Loading...

TEKNOLOGI ZERO WASTE MENDUKUNG PENGEMBANGAN PADI ORGANIK

TEKNOLOGI ZERO WASTE MENDUKUNG PENGEMBANGAN PADI ORGANIK
Guna mendukung keberhasilan swasembada beras dan pelestarian lingkungan pemerintah telah melakukan berbagai upaya diantaranya melalui pengembangan padi organik sekaligus penerapan teknologi zero waste. banyak konsep dan pola pertanian anjuran yang telah diterapkan petani, konsep zero waste menggabungkan antara konsep pertanian dan peternakan, sehingga menciptakan kesinambungan yang dinamis. Disebut "Zero Waste Agriculture", konsep ini adalah sistem pengelolaan lahan pertanian dan peternakan tanpa limbah. Sektor pertanian memberikan kontribusi besar sebagai sumber devisa negara serta sebagai sumber penyedia pangan bagi masyarakat. Pelaku utama dari sektor pertanian adalah para petani yang ada di pedesaan. Desa merupakan daerah yang memiliki potensi ekonomi sangat melimpah. Hal ini disebabkan sumber daya alam yang masih melimpah, diantaranya adalah hasil pertanian, peternakan, dan potensi kearifan lokal lainnya. Petani di Indonesia masih belum sepenuhnya memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia dalam sistem usaha taninya secara optimal. Salah satu contoh yaitu limbah pertanian/ kotoran ternak, selama ini hanya dianggap sebagai limbah atau sampah saja. Sementara ini, umumnya petani hanya memanfaatkan kotoran sapi sebagai pupuk yang sebenarnya dapat juga dijadikan sumber energy/biogas, dan produk turunan lain. Keuntungan mengolah limbahAda tiga keuntungan dari pengolahan limbah kotoran ternak menjadi biogas, diantaranya : 1) biogas dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif menggantikan bahan bakar fosil maupun kayu bakar, 2) sisa pengolahan cair (fluid sludge) dapat dimanfaatkan sebagai pupuk, dan 3) ampas padat (solid sludge) dapat menjadi campuran pakan ternak. Selain itu, pengolahan limbah kotoran ternak menjadi biogas juga menjadi solusi bagi permasalahan lingkungan di pedesaan. Limbah cair dimanfaatkan menjadi pupuk (fertilizer), karena kualitas pupuk organik hasil biogas memiliki kandungan yang lebih baik daripada pupuk organic yang dibuat melalui proses biasa, hal ini juga dikarenakan pada proses fermentasi dalam digester terjadi perombakan anaerobic bahan organik, menjadi gas metan (CH4) dan asam organik yang mempunyai berat molekul yang rendah sehingga konsentrasi N, P, K akan meningkat. Untuk limbah padat dapat dimanfaatkan menjadi pakan ternak/ikan, kemudian ditambah dengan bahan-bahan lain untuk meningkatkan kandungan gizi seperti ampas tahu, dedak, dan bonggol jagung.Pemanfaatan limbah padat dapat lebih dioptimalkan dengan melakukan wirausaha. misalnya dilakukan pengemasan terhadap pakan ikan (pellet) yang bisa dijual kemasyarakat. Selain itu, dapat melalui pemanfaatan pupuk secara optimal disektor pertanian yang akan berimbas pada peningkatan hasil panen. Dari hasil panen tersebut dapat dihasilkan produk-produk turunan yang dapat dijual kemasyarakat. Keuntungan yang didapatkan dari penerapan Zero Waste di bidang pertanian adalah dari segi energi, finansial, dan ekologi. Dari ketiga keuntungan tersebut akan memberikan efek positif kepada masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pangan (food) secara lebih mudah, murah, dan berkelanjutan. Teknologi zero waste mendukung pengembangan padi organik Penerapan sistem zero waste sangat mendukung program yang sedang diluncurkan pemerintah dalam pengembangan padi organik secara berkelanjutan. Dalam rangka mendukung pengembangan padi organik penerapan zero waste sesuai dengan budidaya padi organik dengan menerapkan sistem SRI. Pola padi organik sistim SRI pada prinsipnya adalah meningkatkan fungsi tanah sebagai media tumbuh dan sumber nutrisi tanaman. Dengan sistem SRI, organik daur ekologis akan berlangsung dengan baik karena memanfaatkan limbah/pupuk organic/mikroorganisme tanah secara alami. Pada gilirannya keseimbangan ekosistem dan kelestarian lingkungan akan selalu terjaga. Di sisi lain, produk yang dihasilkan dari metode ini lebih sehat bagi konsumen karena terbebas dari kandungan zat kimia berbahaya.Melalui sistem ini pula kesuburan tanah dikembalikan sehingga daur ekologis dapat kembali berlangsung dengan baik dengan memanfaatkan mikroorganisme tanah sebagai penyedia produk metabolit untuk nutrisi tanaman. Diharapkan kelestarian lingkungan dapat tetap terjaga dengan baik, demikian juga dengan produk akhir akan menghasilkan produk yang lebih sehat bagi konsumen karena terbebas dari zat kimia berbahaya. Pemilihan metode budidaya padi organik secara SRI bisa menghasilkan produk akhir berupa beras organik yang memiliki kualitas tinggi sebagai beras sehat, dilihat dari beberapa aspek berikut: 1) aspek lingkungan, dengan menghilangkan penggunaan pupuk dan obat-obatan kimia dan manajemen penggunaan air yang terukur secara tidak langsung telah membantu mengkonservasi lingkungan; 2) aspek kesehatan, bagi konsumen karena produk yang dihasilkan akan lebih sehat dan menyehatkan dan tidak mengandung residu zat kimia berbahaya yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit dalam tubuh manusia; 3) produktivitas tinggi sehingga menguntungkan petani yang pada giliranya meningkatkan pendapatannya; 4) kualitas produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang lebih baik dibanding dengan produk konvensional, sehingga harganya akan lebih baik; 5) dengan konsep zero waste selain menyuburkan tanah dapat mendatangkan keuntungan tambahan berupa pupuk, biogas, pakan ternak dan hemat energy. Budidaya padi organik SRI menerapkan prinsip sebagai berikut: 1) Tanaman bibit muda berusia kurang dari 12 hari setelah semai ketika bibit masih berdaun 2 helai; 2) Bibit ditanam satu pohon perlubang dengan jarak minimal 25 cm persegi; 3) Pindah tanam harus sesegera mungkin (kurang dari 30 menit) dan harus hati-hati agar akar tidak putus; 4) Penanaman padi dengan perakaran yang dangkal; 5) Pengaturan air, pemberian air maksimal 2 cm dan tanah tidak diairi secara terus-menerus sampai terendam dan penuh, namun hanya lembab (irigasi berselang atau terputus; 6) Peningkatan aerasi tanah dengan penggemburan atau pembajakan; 7) Penyiangan sejak awal sekitar 10 hari dan diulang 2-3 kali dengan interval 10 hari; dan 8) Menjaga keseimbangan biota tanah dengan menggunakan pupuk organikKeunggulan budidaya padi organik SRI yaitu: 1) Tanaman hemat air, Selama pertumbuhan dari mulai tanam sampai panen memberikan air max 2 cm, paling baik macak-macak sekitar 5 mm dan ada periode pengeringan sampai tanah retak (irigasi terputus); 2) Hemat biaya, hanya butuh benih 5 kg per hektar. Tidak memerlukan biaya pencabutan bibit, tidak memerlukan biaya pindah bibit, tenaga tanam kurang; 3) Hemat waktu, ditanam bibit muda 5 – 12 hari setelah semai, dan waktu panen akan lebih awal; 4) Produksi meningkat, di beberapa tempat mencapai 11 ton per hektar; dan 5) Ramah lingkungan, tidak menggunaan bahan kimia dan digantikan dengan mempergunakan pupuk organik (kompos, kandang dan mikro-oragisme lokal).oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber : Dihimpun dari beberapa sumber