Bawang merah adalah sejenis tanaman yang menjadi bumbu berbagai masakan di Asia dan dunia. Terdapat dua jenis bawang yaitu bawang merah (Allium ascolentum L) dan bawang bombay (Allium cepa). Indonesia lebih banyak mengembangkan jenis bawang merah dari pada bawang bombay yang kebutuhannya sebagai bumbu masak lebih banyak dibututuhkan. Dalam perkembangan industri olahan bawang merah menunjukkan bahwa produk olahan cukup bervariasi baik sebagai bumbu makan utama, makanan ringan, atau jajanan. Bawang merah umumnya diolah menjadi bahan dasar bumbu masakan maupun bawang goreng. Secara ekonomis produk olahan bawang merah dalam bentuk kupasan utuh atau irisan segar mampu menaikan nilai tambah sekitar 150 – 200%.Beberapa alternatif potensi olahan bawang merah yang belum banyak dikembangkan adalah tepung bawang, bawang goreng, pasta bawang dan minyak bawang. Tepung bawang adalah bahan pangan yang dibuat dari bawang yang dikeringkan dan kemudian dihaluskan menjadi berbentuk tepung yang dapat dimanfaatkan sebagai bumbu siap pakai dan bahan baku industri. Pengolahan bawang menjadi bubuk/tepung bawah bertujuan untuk meningkatkan daya simpan dan nilai tambah.Teknis PembuatanProses pengolahan bawang merah menjadi tepung bawang melalui tahapan mulai dari sortasi, pengupasan, pencucian, pengirisan, pengeringan, penggilingan, pengayakan, pengemasan dan pelabelan. Alat-alat yang diperlukan dalam pembuatan tepung bawang ini adalah : ember, baskom, pisau, talenan, alat perajang, saringan stainless steel, sendok, tray pengering, oven, slicer, alat penepung/blender, kemasan plastik/botol, sealer dan label.Bawang yang digunakan adalah bawang merah yang segar yaitu bawang merah yang tidak layu, tidak busuk, dan bebas hama. Semua bawang yang akan digunakan dikupas dari kulit luar dan akar. Bawang yang sudah dikupas, kemudian diranjang menggunakan slicer atau alat perajang dengan ukuran 1 – 2 mm. Hasil rajangan ini direndam dalam larutan asam sitrat dengan dosis 1-30 gr/l air (jumlah air perendam tergantung jumlah bawang merah yang akan direndam atau 1 : 1) selama 10 menit untuk menghindari perubahan warna. Kemudian dibilas dengan air bersih dan ditiriskan. Lakukan pengeringan dengan alat pengering cabinet dryer atau lermari pengering dengan suhu 50oC selama 12 jam yang ditandai suara gemerisik bila digesekan diantara jari tangan dengan kadar air 10%. Bawang yang sudah kering kemudian digiling dengan blender sampai halus menjadi tepung dan diayak dengan 80 mesh.Agar tepung bawang menjadi awet, dilakukan pengemasan menggunakan pengemas kedap udara dan jauhkan dari cahaya baik lampu maupun matahari. Kemasan yang baik adalah yang paling kedap terhadap oksigen dan uap air karena kedua komponen ini merupakan pemicu kerusakan pada komponen anti oksidan dan warna pada tepung bawang. Plastik polipropilen (pp), merupakan kemasan yang cukup baik dengan ketebalan 0,1 mm. Plastik ini biasanya lebih kaku dibandingkan dengan plastik polietilen yang lebih lemas tetapi kedap terhadap oksigen dan uap airnya lebih rendah. Kelemahan dari plastik adalah masih bisa ditembus cahaya, padahal cahaya dapat merusak produk dan memicu reaksi oksidasi. Kemasan yang memiliki berbagai lapisan dan tidak tembus cahaya adalah aluminkium foil. Kelemahan alumunium foil memerlukan sealer khusus bertapak lebar dengan ketepatan sealing yang tinggi. Sealer plastik biasa tidak bisa digunakan. Penggunaan pengemasan vakum pada tepung bawang merah yang dikemas alumunium foil dapat mempertahankan mutu selama 4 bulan penyimpanan pada suhu 20oC.Tempelkan label pada bagian tengah kemasan sesuai PP no. 69 tahun 1999 tentang label dan iklan pangan. Pada label tertera merek dagang produk, komposisi bahan yang digunakan, isi bersih tepung bawang, logo sertifikasi dan tanggal kedaluwarsa. Tepung bawang yang sudah dikemas dapat disimpan pada tempat yang bersih. Penyadur : Edizal (Pusat Penyuluhan Pertanian)Referensi : Panduan teknis pengolahan produk hortikultura, Dirjen Hortikultura – Kementerian Pertanian – 2016