Loading...

TUMPANGSARI JAGUNG DAN KEDELAI DI BPP CEPER

TUMPANGSARI JAGUNG DAN KEDELAI DI BPP CEPER
Dalam rangka untuk menumbuhkan minat petani agar mau melakukan budidaya kedelai, BPP Kecamatan Ceper melakukan beberapa kajian di lokasi SL kedelai di tahun 2018, diantaranya adalah menerapkan sistem tumpangsari jagung dengan kedelai, karena harga jagung relatif baik dan keunggulan koparatif tanaman jagung relatif lebih tinggi dibanding tanaman kedelai, maka dalam sistem tumpangsari jagung-kedelai, produktivitas tanaman jagung minimal sama dengan tanpa tumpangsari. Rekayasa yang dilakukan dalam tumpangsari jagung dan kedelai adalah pengaturan jarak tanam dan selisih waktu penanaman. Jarak Tanam Beberapa macam kajian pengaturan jarak tanam dalam tumpang sari jagung – kedelai yang dilakukan adalah : Jagung biasa 90 x 20 cm dengan kedelai legowo 25 x 40 x 10 cm Jagung legowo 100 x 20 x 20 dengan kedelai legowo 30 x 40 x 10 cm Jagung legowo 100 x 20 x 30 dengan kedelai legowo 30 x 40 x 10 cm Jagung legowo 100 x 20 x 30 dengan kedelai biasa 40 x 20 x 20 cm Waktu Tanam Tanam bersamaan Jagung ditanam 7 hari setelah tanam kedelai Jagung ditanam 21 hari setelah tanam kedelai Penanaman Jagung Benih Menggunakan varietas hibrida bertipe tegak seperti, Pioner-21, Bisi-816 dan lain-lain. Jumlah benih yang dibutuhkan 15 – 17 kg/ha, dalam kajian ini menggunakan benih Bisi - 816 Pastikan bahwa benih yang ditanam mempunyai daya berkecambah (> 90%) dan vigor benih yang baik (perhatikan masa daluwara benih). Tanah diolah sempurna ataupun TOT untuk tanah yang liat. Tanaman jagung ditanam 1 biji per lubang dengan sistem tanam legowo/double row, kemudian ditutup dengan pupuk organik 1 genggam. Jarak tanam untuk tanaman jagung sistem legowo adalah (100-50) cmx 20 cm atau (110-40) cm x 20 cm. Dosis pemupukan menggunakan takaran 350 kg Urea + 300 kg phonska atau pupuk majemuk lainnya. Pemberian diberikan 2 kali, pemberian pertama pada umur 7-10 hst sebanyak 100 kg urea + 300 kg phonska/ pupuk majemuk lainnya per hektar. Pemupukan kedua dilakukan pada 35-45 hst dengan takaran 250 kg urea per hektar. Pupuk dimasukkan dalam lubang yang dibuat + 10 cm di samping tanaman dan ditutup dengan tanah. Penen dapat dilakukan apabila kelobot sudah kering dan lapisan hitam pada pangkal biji (black layer) telah terlihat. Sisa batang tanaman (biomas) dijadikan kompos atau dapat digunakan sebagai mulsa diantara baris tanaman untuk pertanaman berikutnya. Penanaman Kedelai Menggunakan varietas kedelai yang toleran naungan, diantaranya Dena-1 atau Dena-2. Jumlah benih yang dibutuhkan 15- 20 kg/ha, pada kajian ini menggunakan varietas Anjasmoro. Benih dicampur dengan inokulan Rhizobiumsp (nodulin, rhizogin dll) 5 kg benih per 10 g (1 saset), caranya adalah benih dibasahi kemudian ditiriskan, inokulan ditaburkan dan diaduk merata hingga merekat dan diperkirakan semua benih mendapatkan inokulan, kemudian segera ditanam. Hindari terkena cahaya matahari langsung pada benih yang telah dicampur dengan nodulin. Benih ditanam di antara barisan legowo pada tanaman jagung dengan jarak tanam 40 cm x 10 cm, sehingga terdapat 2 barisan tanaman kedelai antara setiap barisan legowo jagung. Penanaman kedelai dapat bersamaan dengan penanaman jagung atau 7 hari atau 21 hari sebelum penanaman jagung. Dosis pupuk yang digunakan adalah 50 kg urea + 50 kg phonska/ha 7- 10 hst (bersamaan dengan pemupukan pertama jagung apabila tanamnya bersamaan). Kedelai di panen sebelum polong pecah, yaitu saat polong berwarna coklat. Kedelai sebaiknya dipanen lebih awal dari jagung. Biomas tanaman dapat dijadikan kompos. hal – hal yang perlu diperhatikan dalam penanaman tumpang sari jagung dan kedelai : Penanaman kedelai dan jagung dapat dilakukan bersamaan, atau selang 7 atau 21 hari (setelah pangairan tanaman kedelai) setelah tanam jagung, perbedaan waktu penanaman disebabkan tanaman kedelai lebih banyak membutuhkan air setelah benih ditanam, sedang tanaman jagung lebih sedikit. Untuk yang penanamannya bersamaan setelah tanaman menginjak umur 10 - 14 hari, biasanya tanaman jagung membutuhkan air, sedangkan kedelai membutuhkan air pada umur 21 hari sehingga pengairan dapat dilakukan dengan manual dan air dapat dicampur dengan pupuk UREA atau ZA dengan dosis 1 ember besar air dicampur dengan 2 gelas pupuk UREA/ ZA. Pada umur 21 hari kedua tanaman membutuhkan air secara bersamaan dan dilanjutkan pemupukan tanaman jagung dengan dosis 1 sendok teh tiap tanaman. Pemberian unsur nutrisi harus sering dilakukan sekitar 3 – 4 kali, sehingga setiap habis pengairan tanaman jagung diberi pupuk 1 sendok teh tiap tanaman. Untuk menjaga tanaman kedelai tetap sehat, lakukan penyemprotan pestisida ( dianjurkan yang organik) dengan insentif sekitar 7 – 10 hari sekali. Panen kedelai dapat dilakukan sekitar umur 75 hst sedangkan tanaman jagung dipanen sekitar umur 100 hst atau 1 bulan setelah panen tanaman kedelai. Hasil Kajian di Lokasi SL. Dari berbagai macam kaji terap yang dilakukan di lahan SL hasil yang terbaik dan direkomendasikan di BPP Ceper adalah yang menggunakan pola tumpang sari kedelai dan jagung dengan jarak tanam jagung antar barisan legowo 100 cm dan 20 cm jarak jagung dalam barisan, sedangkan jarak tanam kedelai 20 cm x 20 cm, sedangkan jarak tanaman kedelai dengan jagung 40 cm dengan selisih waktu penanaman kedelai dan jagung 21 hari dengan produktifitas 2.4 ton/ha. Ditulis : Setiyanto Penyuluh Pertanian BPP Ceper Kab. Klaten.