Loading...

Tumpangsari Karet dengan Pangan

Tumpangsari Karet dengan Pangan
Tumpangsari karet dengan tanaman pangan merupakan strategi dalam memanfaatkan faktor produksi yang terbatas seperti sinar matahari, air, tenaga kerja keluarga, lahan dan modal, dengan tujuan untuk peningkatan produktivitas per satuan lahan dan menambah pendapatan petani. Pola tanam sampai tanaman umur tiga tahun Pada awal pertumbuhan tanaman karet (3 tahun pertama), cahaya matahari belum merupakan faktor pembatas, dan faktor air dan nutrisi (hidro mineral) memungkinkan untuk dioptimalkan dengan mengatur pola tanam. Dengan demikian maka tumpangsari dengan tanaman pangan memungkinkan untuk dilakukan sehingga dapat memberikan tambahan pendapatan bagi petani. a. Padi GogoTumpangsari dengan padi gogo dapat dilakukan pada tahun pertama, sedangkan pada tahun berikutnya jarang dilakukan karena akan menurunkan produktivitas. Gunakan varietas padi gogo lokal karena mudah beradaptasi dengan kondisi setempat. Pada jarak 110-140 cm dari tanaman karet ditanam padi dengan jarak 40 cm x 10 cm, dengan 5-7 butir per lubang sehingga dibutuhkan benih sekitar 30 kg/ha. Benih sebaiknya di campur dengan insektisida Carbofuran ( 1kg per 4 kg benih) untuk mencegah serangan lalat bibit (Atherigona exigua).Pada saat penanaman, diberi pupuk dasar SP 36 (110 kg/ha) dan KCl (50 kg/ha) di sebelah kanan dan kiri lubang tanam padi. Pupuk urea (100 kg/ha diberikan pada umur 14 hari setelah tanam (HST) dan urea 50 kg/ha pada umur 42 HST.Untuk pengendalian hama lalat bibit, penggerek batang, dan walang sangit digunakan insektisida berbadan aktif Carbofuran, Carbaryl, dan Diazinon. Penyakit penting padi yaitu blast dan Helminthosporium.Padi gogo dapat dipanen pada umur 110-150 hari. Biji siap dipanen jika kadar air sekitar 22-25 % dan warna daun bendera menguning. b. JagungBenih jagung hibrida maupun komposit dengan varietas Kalingga, Arjuna atau Bisma dapat digunakan untuk tanaman sela. Jagung ditanam dengan tugal sedalam 3-5 cm, pada jarak 110-140 cm dari tanaman karet, dengan jarak tanam tanam 75 cm x 25 cm. Kebutuhan benih sekitar 12 kg/ha.Pada saat tanam dipupuk dengan SP 36 sebanyak 85 kg/ha dan urea 25 kg/ha diberikan dengan cara ditugal sedalam 3 cm di sisi kanan dan kiri lubang tanam jagung. Pada umur 30 hari dipupukdengan urea 50 kg/ha dengan cara ditebar di antara barisan tanaman.Penyiangan dilakukan pada 15 HST dan 30 HST. Pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida diberikan tiga hari sekali hingga umur 6 minggu. Penyemprotan terhadap ulat tongkol diberikan pada saat ulat mulai berkembang. Jagung dipanen umur 90-95 HST, dimana klobot mulai kuning , biji kering dan mengkilap. Panen jagung untuk konsumsi dilakukan pada kadar air 25-35%. Biji untuk benih harus dikeringkan hingga kadar air kurang dari 20% dan disimpan di tempat yang kering.c. Kedele.Setelah panen jagung, tanaman rotasi kedua dapat digunakan kedele. Lahan diolah ringan dengan dicangkul, dan jerami padi digunakan untuk mulsa. Benih kedele diinokulasi dengan bakteri Rhizobium untuk mendorong pembentukan bintil akar agar aktif dalam penambatan nitrogen dari udara. Rhizobium bisa diperoleh dari tanah bekas penanaman kedele atau inokulan seperti Rhizogen atau Legin yang dicampur dengan benih yang akan ditanam. Benih kedele ditanam pada jarak 100 cm dari tanaman karet , ditugal dengan jarak tanam 40 cm x 10 cm, tiap lubang 2 benih. Kebutuhan benih 30 kg/ha. Saat tanam dipupuk dengan SP 36 sebanyak 85 kg/ha dan KCl sebanyak 50 kg/ha. Pupuk diberikan dengan cara ditugal di kanan kiri lubang tanam kedele dengan jarak tanam sekitar 3 cm. Kapur diberikan saat pengolahan tanah secara larikan pada barisan tanam dengan dosis 200 kg/ha.Pengendalian hama dan penyakit secara preventif dilakukan dengan tiga kali dengan menggunakan pestisida anjuran. Penyiangan dilakukan pada umur 2-5 minggu selama tiga kali dengan herbisida anjuran. d. Kacang Tunggak Kacang tunggak tahan kekeringan, maka penanamannya dilakukan pada rotasi tanam terakhir, menjelang musim kemarau. Penanaman benih dilakukan pada jarak 100 cm dari tanaman karet, 2 butir per lubang, ditugal 3-5 cm. Jarak tanam 30 cm x 20 cm. Pengolahan tanah secara ringan dilakukan sedalam 10 cm. Saat pengolahan tanah, secara larikan pada barisan tanam diberi kapur 200 kg/ha. Pada saat tanam, di kanan kiri lubang tanam diberi pupuk SP 36 sebanyak 55 kg/ha dan KCl sebanyak 50 kg/ha. Pengendalian hama dan penyakit serta gulma sama seperti pada tanaman kedele.Pola tanam Setelah Tanaman Umur Tiga Tahun.Setelah umur tiga tahun, tanaman sela yang dapat ditaman yaitu yang berasal dari family zingiberaceae, seperti kapulaga, jahe, kunyit, temu lawak, lengkuas, dan lain-lain. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian pada Pusat Penyuluhan, BPPSDMP)Sumber: 1. Pedoman Budidaya Karet (Heveabrasiliensis) yang Baik. Direktorat Jenderal Perkebunan. Kementerian Pertanian. 2014.2. http://www.siamrath.co.th/files/styles/750/public/img/