Guna menyukseskan Proliga, Puslitbang Hortikultura telah menyiapkan setidaknya tiga jenis cabai unggulan untuk sebarkan ke petani yakni cabai merah besar varietas Tanjung, cabai keriting merah varietas Kencana dan cabai rawit Prima. Varietas Kencana dan Prima merupakan jenis amphibi yakni bisa ditanam saat musim hujan maupun kemarau. Dalam skala laboratorium lapang, cabai-cabai ini mampu meghasilkan produksi hingga 20 ton/ha. Untuk cabai merah Tanjung, petani sebagian besar sudah terbiasa menanam jenis ini saat musim bertanam (in season) bahkan menjadi favorit. Keunggulan varietas yang dikembangkan Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Kementerian Pertanian, ini mempunyai daya adaptasi cukup luas, dapat ditanam di dataran rendah sawah (tanam pada akhir musim penghujan) dan lahan kering (tanam pada awal musim penghujan). Cabai Tanjung : Toleran terhadap penyakit antraknosa, produktivitas mencapai 12 ton/ha, mempunyai kandungan capsaicin dan antocianin yang cukup tinggi, warna tidak berubah setelah diproses, dan lebih bagus dibandingkan Hot Beauty. Cabai Kencana : Cabai ini punya keunggulan yakni umur panen yang lebih cepat yakni antara 95-98 hari setelah tanam. Tak hanya itu, Cabai Kencana dapat tumbuh baik di segala karakter tanah baik dataran tinggi, dataran rendah, lahan rawa, lahan gambut bahkan lahan pasir sekalipun. Cabai kencana juga lebih toleran serangan hama penyakit. Menariknya, cabai ini bisa lebih efisien jika petani tidak melakukan perlakuan tambahan. Misalnya saat musim kemarau, biasanya tanaman cabai disemprot air agar tidak kering atau saat musim penghujan harus disemprot pestisida lebih sering. Tak hanya itu, penggunaan pupuk anorganik juga bisa ditekan hingga 50% dibandingkan menggunakan jenis lainnya. Cabai merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibutuhkan masyarakat. Hal ini terbukti dengan kesukaan masyarakat Indonesia terhadap cabai yang cukup tinggi. Kebutuhannya perkapita berada pada kisaran 3 kg/kapita/tahun. Secara umum cabai rawit mengandung zat gizi yang cukup lengkap yakni kalori, protein, lemak karbohidrat, mineral (kalsium, fosfor, besi), vitamin dan berbagai zat lain yang berkhasiat obat, misalnya aleoresin, capsaicin, bioflavonoid, minyak atsiri, karotenoid (kapsantin, kapsorubin, karoten, dan lutcin). Selain itu cabai rawit juga mengandung flavonoid, anti oksidan, abu, dan setrat kasar. Sampai kini, cabai seringkali mengalami fluktuasi harga karena karakter biologis komoditas tersebut mudah sekali rusak dan distribusi yang tidak merata. Pada tahun 2014, kebutuhan cabai besar dan rawit berkisar sebanyak 0,37 dan 0,32 ton/tahun yang bila dibandingkan dengan produksi nasional 1,07 dan 0,8 juta sebenarnya sudah mencukupi. Untuk mengatasi permasalahan yang disebabkan oleh fluktuasi harga, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melakukan berbagai upaya antara lain melalui pendekatan teknis dengan menyediakan varietas unggul cabai rawit varietas prima horti. Cabai Rawit Prima Agrihorti : berpotensi untuk dikembangkan di sentra produksi terutama di daerah dataran tinggi, karena varietas ini mempunyai adaptasi baik di dataran tinggi. Keunggulan dari varietas ini adalah daya hasil tinggi yaitu mencapai 20 ton/ha. Warna buah cabai pada saat muda kuning kehijauan dan pada saat tua berwarna merah oranye. Cabai tersebut yaitu memiliki buah yang sangat lebat, rasa yang pedas dengan tingkat kepedasan 610 ppm, dan bentuk buah elongate. Cabai ini juga mempunyai daya simpan antara 10-12 hari pada suhu 19-23?C, dapat beradaptasi dengan baik di dataran tinggi.Varietas ini telah dilisensi secara non eksklusif oleh Koperasi Produsen Kisingasari Kawali Mukti selama 5 tahun (2016 – 2021). Pengembangan oleh swasta diharapkan dapat mempercepat perluasan adopsi Cabai Rawit varietas Prima Agrihorti di masyarakat, sekaligus mengatasi masalah fluktuasi harga cabai rawit yang tinggi di pasaran. Sumber :1. http://bpatp.litbang.pertanian.go.id/balaipatp/berita/712. Warisno S.PKP dan Kres Dahana, SP. Peuang Usaha dan Budidya Cabai. 3. http://balitsa.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/varietas/cabai/36-halaman/610-cabai-tanjung-2. Penulis : Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id