Loading...

TUMPANGSARI: TRIK MEMAKSIMALKAN PENGUNAAN LAHAN

TUMPANGSARI: TRIK MEMAKSIMALKAN PENGUNAAN LAHAN
Lahan yang semakin menyempit dan biaya produksi yang semakin meningkat memaksa kita untuk berinovasi agar penghasilan dalam bercocok tanam mampu memenuhi kebutuhan hidup. Upaya untuk meningkatkan penghasilan dari bercocok tanam bisa dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan menanam jenis tanaman budidaya yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Atau dengan menggunakan benih unggul yang berkualitas, perbaikan teknik dan sistem bercocok tanam serta pemanfaatan bahan-bahan organik untuk penghematan biaya produksi. Untuk memaksimalkan penggunaan lahan dan meningkatkan pendapatan beberapa petani menerapkan budidaya dengan teknik campuran atau tumpang sari. Berikut beberapa keunggulan teknik tumpangsari: Efisien dalam penggunaan ruang dan waktu Pola tanam tumpangsari, memanfaatkan ruang kosong pada jarak tanam tanaman utama, bisanya tanaman lebih tinggi, seperti jagung atau tanaman tahunan yang lainnya. Ruang kosong tersebut dimanfaatkan untuk pertanaman tanaman lain sehingga penggunaan lahan lebih efisien. Penerapan tumpangsari dapat menghasilkan lebih dari satu jenis panenan dalam waktu yang bersamaan atau hampir bersamaan. Selain itu pada tumpangsari juga mampu meningkatkan produktivitas lahan, walaupun ada juga yang menurunkan hasil pada komoditas yang ditumpangsarikan karena adanya pengaruh kompetisi. Contoh tumpangsari yang mampu meningkatkan produktivitas lahan adalah tumpangsari antara jagung dengan ubi kayu dan juga tumpangsari antara jagung dengan kacang hijau. Hasil penelitian Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi menunjukkan bahwa tumpangsari jagung + kedelai dan ubikayu + kedelai memberikan kontribusi besar terhadap produksi kedelai sekaligus mempertahankan hasil panen jagung maupun ubikayu. Secara umum, tumpangsari jagung/ubikayu + tanaman aneka kacang lebih menguntungkan dibanding tanaman monokultur pada luas yang sama. Mencegah dan mengurangi pengangguran musim Pada tumpangsari, tanaman yang diusahakan lebih beragam. Perawatan yang dilakukan untuk setiap jenis tanaman kebanyakan juga tidak dalam waktu yang sama. Dengan demikian, petani akan selalu memiliki pekerjaan selama siklus hidup tanaman. Pengolaahan tanah menjadi minimal Pada tumpang gilir, segera setelah suatu tanaman hampir menyelesaikan siklus hidupnya, langsung ditanami tanaman yang lain. Akibatnya, tidak ada waktu lebih untuk melakukan pengolahan tanah. Salah satu kelebihan tanpa pengolahan tanah atau dengan pengolahan tanah minimal adalah tidak terjadinya kerusakan struktur tanah karena terlalu intensif diolah. Selain itu, pada pengolahan tanah minimal atau tanpa oleh tanah resiko erosi akan lebih kecil daripada yang diolah secara sempurna. Menekan serangan hama dan pathogen Penanaman hanya satu jenis tanaman berpotensi mengurangi keberagaman makhluk hidup penyusun ekosistemnya sehingga seringkali terjadi ledakan populasi hama dan patogen penyebab penyakit tanaman. Pola tanam dengan sistem tumpangsari sama dengan memodifikasi ekosisitem yang dalam kaitannya dengan pengendalian OPT memberikan keuntungan:• penjagaan fase musuh alami yang tidak aktif• penjagaan keanekaragaman komunitas• penyediaan inang alternatif• penyediaan makanan alami• pembuatan tempat berlindung musuh alami, dan• penggunaan insektisida yang selektif.Ketika suatu lahan pertanian ditanami dengan lebih dari satu jenis tanaman, maka pasti akan terjadi interaksi antara tanaman yang ditanam. Interkasi yang terjadi dapat saling menguntungkan dapat juga berlangsung saling menghambat. Dengan demikian, kultur teknis yang harus diperhatikan pada pola tanam tumpang sari adalah jarak tanam, populasi tanaman, umur tiap tanaman, dan arsitektur tanaman. Morfologi dan fisiologi tanaman juga harus diperhatikan. Kesemuanya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil untuk masing-masing tanaman yang akan ditumpangsarikan. Dalam pola tanam tumpangsari, diusahakan untuk menanam jenis tanaman yang tidak satu family. Hal ini dimaksudkan untuk memutus mata rantai pertumbuhan dan ledakan populasi hama dan patogen karena untuk jenis tanaman yang satu family memiliki kecenderungan untuk diserang oleh hama dan patogen yang sama. Pada prinsipnya, pemilihan jenis tanaman dan kultur teknis yang dilakukan harus menunjukkan usaha untuk memaksimalkan kerjasama dan meminimalkan kompetisi pada tanaman-tanaman yang dibudidayakan. Penyusun: Ume Humaedah (Penyuluh Pertanian di Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) Sumber : http://balitkabi.litbang.pertanian.go.id/berita/menguntungkan-tumpangsari-jagungubikayu-vs-kedelai/ http://8villages.com/full/petani/article/id/59917ab3d8734be45995ee84https://dinpertan.purbalinggakab.go.id/penerapan-pola-tanam-tumpangsari-tanaman-jagung-dan-cabai-rawit-sebagai-upaya-untuk-mengoptimalkan-pemanfaatan-lahan-pertanian-dan-peningkatan-pendapatan-bagi-petani/