Tumpangsari merupakan suatu usaha menanam beberapa jenis tanaman pada lahan dan waktu yang sama, yang diatur sedemikian rupa dalam barisan-barisan tanaman. Penanaman dengan cara ini bisa dilakukan pada dua atau lebih jenis tanaman yang relatif seumur, misalnya jagung dan kacang tanah atau bisa juga pada beberapa jenis tanaman yang umurnya berbeda-beda.Teknologi yang semakin maju dan lahan pertanian yang semakin terbatas menyebabkan model pertanaman tumpangsari (intercrop) makin banyak diterapkan. Seperti tanaman kedelai yang dapat ditanam secara tumpangsari dengan tanaman buah dan sayuran seperti jagung, buah naga, jeruk dan cabai. Dengan model pertanaman tumpangsari tersebut, petani dapat mengandalkan lebih dari satu komoditas pertanian dan masing-masing komoditas mempunyai umur panen yang berbeda, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani.Pertanaman campuran yang termasuk di dalamnya adalah pola tanam tumpangsari. Pada umumnya bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tanah, karena meningkatnya jumlah energi radiasi matahari yang mampu ditangkap oleh tajuk tanaman, pola tanam tumpangsari sangat populer di kalangan petani skala kecil di daerah tropika dan sub-tropika, karena : 1. memberikan imbangan suplai nutrisi, energi dan protein, 2. memaksimumkan keuntungan dan penggunaan sumberdaya lingkungan, 3. sebagai kontrol terhadap tanaman pengganggu, 4. menekan risiko usaha tani, dan 5. mempertahankan kesuburan tanah. Pertanaman campuran juga mempunyai manfaat untuk mencegah erosi. Hasil per satuan luas dari masing – masing tanaman dalam tumpangsari pada umumnya lebih rendah dibandingkan hasil dalam monokultur. Walaupun demikian seringkali hasil per individu tanaman masing – masing atau salah satu justru meningkat, sehingga masing – masing atau salah satu menjadi lebih tinggi daripada pola tanam monokulturnya. Keadaan ini bisa apabila yang ditumpangsarikan adalah jenis leguminosa dan kesuburan tanahnya rendahMenurut Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), di Kecamatan Muncar, yang merupakan salah satu sentra kedelai di Kabupaten Banyuwangi, kedelai ditanam secara tumpangsari dengan jagung, buah naga, jeruk dan tanaman cabai. Petani di daerah tersebut memanfaatkan lahan di antara tanaman buah dengan ditanami kedelai. Sebagian besar petani setempat menanam kedelai lokal yang dikenal dengan nama Martoloyo. Pola tanam kedelai di Kecamatan Muncar dilakukan dua kali musim tanam yaitu MK 1 (April?Juni) dan MK 2 (Juli/September).Namun penerapan pola tanam tumpangsari harus memperhatikan beberapa karakter morfologi dan fisiologi tanaman yang akan dipilih, seperti bentuk tajuk dan sistem perakaran, pemanfaatan unsur hara tanah oleh tanaman sehingga hasil tumpangsari dapat maksimal. Pemilihan waktu tanam yang tepat antara tanaman tumpangsari juga harus diperhatikan karena akan mempengaruhi penyerapan unsur hara dan pemanfaatan sinar matahari untuk fotosintesis. Proses fotosintesis yang tidak maksimal karena naungan akan mempengaruhi pertumbuhan dan mengurangi pencapaian potensi hasil. Pemanfaatan tanaman kedelai untuk tumpangsari penting memperhatikan varietas yang digunakan agar hasil yang didapatkan optimal. Penggunaaan varietas yang toleran naungan seperti Dena 1 dan Dena 2 dapat menjadi alternatif.Varietas Dena 1 dan Dena 2 toleran naungan sampai 50%, dengan potensi hasil Dena 1 sebesar 2,9 t/ha dan Dena 2 sebesar 2,82 t/ha. Umur panen untuk Dena 1 adalah 78 hari sedangkan Dena 2 adalah 81 hari. Kedua varietas tersebut juga toleran terhadap penyakit karat Sumber : 1. http://balitkabi.litbang.pertanian.go.id/info-teknologi Tumpangasatri Kedelai dengan tanaman buah dan Cabai.html. 2. http://www.antarakalsel.com/berita/6663/hst-kembangkan-kebun-tumpangsari. 3. (Donald, 1963 dan Trenbath) Hasil per satuan luas dari masing – masing tanaman dalam tumpangsari Hasil per satuan luas dari masing – masig tanaman dalam tumpangsari pada umumnya lebih rendah dibandingkan hasil dalam monokultur (Donald, 1963 dan Trenbath, 1974). Penulis : Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id