TEMATIK PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PADAT OLEH : ISLAMUDDIN SP. BPP KEPULAUAN TANAKEKE Untuk membuat pupuk organik, kamu bisa memanfaatkan sisa-sisa sampah alami yang ada di sekitar lingkungan rumahmu, diantaranya seperti dedaunan, rumput, bulu binatang, sisa makanan busuk, serta kotoran dari hewan peliharaan. BPP Kepulauan Tanakeke Kecamatan Kepulauan Tanakeke Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan, melaksanakan sebuah kegiatan yaitu Tematik pembuatan pupuk organik padat, kegiatan yang dilaksanakan oleh Bidang Penyuluhan pertanian, narasumber dalam kegiatan kali ini yaitu Bapak Abd. Rajab, S.Sos. ( Sub Koordinator Metode dan Informasi Bidang Penyulahan ) secara umum membahas tentang pertaian organik dan Bapak Islamuddin, Sp. ( Penyuluh Pertanian Tingkat Kecamatan Wilayah BPP Kepulauan Tanakeke ) sebagai pemateri tematik pembuatan pupuk organik padat yang dilakasanakan pada hari jumat 20 mei 2022 di kantor Perwakilan BPP Kepulauan Tanakeke. Program ini bertujuan untuk petani kecamatan kepulauan tanakeke, agar dapat berkelanjutan menggunakan pupuk organik dan mampu membuat sendiri dan mengaplikasikannya secara berkesinambungan, bertani sehat, sejahtera dan modern. Pupuk organik merupakan salah satu pendukung terwujudnya pertanian organik. Secara umum pertanian organik dapat diarti jadi dua yaitu pertanian organik dalam arti sempit dan pertanian organik dalam arti luas. Dalam pengertian sempit, pertanian organik merupakan pola pertanian yang bebas dari bahan-bahan kimia, mulai dari perlakuan benih, penggunaan pupuk dan pestisida, sampai perlakuan hasil panen. Sedangkan pengertian pertanian organik dalam arti luas adalah kombinasi penggunaan produk organik (seperti pupuk organik dengan pestisida nabati) dengan bahan kimia pada batas-batas tertentu. Dengan demikian pertanian organik dalam arti luas merupakan pendekatan pertanian berkelanjutan yang berwawasan lingkungan melalui pemupukan yang seimbang. Kondisi lahan dan tanah pertanian saat ini banyak mengalami kerusakan dan penurunan tingkat kesuburan. Penggunaan bahan – bahan alami seperti pupuk organik akan memberikan keuntungan bagi tanah, tanaman dan lingkungan. Pupuk organik adalah bahan organik yang telah mengalami proses pengomposan sehingga tekstur dan warna telah menjadi homogen. Bahan Organik dapat berupa kotoran ternak, jerami padi atau sisa – sisa dedaunan. Pada dasarnya pupuk organik bukan merupakan hal yang baru dalam dunia pertanian. Dahulu proses pengomposan memerlukan waktu yang lama, namun saat ini telah ditemukan beberapa teknik untuk mempercepat proses pengomposan, antara lain dengan menggunakan cara menambahkan bakteri atau mikrobia pengurai ke dalam bahan yang akan diproses. Berikut adalah cara membuat pupuk organik padat. Manfaat Pupuk Organik Meningkatkan produktivitas lahan pertanian Memperbaiki struktur tanah Harga pupuk organik lebih murah dan sangat mudah di dapat dari alam Pupuk organik mengandung unsur hara mikro yang lebih lengkap dibandingkan dengan pupuk kimia Pupuk organik memberi kehidupan bagi mikroorganism Alat dan Bahan dalam Membuat Pupuk Organik Padat Alat Skop , Cangkul, Ember, Gembor , Karung Atau Terpal Bahan . Kotoran hewan, Serbuk Gergaji, Dedak Halus, Air, EM4, gula pasir atau gula merah atau molases. Siapkan media pembuatan pupuk di tempat yang sejuk tidak terkenah sinar matahari langung dan tidak terkenah hujan. Larutkan EM4 ( 3 Tutup Botol ) dan gula pasir ( 5 Sendok Makan ) kedalam air ( 10 Liter ) dan aduk hingah gula menecair dan merata, dengan catatan apabila kondisi adonan bahan pupuk yang mau disiram belum cukup basah merata maka campuran EM4, air , dan gula pasir ditambahkan dengan dosis yang sudah ditentukan. Campur semua bahan sudah di siapkan yaitu serbuk gergaji 20 kg, dedak halus 20 kg, kotoran hewan 20 kg dan kemudian aduk dengan mengunakan cangkul /skop,hingga semua bahan tercampur dengan merata. Setelah bahan sudah tercampur dengan merata kemudian siramkan campuran EM4 tadi secara merata jangan terlalu kering dan jangan terlalu basah. Setelah itu tutup rapat bahan-bahan yang sudah dicampur, dengan menggunakan karung. Hari kedua aduk adonan tersebuk hingga merata dan tutup kembali dengan rapi. Lakukan pemantauan setiap pagi dengan memasukkan tangan (dengan menggunakan sarung tangan ), dengan memasuk kan tangan ke dlm adonan tetapi jika tangan tidak kuat menahan panas maka adonan belum siap di pakai. Aduk setelah melalukukan pemantauan. Biasanya hari ke empat adonan sudah siap di gunakan. Aplikasi lebih bagus digunakan setelah proses pengolahan lahan dan sebelum tanam, dengan anjuran dosis 500 kg / Ha.