Loading...

Turiman Kedelai Jagung Untuk Intensifikasi

Turiman Kedelai Jagung Untuk Intensifikasi
Penulis : Eko Purwanto, BPP Wates Pada masa sekarang ini kita dituntut untuk meningkatkan produksi pertanian, sedangkan lahan pertanian yang tersedia semakin sempit. Semakin bertambahnya penduduk membutuhkan semakin banyak pangan, selain itu juga membutuhkan tempat hunian. Sehingga yang terjadi adalah semakin banyak lahan pertanian yang dijadikan pemukiman. Seiring dengan kondisi tersebut. BPTP Yogyakarta bekerja sama dengan Kelompok Tani Ngudi Makmur, Seworan, Triharjo, Wates mengadakan uji coba penanaman jagung dan kedelai dengan sistem “Turiman” (Tumpangsari Tanaman Pangan). Dengan sistem tanam ini memungkinkan untuk membudidayakan setidaknya dua jenis tanaman pangan dalam satu musim di lahan yang sama. Uji coba dilakukan di lahan kelompok tani Ngudi Makmur bertujuan untuk mengetahui kesesuaian wilayah dengan sistem tanam ini baik secara kesesuaian lahan maupun secara sosial berkaitan dengan minat dan kemampuan petani. Pengujian dilakukan di lahan anggota dengan luas 1.500 m2 dibagi menjadi 2 petak. Pada petak pertama ditanam jagung hibrida varietas Bisi 1 dan kedelai varietas Dena 1. Sedangkan di petak yang ke dua ditanam jagung dengan varietas lokal dan kedelai varietas Dena 1. Pengaturan tanaman pada sistem ini adalah mengatur jarak tanam jagung 12,5 cm x 40 cm, satu biji per lubang, dua baris dan jarak tanam kedelai 20 cm x 15 cm sebanyak 3 baris dengan jarak antar barisan kedelai dan jagung 40 cm. Pada saat ini pengujian tanaman berumur 54 HST dan masih menunggu panen, sehingga belum diperoleh hasil final dari pengujian tersebut.Pada saat ini pengujian tanaman berumur 54 HST dan masih menunggu panen, sehingga belum diperoleh hasil final dari pengujian tersebut. Dari pengujian yang dilakukan, diharapkan akan diketahui juga varietas yang sesuai untuk Turiman jagung-kedelai di wilayah ini. Diharapkan juga banyak petani nantinya akan meniru untuk menanam tanaman pangan dengan sistem tanam tupangsari, sehingga pemanfaatan lahan bisa lebih intensif dan hasil pertanian akan meningkat, baik dari segi jumlah maupun macamnya.