Loading...

TEMU PEMBIAYAAN USAHATANI : PEMANFAATAN DANA KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) BAGI PENGEMBANGAN USAHATANI

TEMU PEMBIAYAAN USAHATANI : PEMANFAATAN DANA KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) BAGI PENGEMBANGAN USAHATANI
Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Mego Kabupaten Sikka bekerja sama dengan Bank BRI Cabang Maumere serta BRI Unit Paga mengadakan Temu Pembiayaan Usahatani melalui kegiatan Sosialisasi Dana KUR kepada petani anggota kelompok tani dari 14 kelompok yang tersebar di Desa Korobhera Kecamatan Mego. Acara Sosialisasi pemanfaatan Dana KUR ini dilaksanakan di Sekretariat Kelompok Tani Kulasimo Dusun Ubamoro Desa Korobhera. Masalah klasik yang sementara ini dihadapi oleh petani-petani ditengah pandemi covid-19 ialah keterbatasan modal dalam pengembangan usahataninya. Untuk budidaya pertanian contohnya tanaman hortikultura seperti cabe saja petani harus mengeluarkan biaya yg cukup besar, berkisar antara 20 – 50 juta rupiah, bahkan jika ditambah lagi dengan sentuhan teknologi-teknologi pertanian, tentunya membutuhkan biaya yang cukup besar. Untuk mengatasi kondisi tersebut, BPP Kecamatan Mego berupaya mengadakan kerjasama kemitraan dengan Bank BRI Cabang Maumere dan Unit Paga melalui kegiatan Temu Pembiayan dengan cara melalukukan sosialisasi kepada petani. Kegiatan sosialisasi Dana KUR bagi petani, merupakan pendekatan dan pelayanan praktis kepada petani, memberikan pemahaman dan edukasi bagi petani untuk lebih memahami dan dapat memanfaatkan dana KUR sebaik mungkin, untuk pengembangan usataninya yang lebih baik. Turut hadir dalam kegiatan Sosialisasi tersebut, yakni Camat Mego, Alwan Mahmud,SE. Pimpinan dari Dinas Pertanian Kabupaten Sikka yang diwakili oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan, Kristian Amstrong, SP. dan Kepala Bidang Penyuluhan Ferdinandus Florianus, SP. Asisten Manager Pemasaran Mikro Kanca BRI Maumere, Mauriz Daris dan para anggota, Direktur Bumdes Bangkit Mandiri Nita (Rily Gobang), Koordinator Yayasan Bina Tani Sejahtera wilayah NTT (Febri Mado), Perwakilan PT Dharma Guna Wibawa Wilayah Flores 2 (Saverianus Ndai) serta tamu undangan dari pemerintah desa. Camat Mego Alwan Mahmud selain membuka acara kegiatan, menyampaikan ucapan terimakasih kepada BPP Kecamatan Mego dan pihak Bank BRI yang telah menfasilitasi serta mensosialisasikan Dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi masyarakat tani di wilayah Desa Korobhera. Harapan agar setelah sosialisasi tersebut, petani dapat memanfaatkan kesempatan untuk mengakses dana KUR BRI, serta dipermudahkan dalam pengurusan berkas administrasi pengajuan pinjaman. “Dalam kesempatan yang sama Kepala Bidang Penyuluhan pada Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Ferdinandus Florianus menyampaikan bahwa pembiayaan usahatani melalui Dana KUR merupakan program pemerintah dari segi pembiayaan untuk mengatasi kekurangan modal yang dialami oleh masyarakat, oleh karena itu, diharapkan agar masyarakat khususnya petani dapat memanfaatkan dana KUR untuk pengembangan usaha taninya baik tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, maupun usahatani dan sektor jasa lainnya. Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan pembiayaan modal kerja atau investasi kepada debitur individu/perseorangan, badan usaha dan/atau kelompok usaha yang produktif dan layak namun memiliki keterbatasan modal yang cukup. Yang dapat mengakses Dana KUR adalah yang bergerak di sektor usaha produktif antara lain: pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan, perindustrian, kehutanan, dan sektor jasa. Mauriz Daris, selaku Asisten Manager Pemasaran Mikro pada Kanca BRI Maumere, menjelaskan bahwan Tujuan sosialisasi ini adalah mendorong usahatani agar dapat mengambil peluang mengembangkan usahannya skala luas dan berorientasi agribisnis. Bank BRI hadir sebagai pihak yang memberi layanan kepada masyarakat untuk dapat mengembangkan usahanya melalui pemanfaatan modal pinjaman. KUR untuk usaha produktif terbagi atas 2 jenis yakni KUR Mikro dan KUR Super Mikro. KUR Mikro dengan plafon pinjaman 25 – 50 juta, dan suku bunga 3,12% pertahun atau 0,26% per bulan. Yang berikutnya ialah Pinjaman KUR Super Mikro diperuntukan bagi nasabah yang belum sama sekali mengakses dana KUR, pinjaman jenis ini maksimal diberikan sebesar 11 juta dengan bunga pinjaman 3,12% per tahun (0,26% perbulan)”, tambahnya lagi, jika masyarakat yang hendak mengajukan pinjaman KUR yang lebih besar, maka dapat mengajukannya secara langsung ke BRI Cabang Maumere, dan plafon pinjaman diberikan maksimal sebesar 500juta rupiah. Pinjaman akan dilayani, dengan melihat jenis dan skala usaha yang sementara berjalan, dan yang untungnya lagi, bahwa pinjaman dana KUR oleh masyarakat tidak dibebankan dengan agunan-agunan. Untuk lebih jelasnya terkait dengan persyaratan teknis bagi petani calon debitur/peminjam dana KUR dapat menghubungi atau mendatangi secara langsung ke kantor Bank BRI baik di Unit Paga maupun di Kantor Cabang Maumere, ujarnya’. Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Tanaman Pangan (Kristianus Amstrong) turut menyampaikan bebeberapa pesan kepada peserta sosialisasi. Pemerintah dapat menjadi partner dengan perbankan sebagai jembatan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usahanya, dengan menyediakan data potensi-potensi usaha yang dimiliki setiap Desa. Selain menggali potensi-potensi usaha kecil, ada pula pendampingan baik oleh penyuluh pertanian maupun pendamping lapang lainnya kepada petani untuk membantu memberikan sentuhan inovasi teknologi budidaya, maupun management usahatani yang baik kepada petani, supaya dapat berkembang dan berkesinambungan. Harapannya dengan pendampingan yang baik dan kontinue usaha kecil berkembang dan menumbuhkan pendapatan ekonomi bagi masyarakat. Program ini KUR ini sebagai salah satu bentuk dukungan pemerintah, dalam penyediaan modal usahatani bagi petani di tengah pandemic covid-19. Diharapkan dengan tersedianya modal, tentunya ekonomi petani bisa lebih baik dan mendukung program pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi, ujarnya.’’ (F.A.Adritrianto-Ka.BPP Mego)