Loading...

TEMU KOORDINASI PENGAWALAN DAN PENDAMPINGAN PROGRAM P2BN DI JAMBI

TEMU KOORDINASI PENGAWALAN DAN PENDAMPINGAN PROGRAM P2BN DI JAMBI
Badan Koordinasi Penyuluhan Provinsi Jambi bertempat di Hotel Ratu pada tanggal 7 s/d 9 Oktober yang lalu telah melaksanakan Temu Koordinasi dalam rangka mendukung Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN). Acara yang langsung dibuka Ir. Natres Ulfi selaku Seketaris Bakorluh, dihadiri oleh Kepala Dinas lingkup Pertanian se- Provinsi Jambi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota se- Provinsi Jambi , Kepala BP4K/Bapelluh KP Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi, Kepala BP3K Kecamatan se- Provinsi Jambi dan Para Pengamat Hama. Dalam sambutannya Ir. Natres Ulfi mengatakan bahwa Penyuluhan Pertanian sebagai bagian dari sistem pembangunan pertanian mempunyai kedudukan sangat strategis dalam pembangunan sumber daya manusia pertanian. Berangkat dari semangat menyukseskan kegiatan peningkatan produksi beras nasional, sektor penyuluhan pertanian diharapkan dapat memberikan dukungan lebih besar dalam peran dan fungsinya. Karena faktor kedekatan penyuluh dengan pelaku utama dan pelaku usaha di tingkat kelompok tani dan masyarakat pedesaan. Lebih lanjut dikatakannya bahwa Pertemuan ini sangat tepat dan mempunyai arti yang penting karena dihadiri para Kepala BP4K/Bapelluh KP, BP3K, Dinas Pertanian, Pengamat Hama, Penyuluh Kabupaten/Kota maupun Provinsi Jambi selaku advisor dan supervisor yang di harapkan lebih intensif mengawal dan mendampingi pelaksanaan P2BN di tingkat lapangan. Bertindak sebagai nara sumber pada acara Temu Koordinasi Pengawalan dan Pendampingan Program P2BN ini adalah Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Bapak Dr. Ir. Momon Rusmono, MS, Bappeda Provinsi Jambi, dan Ir. Adri, MS dari BPPT Jambi. Pada kesempatan tersebut Bapak Dr.Ir. Momon Rusmono, MS menuturkan bahwa untuk mewujudkan target surplus beras 10 juta ton beras pada tahun 2014, perlu adanya dukungan penyuluhan melalui kegiatan Pengawalan dan Pendampingan Penyuluh kepada petani, kelompok tani, dan gabungan kelompok tani di lokasi usahatani. Selanjutnya Dr. Ir. Momon Rusmono, MS menyatakan bahwa untuk mencapai swasembada berkelanjutan khususnya untuk mencapai surplus beras 10 juta ton beras pada tahun 2014, Kementerian Pertanian telah menetapkan strategi yaitu (1) Peningkatan produktivitas (2) Perluasan areal dan pengelolaan lahan (3) Penurunan konsumsi beras, dan (4) Penyempurnaan manajemen. Strategi ini akan bisa terlaksana dengan baik apabila sinergisitas dan koordinasi antara kelembagaan teknis, Litbang dan Penyuluhan telah terbentuk baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota dan kecamatan. Disamping itu, untuk strategi operasional perlu dibentuk posko-posko P2BN di masing-masing tingkatan sebagai pusat operasional sekretariat P2BN. Lebih lanjut juga disampaikan bahwa untuk mewujudkan Balai Penyuluhan di Kecamatan sebagai Posko P2BN diperlukan sinergisitas dan koordinasi dari semua pemangku kepentingan serta dukungan sarana dan prasarana serta pembiayaan Balai Penyuluhan.