Loading...

Tingkatkan Produksi Kedelai dengan Varietas Unggul Devon 1 dan Devon 2

Tingkatkan Produksi Kedelai dengan Varietas Unggul Devon 1 dan Devon 2
Tahun 2018 merupakan tahun Kedelai dimana Pemerintah terus berupaya mendorong peningkatan produksi kedelai dalam negeri menuju swasembada. Berbagai tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan swasembada kedelai tidaklah ringan. Oleh karena itu, sangat diperlukan dukungan dari berbagai aspek, termasuk teknologi yang mampu meningkatkan produksi.Varietas unggul adalah merupakan salah satu dari beberapa teknologi hasil penelitian yang telah berkontribusi nyata dalam peningkatan produksi. Varietas unggul memang dirakit untuk mampu berproduksi tinggi, tahan hama dan penyakit, berumur genjah, dan memiliki sifat penting lainnya.Badan Litbang Pertanian telah melepas Varietas Unggul Baru (VUB) kedelai "Devon 1 dan Devon 2", yang diharapkan dapat mendukung upaya percepatan peningkatan produksi kedelai sehingga swasembada kedelai dapat segera terwujud.Untuk mengenal lebih dekat dengan VUB kedelai Devon 1 dan Devon 2, berikut informasi kedua varietas tersebut :VUB kedelai Devon 1Kedelai ini memiliki beberapa sifat unggul yaitu (1) Varietas Unggul Baru kedelai Devon 1 dilepas pada tahun 2015; (2) Devon 1 merupakan hasil seleksi atas persilangan varietas Kawi dengan galur IAC 100; (3) Umur masak polong 83 hari; (4) Memiliki ukuran biji besar 14.3 g/100 butir; (5) Mampu berproduksi 3,09 t/ha dengan rata-rata hasil 2,75 t/ha. Angka ini lebih tinggi dari produktivitas kedelai di tingkat petani yang dewasa ini baru mencapai 1,3 t/ha; (6) Varietas unggul Devon 1 tahan terhadap penyakit karat daun dan agak tahan hama penghisap polong, tetapi peka hama ulat grayak; (7) Devon 1 mengandung isoflavon yang lebih tinggi (2.220 µg/g) dibanding varietas Wilis (1.854 µg/g) dan Anjasmoro (1.457 µg/g); (8) Senyawa isoflavon ini bermanfaat untuk mencegah beberapa penyakit seperti kardiovaskular, osteoporosis, dan dapat mencegah kanker.VUB kedelai Devon 2Kedelai ini memiliki beberapa sifat unggul yaitu (1) Varietas ini sudah dilepas pada tahun 2016; (2) Varietas Devon 2 berumur genjah 78 hari; (3) Memiliki biji berukuran besar dengan bobot 17,03 g/100 butir; (4) Potensi hasil 2,90 t/ha, rata-rata hasil 2,67 t/ha; (5) Mengandung isoflavon tinggi 1.097,9 ?g sangat sesuai untuk bahan pembuatan tempe; (6) Senyawa isoflavon pada kedelai bermanfaat mencegah beberapa penyakit seperti kardiovaskular, osteoporosis, dan dapat mencegah kanker; (7) Agak tahan pengisap polong dan penggerek polong, rentan terhadap penyakit pemakan daun. VUB kedelai Devon 1 dan VUB kedelai Devon 2 tahan pecahPecah polong merupakan salah satu masalah dalam hal budidaya tanaman kedelai yang dapat menurunkan produksi antara 30 - 40% dari hasil panen. Penundaan waktu panen menjadi penyebab terjadinya pecah polong, sementara pecah polong dikarenakan tenaga kerja yang langka. Suhu tinggi juga memicu terjadinya pecah polong sedangkan mayoritas petani menanam kedelai pada Juni - Juli (musim kemarau kedua atau MK II). Dimana saat itu terjadi peningkatan suhu khususnya saat pengisian biji hingga panen kedelai. Dampaknya vigor tanaman menurun sehingga memacu pecah polong. Salah satu cara mengatasi kendala tersebut adalah dengan merakit kedelai tahan polong. Untuk itu, Badan Litbang Pertanian telah merakit dan melepas dua varietas unggul baru yaitu Varietas Devon 1 dan Devon 2 yang merupakan varietas kedelai yang dirakit untuk tahan pecah polong selain memiliki keunggulan-keunggulan sebagaimana diuraikan diatas.Diharapkan dengan keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh kedua VUB kedelai tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi kedelai dan mendukung tahun 2018 sebagai tahun kedelai.Demikian informasi yang dapat disampaikan semoga bermanfaat.Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Utama, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.comSumber : 1) Petunjuk Teknis Pengelolaan Produksi Aneka Kacang dan Umbi Tahun 2017, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian.2) www.litbang.pertanian.go.id3) Gambar : https://www.google.com