Loading...

TEPUNG BAYAM SOLUSI PENGGANTI TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG BERAS

TEPUNG BAYAM SOLUSI PENGGANTI TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG BERAS
Bayam (Amaranthus) adalah tumbuhan yang biasa ditanam untuk dikonsumsi daunnya sebagai sayuran hijau. Tumbuhan ini dikenal sebagai sayuran sumber zat besi yang penting bagi tubuh Kandungan besi pada bayam relatif lebih tinggi daripada sayuran daun lain (besi merupakan penyusun sitokrom, protein yang terlibat dalam fotosintesis) sehingga berguna bagi penderita anemia. Untuk mencegah anemia dapat dilakukan dengan cara pola hidup sehat, olahraga teratur serta mengkonsumsi sayuran hijau segar yang banyak mengandung zat besi . (Tria, 2005) Salah satu sayuran hijau yang memiliki zat besi tinggi ialah bayam. Tanaman bayam adalah salah satu jenis sayuran komersil yang mudah diperoleh baik di pedesaan maupun diperkotaan. Mulai dari pasar hingga swalayan. Bayam merupakan sumber vitamin A, C, Fe, Ca dan K. Kandungan Fe atau Zat besi pada bayam pun lebih tinggi 2 kali lipat dari sayuran lain. (Pracaya dan Kartika, 2016:87). Di tingkat konsumen, dikenal dua macam bayam sayur: bayam petik dan bayam cabut. Bayam petik berdaun lebar dan tumbuh tegak besar (hingga dua meter) dan daun mudanya dimakan terutama sebagai lalapan , urap, serta digoreng setelah dibalur tepung. Daun bayam cabut berukuran lebih kecil dan ditanam untuk waktu singkat (paling lama 25 hari). Desa Delod Berawah yang lokasinya dekat dengan pantai, dan memiliki tanah berpasir sangat cocok untuk mengembangkan sayuran, salah satunya adalah bayam. Kelompok Wanita Tani Tunjung Mekar, Desa Delod Berawah mencoba mengolah daun bayam menjadi tepung. Hal ini dilakukan karena melimpahnya panen bayam dan harga pasar yang rendah bahkan pengepul yang biasa mengambil bayam mulai jarang datang. Sehingga bayam banyak yang tua dan sudah tidak layak untuk dikonsumsi segar/sebagai sayur. Untuk mengurangi kerugian petani sayuran, KWT Tunjung Mekar mencoba mengolah daun bayam menjadi olahan yang sederhana dan tahan lama. Tepung bayam menjadi salah satu pilihan yang di coba oleh KWT Tunjung Mekar. Olahan tepung dipilih karena daya simpan tepung lebih tahan lama, pembuatan yang sederhana, dan tanpa bahan tambahan. Penggunaan tepung bayam juga dapat menjadi salah satu pilihan untuk campuran makanan olahan dan cocok untuk balita yang susah utk mengkonsumsi sayuran. Tepung bayam biasa digunakan untuk campuran makanan olahan pengganti tepung terigu atau tepung beras seperti, campuran pada bubur, gorengan, dan jajanan lainnya. Proses pembuatan tepung bayam cukup mudah. Alat dan bahan yang diperlukan adalah daun bayam, alas untuk menjemur bisa terbuat dari seng, bambu, atau alas yang datar, alat penghancur bisa dengan lumpang/diblender, saringan kain, dan media pengemasan/penyimpanan. Pada penepungan dilakukan proses penggilingan, karena proses penggilingan sangat berpengaruh terhadap mutu tepung yang dihasilkan baik berupa bentuk fisik maupun bentuk kimia. Hasil penggilingan juga dipengaruhi oleh alat dan waktu penggilingan. Pengeringan dan penepungan dengan menggunakan lumpang atau blender. Kadar air awal bayam sebesar 88,69 %, oleh karena itu dibutuhkan waktu 12 – 15 jam dengan menggunakan oven pengering (suhu 70 oC) untuk mencapai kadar air di bawah 7 %. Proses penepungan dengan menggunakan lumpang memiliki kandungan vitamin C yang lebih tinggi dibandingkan blender, yaitu 0,05 % dengan lumpang dan 0,04 % dengan blender. Saat ini, KWT Tunjung Mekar belum mampu untuk memasarkan tepung bayam tersebut karena belum adanya kontinuitas pengadaan bahan baku. KWT mencoba memasarkan tepung bayam pada tetangga di lingkungan sekitar. Jika memperoleh respon yang baik, maka KWT akan berencana untuk mengkomersilkan dengan melakukan pengemasan dan pelabelan agar memenuhi standar pasar untuk di jual. Harapan KWT Tunjung Mekar agar produk tepung bayam ini dapat menjadi ciri khas oleh-oleh dari Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.