Bertempat di Hamparan persawahan Tengurongo, Desa Genamere, Kecamatan Bajawa Utara, Kabupaten Ngada, Tim Penyuluhan Pertanian (TPL) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Watukapu dan Tim Pengendali Organisme Penganggu Tumbuhan (POPT) Se Kabupaten Ngada bersama anggota kelompok tani Tengurongo melakukan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Padat Karya pengendalian Hama walang Sangit di Hamparan Tengurongo seluas 5 ha (Kamis, 22 April 2021). Gerdal ini bertujuan untuk menekan berkembangnya hama walang sangit yang menyerang hamparan tersebut. Kepala BPP Watukapu Kristianus Neni Siga Taa, SST membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dalam sambutanya, Kepala BPP Watukapu menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu langkah nyata yang diimplementasikan Pemerintah dalam hal ini BPP Watukapu dan POPT, yang melibatkan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan produksi atau menjamin ketersediaan kebutuhan pangan yang semakin meningkat . Dengan demikian, keluhan dan tantangan yang dihadapi masyarakat di tengah Pademi Covid-19 dan hantaman Badai Siklon Seroja dapat teratasi. ”Kami datang untuk membantu bapak, mama petani disini dan ikut berjuang mengatasi hama yang menyerang padi sawah di Hamparan Tengurongo ini, mari kita kendali bersama-sama agar hama yang datang bersama-sama pergi dan mati bersama-sama pula” ujarnya . Sebelum dilaksanakan pengendalian Hama Walang sangit, POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan) Kecamatan Bajawa Utara Damianus Kodo Dua, SST menjelaskan secara teknis tentang gejala serangan OPT, jenis pestisida yang digunakan dan waktu yang tepat untuk mengaplikasikan pestisida pada tanaman padi. Beliau juga menjelaskan bahwa dalam konsep PHT (pengendalian Hama Terpadu) Penggunaan pestisida kimia merupakan alternatif yangterakhir. Koordinator POPT Kabupaten Ngada Lidianus Watu,SST menjelaskan tentang Kita perlu memperhatikan dan menjaga lingkungan, agar keseimbangan ekologi bisa berjalan dengan baik . Musuh Alami (laba-laba,Capung,Burung Hantu,Ular ) merupakan sahabat petani dalam mengendalikan OPT. Beliau juga mengingatkan bahwa masalah yang sangat memprihatinkan pada saat ini adalah serangan Hama Tikus, oleh karena itu keseimbangan ekologis sangatlah penting. Staf UPT Protekti Distan Prof NTT, Ibu Appolonia B. Kuang. SP mengapresiasi kerja nyata dari semua pihak terutama petani di Wilayah Desa Genamere, walapun dalam kondisi mencekam ditengah wabah virus Corona tetap semangat bekerja. Lebih lanjut Appolonia mengatakan bahwa kegiatan padat karya pengendapian OPT diharapkan ketua kelompok dan semua anggota kelompok dilibatkan dalam kegiatan pengendalian Organisme Hama pengganggu Tanaman. Beliau juga mengatakan kegiatan gerakan pengendalian dilakukan secara bersama – sama jadi tidak sendiri- sendiri dan terbukti pada hari ini semua hadir dalam kebersamaan ini. Asianus Balu selaku ketua kelompok Tengurongo menyampaikan terima kasih banyak atas perhatian pemerintah melalui Tim Penyuluh Pertanian (TPL) BPP Watukapu dan Tim POPT Se Kabupaten Ngada yang sudah mendampingi petani untuk melakukan Demcar Padat Karya Pengendalian Organisme Tumbuhan bersama petani. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Genamere Bertiana Gowa Wea A. Md mengucapkan terima kasih berlimpah atas dukungan dari Dinas Pertanian NTT, Dinas Pertanian Kabupaten Ngada , Para POPT se Kabupaten Ngada, Kepala BPP Watukapu dan PPL se Kecamatan Bajawa Utara yang berpatisipasi aktif dalam kegiatan Padat Karya Pengendalaian OPT di wilayah Kerja Penyuluhannya. Turut hadir dalam kegiatan ini POPT se Kabupaten Ngada,Programer BPP Watukapu Bernadeta Doe Buta,PPL Desa Inelika Largus Panggut, PPL Desa Inegena Frumensius Gili Toy, PPL Desa Nabelena Yoris Bani Sola,PPL Desa Uluwae II Yohanes Dole Meo,PPL Desa Uluwae Yustus Lopi, PPL Desa Waewea Sebastianus Ngoe , PPL desa Turamuri Yadroh Tasoin,PPL Desa Watukapu Xaverianus Bahang, dan PPL Desa Persiapan Bowado Yohanes Bai Keu. Penulis: Bertiana Gowa Wea, A.Md. (PPL Desa Genamere) Editor : Admin-Kapu Kristianus Neni Siga Taa,SST