Loading...

TEMU USAHA AGRIBISNIS BERBASIS PENGEMBANGAN TANAMAN PISANG

TEMU USAHA AGRIBISNIS BERBASIS PENGEMBANGAN TANAMAN PISANG
Tanaman pisang merupakan tanaman yang tidak asing lagi bagi masyarakat umumnya, karena rasa buahnya yang enak, tekstur daging buah yang lembek, membuat buah ini bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari bayi, anak-anak, orang dewasa maupun orang lanjut usia. Buah ini sering dihidangkan saat ada hajatan dan juga acara-acara formal lainnya sebagai pencuci mulut sehabis santap siang. Komoditi ini juga merupakan bahan baku dari berbagai olahan menu makanan berbagai jenis kue, seperti kue tradisional nagasari, pisang goreng, es pisang hijau, selai pisang, kripik pisang dll. Di Bali tanaman pisang bukan semata-mata sebagai bahan baku produk olahan seperti tersebut diatas, melainkan banyak digunakan sebagai bahan upacara keagamaan, sehingga kebutuhan pisang di Bali sangat banyak, terutama pada hari-hari menjelang perayaan agama, maka pisang ini wajib diperlukan oleh setiap rumah tangga dalam melakukan kegiatan keagamaan. Melihat begitu penting peranannya buah pisang ini, dan banyaknya kebutuhan akan pisang, maka usaha budidaya tanaman pisang ini merupakan peluang agribisnis yang cukup menguntungkan. Kebutuhan akan komoditi ini bukan saja di dalam negeri, namun juga merupakan peluang ekspor yang sangat besar, mengingat tanaman ini hanya bisa dikembangkan dengan baik pada daerah tropis seperti Indonesia. Kebutuhan ekspor ke Jepang, khususnya pisang hijau Taiwan dilakukan setiap harinya, dengan volume yang tidak sedikit. Dengan melihat peluang yang begitu besar, dimana pasar sudah tersedia, potensi lahan dan sumberdaya manusia yang memadai, maka tidaklah salah jika pisang ini dikembangkan dengan baik, dengan skala usaha yang lebih luas. Berkaitan dengan hal tersebut maka BP3K Kecamatan Selemadeg Barat mengadakan Temu Usaha Pertanian yang berbasis pengembangan tanaman pisang. Untuk mempercepat proses pengembangan tanaman pisang, maka diadakan kerjasama berbasis pemberdayaan dan kemitraan, baik untuk menangani manajemen produksi, maupun penanganan pasca panen, serta bimbingan teknis dalam budidaya tanaman pisang, dengan mitra usaha KSU"Wana Agung". KSU ini telah berdiri sejak tahun 2002 yang bergerak dalam usaha simpan pinjam dan perdagangan agribisnis ketela pohon dan pisang, yang saat ini telah menjalin kemitraan dengan beberapa perusahan seperti PT. Indonesia Power (program lingkungan), PT. Condido Agro, BRI dan PT. Mustika Sejahtera. Tujuan kerjasama berbasis pemberdayaan dan kemitraan ini adalah mendorong kegiatan pertumbuhan ekonomi masyarakat di sector pertanian dan perdagangan melalui pengembangan tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi yaitu tanaman Pisang Hijau Taiwan, untuk perluasan lapangan kerja serta kesempatan berusaha sehingga masyarakat petani dapat menjadi pengusaha kecil yang tangguh dan mandiri. Berdasarkan pengamatan KSU" Wana Agung" masih banyak lahan-lahan pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal dan apabila ditangani dengan baik maka lahan dimaksud akan dapat menghasilkan secara optimal pula. Dikatakan juga kegiatan optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian diarahkan untuk menunjang terwujudnya ketahanan pangan, sarana dan prasarana upacara adat dan keagamaan serta sebagai antisifasi kerawanan pangan. Salah satu tanaman yang sudah mulai berkurang adalah tanaman pisang, bahkan saat ini Bali mendapatkan suplay pisang dari luar Bali. Dari berbagai informasi yang disampaikan dalam temu usaha, mulai dari budidaya, sistim kerjasama, pemasaran bahkan sampai pengolahan, sistim pembayaran serta analisa usaha tani tanaman Pisang Taiwan, ternyata banyak petani yang berminat untuk menjalin kerjsama dalam usaha budidaya tanaman Pisang Taiwan. Apalagi dalam analisa usaha tani tanaman Pisang Hijau Taiwan laba yang bisa diproleh per ha bisa mencapai Rp. 10.500.000 pada tahun I dan Rp.68.200.000 pada tahun ke II, lebih-lebih dalam kemitraan ini pembayaran dapat dilakukan setelah panen. Dari informasi yang telah disampikan oleh pengusaha membuat banyak petani berminat untuk melakukan kemitraan dengan KSU "Wana Agung", bahkan dalam waktu dekat ini akan diadakan penandatangan kesepakatan kerjasama dengan petani di wilayah Kecamatan Selemadeg Barat Kabupaten Tabanan. Pada acara temu usaha tersebut Bapak Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Asisten II) sangat mengapresiasi adanya temu usaha ini dengan harapan dalam kerjasama tersebut akan saling memberikan keuntungan yang tentunya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, yang mana hal ini sejalan dengan program pembangunan Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam upaya mendukung program Gerbang Pangan Serasi. Oleh karena itu kesepakatan dalam kerjasama betul-betul ditaati dan dihormati, sehingga kerjasama ini dapat berkelanjutan. Hal ini disampaikan oleh Asisten II dalam acara pembukaan acara temu usaha tersebut, yang dihadiri oleh kontak tani, penyuluh serta undangan dari unsur Bappeda, Camat dan Bapeluh Kabupaten Tabanan ( I Made Widiada, BP4K Kabupaten Tabanan, Bali).