Loading...

Teknologi Untuk Mencegah Asem-aseman

Teknologi Untuk Mencegah Asem-aseman
Pada budidaya tanaman padi seringkali ditemui OPT namun untuk petani kesulitan membedakan gangguan yang disebabkan oleh penyakit atau hama. Salah satunya yang ditemui pada tanaman padi yang keadaan semula hijau mulai mengkuning seperti terbakar dan kredil. Atau yang disebut petani sebagai “Asem-aseman”. Penyebab asem-aseman Gejala asem-aseman tidak terjadi dalam satu hamparan yang luas.Biasanya muncul di tempat-tempat tertentu (spot-spot) seperti di tempat yang rendah atau cekungan, di tepi galengan atau tepi jalan raya yang sistem drainasenya tidak lancar sehingga air selalu menggenang.Ditambah lagi dengan kondisi lahan sawah yang cenderung mendapatkan pupuk anorganik N dari urea yang lebih tinggi, hanya sebagian kecil diberi P atau K, serta hampir tidak pernah diberikan bahan organik dan hara mikro Zn serta O4. Tanah-tanah demikian termasuk tanah yangsakit atau tanah lapar karena pada tanah tersebut telah terjadi ketidakseimbangan unsur hara dan rendahnya bahan organik di dalam tanah sehingga dalam kondisitertentu dapat menimbulkan zat-zat yang bersifat racunbagi tanaman.Tanaman padi yang sudah terkena asem-aseman bila terus diberikan pupuk urea akan semakin parah dan akhirnya mati. Teknologi Produksi Untuk Mencegah Asem-Aseman Pemilihan Varietas Beberapa varietas yang tahan antara lain : Memberamo, Kalimas, Sintanur, dll. Pesemaian dan Persiapan bibit Lahan pesemaian sebaiknya diberikan pupuk ZnSO4 sebanyak 20 g/10 M² sebelum sebar benih, semai umur 5 hari diberi pupuk ZA, SP-36 dan KCl. Penyiapan Lahan Lahan yang akan ditanami padi dibuat saluran air yang cukup agar air dapat dialirkan keluar lahan. Pada umumnya lahan yang terkena asem-aseman adalah berlapisan lumpur yang dalam sehingga tidak perlu dibajak cukup digaru/rotari, dan sebelum digaru tanah diberikan pupuk organic 2 – 3 ton/ha.Sebelum tanam tanah dibiarkan macak-macak dan perlu ditambahkan pupuk P dan K sesuai anjuran sebagai pupuk dasar. Tanam Sebelum tanam bibit sebaiknya dicelupkan pada larutan ZnSO4 2% selama 2 menit, untuk mengatur jarak tanam digunakan alat garetan/blak. Pemupukan Pupuk diberikan dua kali, pertama 100 kg ZA/ha dan 50 kg Urea/ha pada umur 21-24 HST dan 100 kg ZA/ha dan 50 kg pada saat pembentukan bunga. Pemeliharaan Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan meliputi penyiangan, pengairan, pengendalian OPT dan penyemprotan dengan Zn SO4. Penyiangan pertama dilakukan saat tanaman berumur 15 HST.Dan penyiangan berikutnya disesuaikan dengan keadaan populasi gulma.Pengairan dilakukan sesuai kebutuhan, diusahakan tanah tidak selalu tergenang. Pengendalian OPT menerapkan pendekatan pengelolaan hama terpadu (PHT) dengan penekanan pada pengamatan dan monitoring tiap minggu. Apabila populasi hama sudah mendekati ambang kendali dilakukan pengendalian dengan pestisida hayati atau kimia sesuai populasi dan tingkat serangannya. Penyemprotan ZnSO4 takaran 0,5% (5 gram ZnSO4/liter air) dengan volume semprot 200 l/ha dilakukan tiga kali pada umur 15, 28 dan 43 HST. Cara Mengatasi Tanaman Yang Terlanjur Asem-Aseman Tanaman padi yang sudah terkena asem-aseman tidak boleh diberi aplikasi pupuk Urea. Kadangkala petani yang belum paham, mengira bahwa tanaman padi yang kekuningan dan kerdil karena disebabkan kekurangan pupuk nitrogen, sehingga kemudian diberi pupuk urea. Padahal justru pemberian urea akanmemperparah kondisi asem-aseman dan akhirnya tanaman akan mati. Penyemprotan ZnSO4sesegera mungkin. Bila perlu, dapat diulangi lagi. Drainase perlu diperbaiki sehingga tidak ada lagi air yang tergenang. Drainase perlu diperbaiki sehingga tidak ada lagi air yang tergenang. M SYAM ANANDA, SP