Loading...

Treatmen Benih Jagung Mencegah Bulai

Treatmen Benih Jagung Mencegah Bulai
Penyakit bulai ditandai dengan warna daun tanaman muda yang mendadak menjadi bergaris-garis kuning pucat (klorosis) atau bahkan putih yang kemudian menyebar ke seluruh daun. Pada serangan yang berat, seluruh tubuh tanaman berwarna kuning pucat dan kemudian mati. Penyakit ini apabila menyerang pada stadium pertumbuhan awal dapat menyebabkan 100% kegagalan panen. Penyebab bulai yang umum pada jagung di Indonesia ada­lah Peronosclerospora maydis Gejala serangan penyakit ini secara umum adalah : Ada bercak berwarna klorotik memanjang searah tulang daun dengan batas yang jelas Adanya tepung berwarna putih pada bercak tersebut (terlihat lebih jelas saat pagi hari) Daun yang terkena bercak menjadi sempit dan kaku Tanaman menjadi terhambat petumbuhannya bahkan bisa tak bertongkol Tanaman muda yang terserang biasanya akan mati (umur tanaman dibawah 1 bulan) Kadang-kadang terbentuk anakan yang banyak, daun menggulung dan terpuntir. Cara Pencegahan Penyakit Bulai Tidak menanam jagung didaerah dingin dan lembab Gunakan varietas tahan Penggunaan fungisida berbahan aktif metalaksil Tanam serempak Pergiliran tanaman beda family Mencabut dan membakar tanaman jagung yang terserang bulai Perlakukan benih (seed treatment) adalah tindakan yang dilakukan untuk mencegah timbulkan penyakit (seed born diseases). Bahan yang digunakan adalah fungisida. Perlakukan benih pada jagung sebelum ditanam terutama ditujukan untuk mencegah timbulnya pernyakit bulai. Penyakit bulai dikenal sangat merugikan petani karena tanaman yang terserang bulai dipastikan tidak akan menghasilkan buah dan sifat penyebarannya yang cepat. Adapun cara perlakuan benih (seed treatment) untuk mencegah bulai dengan metalaksil yaitu : A. Persiapkan Alat dan Bahan Alat : Ember, Kantong plastik bening (usahakan plastik agak tebal tidak mudah robek), pengaduk Bahan : Benih jagung 1 Kg, Fungisida Metalaksil 2 gr, Air 10 ml B. Langkah Kerja Siapkan ember yang diisi air 10 ml, kemudian masukkan metalaksil 2 gr, aduk sampai rata Benih jagung masukkan dalam kantong palstik, kemudian tuangkan larutan metalaksil ke dalam kantong plastik tersebut. Lakukan pembolak balikkan kantong plastik yang sudah berisi benih jagung dan larutan metalaksil sampai benar-benar merata. Saat mencampur benih dengan larutan metalaksil jangan sampai menimbulkan kerusakan benih. Benih yang telah dicampur dengan larutan metalaksil dikeringanginkan selama ± 2 jam supaya metalaksil melekat sempurna. Metalaksil dapat meresap ke dalam biji dan bersifat racun yang mengakibatkan rusaknya endosperm (lembaga). Oleh karena itu, benih tidak dapat disimpan lama. Untuk itu dianjurkan segera ditanam atau paling lama 3-4 hari segera ditanam. Penulis : Eko Santoso, SST, PPL - BPP Kecamatan Pakel Daftar Pustaka : Surtikanti dan Roy Efendi. 2009. PENAMPILAN KETAHANAN BEBERAPA GENOTIPE JAGUNG TERHADAP SERANGAN PENYAKIT BULAI (Peronosclerospora sp). Prosiding Seminar Nasional Serealia, Maros,27-28 Juli 2010