Dalam rangka untuk meningkatkan Kapasitas Penyuluh Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam hal ini Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro Tahun 2020 telah melaksanakan kegiatan Temu Teknis Penyuluh Pertanian yang diselenggarakan pada tanggal 10 Desember 2020. Kegiatan Temu teknis Penyuluh Pertanian ini bertempat di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, dengan peserta seluruh Penyuluh Pertanian se Kabupaten Bojonegoro, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Seksi Metode & Informasi sebagai pelaksana kegiatan, Kepala Bidang Penyuluhan, Nara sumber Widyaiswara dari BBPP Ketindan & Praktisi Gapoktan Sugihwaras Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang. Pembentukan dan Pengelolaan Badan Usaha Milik Petani (BUMP), tema ini dipilih karena untuk mendorong dan mendukung terbentuknya BUMP di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2021. Nara sumber dari BBPP Ketindan Malang Asep Koswara menyampaikan bahwa Kelembagaan petani mempunyai peranan penting dalam pemangunan pertanian. Kelembagaan petani diharapkan dapat membawa kehidupan petani dan keluarganya ke arah yang lebih baik. Namun permasalahan - permasalahan saat ini yaitu keterbatasan kompetensi SDM & infrastruktur, akses informasi teknologi dan pasar terbatas, kualitas pengelolaan usahatani dan produksi belum memenuhi skala ekonomi dan minimnya pengetahuan manajemen operasional bisnis. Harapannya melalui inovasi kelembagaan ekonomi petani dalam bentuk BUMP ini petani dapat dengan mudah menjangkau sistem pembiayaan perbankan, karena usaha pertanian sudah dikelola layaknya korporasi profesional yaitu menerapkan manajemen dan mekanisasi pertanian (produksi, pengelolaan pasca panen, distribusi & pemasaran). H. Moh. Asmui, SE sebagai praktisi Gapoktan Sugihwaras Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang yang sudah berhasil mengelola Badan Usaha Milik Petani (BUMP), menyampaikan pengalamannya. Gapoktan Sugihwaras dengan jumlah anggota petani diwilayah desa Sugihwaras sebanyak 158 orang degan luas lahan pertanian padi mencapai 200 Ha. Transformasi Gapoktan Sugihwaras menjadi Koperasi Produsen Perjuangan Usahatani. Setelah melaksanakan kegiatan dalam program Hulu hilir selama 2 tahun lebih Gapoktan Sugihwaras perlu mengembangkan usaha yang lebih luas dalam bentuk Koperasi. Program kegiatan dari Gapoktan Sugihwaras meliputi pengelolaan sumber daya alam untuk budidaya padi bersama kelompoktani, produksi hasil pertanian menjadi produk beras kemasan, meningkatkan nilai hasil pertanian padi untuk menjadiproduk jadi, memutus rantai perdagaran dari petani sampai ke produsen. Beberapa sarana pendukung yang berhasil dikelola pengurus & Karyawan diantaranya pembangunan Gudang penggilingan padi, beras premium untuk Pemprov Jatim, beras BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai). Adapun kegiatan lainnya yaitu Bansos sembako kepada kaum dhuafa, koordinasi kelompok tani, pertemuan bersama petani. Oleh Sri Sumi, SP-Penyuluh Pertanian Kabupaten Bojonegoro