Loading...

Tiga Titik Kritis Usaha Tani Bawang Merah

Tiga Titik Kritis Usaha Tani Bawang Merah
Tanaman bawang merah (Allium cepa L) merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang telah lama diusahakan secara intensif oleh petani. Volume permintaan atas komoditas ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Untuk mengimbangi laju peningkatan permintaan komoditas bawang Pemerintah cq Kementerian Pertanian telah melakukan berbagai upaya di antaranya program nasional pengembangan bawang merah di wilayah-wilayah non sentra produksi. Dalam menjalankan usaha taninya petani bawang merah menghadapi berbagai kendala dan tantangan baik yang bersifat teknis maupun ekonomis. Dalam kerangka mata rantai agribisnis terdapat beberapa titik kritis (critical point) yang perlu menjadi perhatian khusus petani agar usaha taninya berjalan sukses baik dari segi budidaya maupun dari segi pendapatan. Secara garis besar dapat dirangkum 3 (tiga) titik kritis usaha tani bawang merah yaitu : 1) Bibit, 2) Budidaya, dan 3) Penanganan Panen dan Pasca Panen Pemilihan Bibit atau Benih Bibit atau benih adalah kunci utama keberhasilan usaha tani. Ada tiga parameter untuk menentukan pilihan bibit atau benih yang akan digunakan : Kesesuaian Varietas Kesesuaian Berdasarkan Ketinggian Tempat Varietas Bawang Merah Dataran Rendah : Bima, Kuning, Pikatan, Katumi, Pancasona, Mentes, Super Philip, Bauji, Biru Lancor, Rubaru, Monjung Varietas Bawang Merah Dataran Tinggi : Maja, Sembrani, Trisula, Batu Ijo Kesesuaian Berdasarkan Musim Tanam Produktivitas lebih tinggi di musim hujan (MH) : Bauji, Rubaru Produktivitas lebih tinggi di musim kemarau (MK) : Super Philip, Batu Ijo, Rubaru, Biru Lancor, Monjung Asal Usul Benih Untuk mendapatkan hasil produksi maksimal petani perlu menggunakan benih bermutu dari varietas yang sesuai dengan lokasi lahannya. Kelas benih yang dibutuhkan adalah benih sebar atau BS (Extension Seed disingkat ES) dengan penciri label berwarna biru. Karakteristik Benih/Bibit Dalam memilih benih petani perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut : Umur panen untuk umbi bibit adalah 65 – 70 hari, masa simpan benih 3 – 4 bulan Ukuran benih sedang yaitu antara 6 – 10 gram/umbi Kebutuhan benih per hektar berkisar antara 800 – 1000 kg Umbi benih berwarna cerah dan kulit nampak mengkilat Umbi benih bernas, sehat, padat, tidak keropos, dan tidak lunak Umbi benih tidak terserang hama dan penyakit Budidaya Titik kritis usaha tani bawang merah pada tahapan budidaya terletak pada dua kegiatan utama yaitu pemupukan dan pengendalian OPT Pemupukan Tanaman Bawang Merah Prinsip Aplikasi Aplikasi pemupukan tanaman bawang didasarkan pada 4 (empat) fase pertumbuhan yaitu fase awal tanam, fase pertumbuhan vegetatif, fase pembentukan umbi, dan fase pengisian umbi. Tabel 1. Peran Beberapa Unsur Hara pada Fase Awal Tanam Bawang Merah No Unsur Hara Fungsi 1 N dan K Merangsang pertumbuhan awal 2 P Merangsang perakaran dan penyiapan pembentukan umbi 3 S Meningkatkan pertumbuhan 4 B, Mn, Zn Memastikan pertumbuhan tunas Tabel 2. Peran Beberapa Unsur Hara pada Fase Pertumbuhan Vegetatif Bawang Merah No Unsur Hara Fungsi 1 N dan K Menjamin pertumbuhan dan perkembangan 2 Ca, Mg, S Menjaga vigor tanaman, kesehatan daun, menyiapkan pengisian umbi 3 Hara mikro Menjamin laju fotosintesa tidak terganggu Tabel 3. Peran Beberapa Unsur Hara pada Fase Pembentukan Umbi Bawang Merah No Unsur Hara Fungsi 1 N (nitrat) Menjaga pertumbuhan dan perkembangan umbi 2 K Meningkatkan hasil dan mutu hasil 3 Ca Menjaga pengisian umbi dan meningkatkan daya simpan 4 Hara mikro Mempertahankan pertumbuhan daun Tabel 4. Peran Beberapa Unsur Hara pada Fase Pengisian Umbi Bawang Merah No Unsur Hara Fungsi 1 N (dalam jumlah sedikit) Untuk mempertahankan pertumbuhan umbi 2 P Mempercepat pematangan dan memperbesar ukuran umbi 3 K Meningkatkan akumulasi maksimum bahan kering dan mutu 4 Hara mikro Meningkatkan aroma umbi (S), daya simpan umbi (B), dan kemulusan kulit umbi (Cu) Aplikasi Pemupukan Jenis dan dosis pemupukan bersifat spesifik lokasi yang artinya sesuai dengan status kesuburan lahan setempat. Cara pemberian pupuk diletakkan di sekitar alur tanaman. Tabel 5. Tahapan Pemupukan dan Dosis Umum Pemupukan Bawang Merah No Tahapan Waktu Pupuk dan Dosis 1 Pra Tanam 1 – 2 minggu sebelum tanam Pupuk Organik 15 Ton/Ha 2 Awal Tanam 1 minggu sebelum tanam NPK 15-15-15 150 Kg/Ha Kapur 100 Kg/Ha 3 Pertumbuhan Vegetatif 4 minggu HST Urea 150 Kg/Ha SP 36 100 Kg/Ha KCl 100 Kg/Ha 4 Pembentukan Umbi 6 – 7 minggu HST ZA 100 Kg/Ha SP36 50 Kg/Ha KCl 100 Kg/Ha Pengendalian OPT pada Tanaman Bawang Merah Serangan OPT berkaitan dengan iklim dan perubahan iklim. Intensitas serangan penyakit tinggi pada musim hujan, sedangkan intensitas serangan hama tinggi pada musim kemarau. Prinsip pengendalian OPT : Pengendalian dilakukan secara intensif dan sedini mungkin Pengendalian dilakukan dengan pemantauan sesuai ambang ekonomi Langkah preventif : membuat tanaman sesehat mungkin dengan tindakan pra kondisi berupa sanitasi yang baik dan selanjutnya pada tahap pemeliharaan melakukan pemupukan berimbang Langkah kuratif : penggunaan pestisida, eradikasi (pencabutan dan pembuangan tanaman terserang), penggunaan barrier mekanis (kelambu) Penggunaan trap dengan ME, pemasangan lampu di malam hari, dan pemanfaatan tanaman refugia Hama utama tanaman bawang merah : ulat tanah (Agrotis ipsilon), uret (Holotrichia sp), orong-orong (Gryllotalpa sp), siput (Achatina sp), ulat bawang (Spodoptera exigua), thrips, ulat grayak (Spodoptera litura), dan lalat pengorok daun (Liriomyza sp). Penyakit utama tanaman bawang merah : antraknose (Colletotrichum gloeosporioides), bercak ungu (Alternaria porii), dan layu fusarium atau moler (Fusarium oxysporum). Penanganan Panen dan Pasca Panen Panen umbi bawang merah dilakukan pada umur 50 – 55 HST untuk umbi konsumsi dan 60 – 70 HST untuk umbi benih. Ciri-ciri fisik tanaman bawang merah siap panen : Pangkal daun sudah lemas Daun berwarna kuning Umbi sudah merata menyembul ke permukaan tanah Timbul bau bawang yang khas, umbi berwarna merah tua keunguan Sebagian besar tanaman telah rebah Penanganan pasca panen : Pelayuan dengan melakukan penjemuran daun untuk mendapatkan kulit umbi berwarna merah atau berkilau (2-3 hari) di bawah sinar matahari langsung Pengeringan dengan cara menjemur umbi bawang merah di bawah sinar matahari langsung (7-14 hari) dengan melakukan pembalikan setiap 2-3 hari sekali Sortasi dan grading dilakukan untuk meningkatkan harga jual Sortasi : pemisahan umbi yang busuk dan rusak sekaligus kulit mengelupas; pembuangan dan pembersihan tanah yang menempel dan mengikat ulang; agar umbi bawang tampak cerah, bersih, utuh, dan sehat Grading : pengelompokan ikatan umbi bawang ke dalam kelas ukuran tertentu Penulis : Ir. NUR SAMSU – PPL BPP Kecamatan Paiton