Loading...

Tidak Sulit Menanam Sawo

Tidak Sulit Menanam Sawo
Sawo merupakan buah berdaging lunak, manis, berair , dan berbiji hitam kecoklatan. Sawo dikenal dengan nama Manikara zapote (L) P.Van Royen. Tanaman sawo telah menyebar luas di daerah tropik, termasuk Indonesia. Pohon sawo dapat mencapai tinggi 20 meter. Seluruh bagian tanaman sawo bergetah. Daun sawo bergetah. Daun berbentuk lonjong dengan ujung meruncing hingga tumpul. Buah sawo berukuran bulat hingga lonjong dengan permukaan kasar berwarna kecoklatan. Tanaman sawo mudah menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan baru, dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Namun daerah yang disenangi adalah dataran rendah hingga ketinggian 700 dari permukaan laut (dpl). Tipe tanah yang dikehendaki tanah lempung berpasir yang banyak mengandung bahan organik dengan pH antara 5,5 – 7. Curah hujan yang sesuai 1500 – 2500 mm/tahun. Tanaman sawo tahan terhadap kekeringan dengan lima bulan masa kemarau. Perakarannya cukup kuat sehingga tanaman sawo baik untuk daerah yang rawan erosi. Tanaman ini mampu tumbuh di tempat yang ternaungi maupun terbuka sehingga sering di tanam di lahan rumah. Varitas sawo yang biasa di tanam adalah Sawo Manila, Sawo Betawi yang berbuah bulat telur,dan Sawo Apel yang berbuah bulat. Di Filipina ada sawo yang buahnya bulat dan berukuran besar, buah sawo tersebut dikenal dengan nama daerah Sawo Ponderosa. Di Malaysia yang terkenal Sawo Santong, sedangkan di Thailand Sawo Kai hahn dan Makok. Tanaman sawo dapat diperbanyak dengan cangkokan atau okulasi dengan batang bawah bibit semai. Bibit semai sawo dapat diokulasi setelah berumur lebih dari dua tahun . Jenis sawo yang dapat digunakan sebagai batang bawah adalah Sawo Manila dan Sawo Kecik. Buah Sawo Kecik berukuran kecil dan rasanya manis. Sawo Kecik tidak begitu laku dipasaran. Pembuatan cangkokan agak lama, sekitar empat bulan baru berakar. Perbanyakan yang mudah dilakukan denga cara sambung pucuk. Untuk lokasi penanaman sawo harus bersih dari gulma, terutama alang-alang. Caranya buat lubang tanam berukuran 60 cm x 60 cm x 40 cm dengan jarak antar lubang 6 – 12 cm. Setiap lubang tanam diberi pupuk kandang yang telah matang sebanyak 10 – 20 kg. Bibit sawo okulasi yang dapat di tanam dengan ketinggian mencapai 70 cm atau lebih. Setelah bibit di tanam, segera lubang tanam ditutup dengan tanah lapisan dan disiram air secukupnya. Berikan pupuk NPK (15 – 15 – 15 ) antara 25 – 2000 gram/pohon, tergantung umurnya. Tanaman sawo biasanya berbunga sepanjang tahun tetapi bunga terbanyak biasanya muncul pada bulan juni s.d Juli. Tanaman sawo dari bibit cangkok mulai berbuah pada umur 3 – 5 tahun . Pemangkasan pada tanaman sawo tidak biasa dilakukan. Pemangkasan hanya dilakukan supaya tanaman pendek. Hama yang sering menyerang pada tanaman sawo adalah lalat buah yang menyerang buah. Hama pengisap cairan buah ini menyebabkan buah mengeras atau sering timbul endapan putih dalam buah. Mutu buah akan menurun bila terserang hama ini. Hama lain adalah penggerek cabang yang melunangi cabang atau ranting tanaman sawo hingga cabang mati. Hama ini tidak takut terhadap getah sawo yang lengket. Penyakit yang biasa menyerang adalah penyakit kanker atau busuk cabang. Penyakit ini menyerang batang atau cabang hingga tanaman mati. Penyebabnya cendawan ganas (Corticium salmonicolor). Gejala yang ditimbulkan adalah cabang yang terserang menjadi busuk basah disertai adanya miselium berwarna merah jambu yang keluar dari kulit. Penyemprotan pestisida pada tanaman sawo jarang dilakukan. Namun untuk mencegah serangan hama lalat buah dapat dilakukan melalui infus pada batang infus dapat dilakukan melalui lubang kecil yang dibuat pada batangnya. Larutan insektisida dimasukan ke dalam lubang melalui pipa plastik. Buah sawo dapat dipanen setelah tua penuh. Ciri-ciri buah sawo yang siap dipanen ditandai dengan warna kekuningan yang tampak setelah kulit buah digosok sedikit. Getah buah berkurang setelah tua. Walaupun setiap saat tanaman sawo mampu berbuah tetapi panen raya terjadi antara bulan Desember s.d Februari. Pada saat ini hasil panen dapat mencapai lebih dari 2000 buah/pohon/tahun. Setelah buah sawo dipanen , kulitnya digosok-gosok hati-hati dengan kain halus dan dicuci bersih. Buah sawo akan matang setelah diperam selama 2 – 3 hari. Sumardi Sumber : - Direktorat Jenderal Hortikultura, 2013- Trubus, 2014