Loading...

TYTO ALBA, BURUNG LUCU PEMANGSA TIKUS

TYTO ALBA, BURUNG LUCU PEMANGSA TIKUS
Tikus sawah (Rattus Argentiventer) merupakan hama tikus utama pada tanaman pangan terutama tanaman padi. Hama tikus menyerang tanaman padi hampir di semua wilayah Kecamatan Boyolangu. Kerusakan yang ditimbukan akibat serangan hama tikus cukup besar, mulai dari persemaian sampai menjelang panen. Berbagai upaya pengendalian hama tikus sudah banyak dilakukan oleh petani, baik pengendalian secara fisik seperti gropyokan, tembakan, jebakan, maupun pengendalian secara kimia dengan pemasangan umpan beracun maupun emposan. Pengendalian yang dilakukan ternyata belum memberikan hasil yang optimal, bahkan serangan hama tikus dari musim ke musim semakin meningkat, Tekinik pengendalian hama tikus yang saat ini sedang popular yaitu pengendalian tikus secara biologi. Menurut Anggara dan Sudarmaji (2008) pengendalian hama tikus secara biologi adalah memberikan lingkungan yang sesuai dan tidak mengganggu atau membunuh musuh alami tikus sawah. Salah satu musuh alami hama tikus adalah burung hantu jenis Tyto Alba. Burung hantu Tyto Alba merupakan spesies burung yang memiliki kelebihan dibanding spesies lain, yaitu ukuran tubuh yang relatif besar, memiliki kemampuan membunuh dan memangsa tikus cukup baik, mudah beradaptasi dengan lingkungann baru dan cepat berkembang biak. Burung ini termasuk spesies burung nokturnal, yang beraktivitas pada malam hari, penglihatannya sangat tajam, dimana dapat melihat mangsanya dari jarak jauh (500 meter), pendengaran yang tajam, kemampuan terbang dengan senyap, mempunyai cakar dan paruh yang kuat. Burung jenis Tyto Alba ini memiliki tampilan wajah lucu. Menurut Surtikanti (2011) burung jenis ini memiliki cirri-ciri fisik antara lain warna bulu sayap atas dan punggung abu-abu agak kuning, sayap bawah dan dada sampai perut warna putih berbintik hitam. Tyto Alba betina memiliki bulu leher depan berwarna kuning berbintik hitam, dan yang jantan warnanya putih berbintik hitam. Bola matanya hitam, tajam, keduanya menghadap kedepan dan dibawahnya terdapat paruh yang ujungnya bengkok kebawah, tajam dan kokoh. Kaki berbulu dengan empat jari dan mempunyai kuku yang tajam. Bobot dewasa 450-600 gram, tinggi badan 23-30 cm dengan rentang sayap kanan 33,5 cm, sedangkan rentang sayap kiri 33 cm. Panjang kaki 11,45 cm, panjang tubuh 30,75 cm, dengan diameter kaki 1,14 cm, dan panjang ekor 10,85 cm. Tyto alba betina lebih berat daripada yang jantan. Burung Tyto Alba termasuk jenis burung yang hidupnya berkelompok dan cepat berkembang biak sehingga cocok digunakan sebagai musuh alami tikus. Seekor Tyto Alba dapat bertelur 2-3 kali setahun, sekali bertelur 6-12 dengan masa mengeram selama 27-30 hari. Bentuk telur bulat, berwarna putih, berukuran panjang 38-46 mm dan lebar 30-35 mm dan dewasa setelah berumur 8 bulan. Dalam sehari seekor Tyto Alba mampu memakan 2-5 ekor tikus dengan jangkauan terbang hingga 12 km. Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa burung hantu jenis Tyto Alba sangat efektif dalam mengendalikan hama tikus tanpa menyebabkan rusaknya keseimbangan lingkungan. Dengan melestarikan burung hantu Tyto Alba diharapkan akan mampu menekan perkembangan dan kerusakan akibat serangan hama tikus. DAFTAR PUSTAKA Anggara, Agus W dan Sudarmaji (2008). Modul Pengendalian Hama Tikus Secara Terpadu (PHTT). Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Surtikanti (2011) Bioekologi, Ciri-ciri Umum, Tahap Perkembangan dan Tingkah Laku Burung Hantu. Dinas Perkebunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Online. (http://omahkendeng.org/2013-01/1087/bioekologi-burung-hantu-tyto-alba-sebagai-predator-tikus/) diakses 5 Juli 2019 Ditulis oleh : PURWATI, STP Penyuluh Pertanian Pertama Kabupaten Tulungagung