah dicampur dengan pupuk organik dengan perbandingan 4:1 ( 3 liter tanah/baki terdiri dari 2,25 lt tanah + 0,75 lt pupuk organik atau Nitrogen 1 gr/baki Fosfat 1 gr/baki dan kalium 1 gr/baki. Persemaian Sistem Dapok• Dapok/baki adalah tempat tumbuhnya bibit padi yang ditanam secara acak dengan cara ditabur pada media tumbuh untuk disamaikan.• Ukuran dapog untuk mesin Jarwo Transplanter memiliki lebar 18,3 cm dan panjang sekitar 58 cm.• Cara persemaian dapok dapat dilakukan langsung di lahan basah (sawah) atau dipekarangan rumah• Kebutuhan benih perdapog persemaian adalah 90-100 gram• Tebal media tumbuh untuk persemaian adalah 2-3 cm• Umur bibit yang dapat ditanam berkisar 15-20 hari setelah semai• Tinggi bibit yang ditujukan mencapai 15-20 cmPemeliharaan Persemaian• Pemeliharaan setelah persemaian umur 4 hari setelah semai (HSS) yaitu bila tempat persemaian dipekaranagn setiap hari perlu penyiraman secara intensif. Namun bila,• Persemaian dilakukan dilahan sawah, maka pada masa kecambah sebaiknya diatur ketinggian udara dibawah baki/dapokSuatu keistimewan persemaian sistem dapog ini adalah 1. Bibit tumbuh cepat karena tidak terjadi stagnasi sehingga pertumbuhan dan pemeliharaan tanaman disawah menjadi lebih singkat. 2. Tanaman mudah dipelihara karena tanaman tumbuh dengan populasi seragam dalam barisan.Sumber : 1. Yuiana, SP 2. BPP Kecamatan Sungai raya